HAPLI

14 01 2009

HAPLI (Himpunan Ahli Pengecoran Logam Indonesia) merupakan organisasi berbadan hukum yang mewadahi praktisi-praktisi pengecoran logam Indonesia dalam mengapresiasikan, mengembangkan dan mendiskusikan kompetensinya dibidang pengecoran logam.

Batasan “Ahli” sendiri tidak terdefinisi dengan jelas, sehingga pada akhirnya siapapun yang merupakan pelaku-pelaku teknik dan teknologi pengecoran logam pada seluruh level jabatannya, berhak untuk bergabung menjadi anggota.

Melalui berbagai forum diskusi baik pada pertemuan rutin maupun melalui media komunikasi, diharapkan terjadinya interaksi para anggota untuk mendapatkan solusi terhadap permasalahan-permasalahan pengecoran logam nasional secara umum, industri, sampai yang dihadapi oleh anggota secara personal.

Blog ini merupakan salah satu sarana yang diharapkan dapat lebih mendekatkan jarak antar anggota yang tersebar diseluruh kepulauan di Indonesia bahkan dibeberapa belahan dunia, sehingga dengan demikian setiap saat dapat terjalin komunikasi yang bermanfaat bagi perkembangan teknik maupun teknologi pengecoran logam nasional.

Selamat bergabung.

About these ads

Actions

Information

47 responses

26 02 2009
R. Widodo

Bagus.

Mudah-mudahan blog ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat pengecoran logam nasional, khususnya dalam hal sharing ilmu dan pengalaman demi kemajuan kita bersama.

Amin.

27 02 2009
reza

Selamat atas “munculnya” web HAPLI.Harapan kita semua bahwa praktisi-pemerhati-akademisi di lingkungan pengecoran logam nasional dapat memanfaatkan media ini sebagai media bertukar informasi,pengetahuan dan pengalaman.Dan yang paling utama adalah,anggota HAPLI dapat merasakan manfaatnya.
Terima kasih kepada pengurus HAPLI yang telah bekerja keras untuk mewujudkan semua ini.

Wassalam
REZA YADI HIDAYAT
Div.Pengecoran Logam
Politeknik Manufaktur Negeri Bandung
Jl.Kanayakan no 21 Bandung 40135

4 03 2009
M. Agus Solihin

Selamat, semoga foundry bisa lebih maju. dan ikut membangun Indonesia menjadi banghsa yang mandiri.

M. Agus Solihin
Div. Pengecoran Polman Bandung

4 03 2009
M. Agus Solihin

Lupa ketinggalan. ada sedikit saran nih. Karena namanya HAPLI (Indonesia punya) gimana kalau photo-photo yang di pajang juga Indon punya. nuhun

4 03 2009
M. Agus Solihin

ada sedikit usul nih. Karena kita mengusung HAPLI (indon) maka kalau boleh saya usul photo-photo yang dipajang juga made in indon. setuju? sambil promosi produk dan keahlian kita. tks

6 03 2009
singgih

Terima kasih sudah dibuatkan blog untuk obrolan kita orang pengecoran logam. Tapi saya rasa masih kurang isinya tentang pengecoran logam yang sangat luas. Bahkan tidak kita terima semasa kita masih menimba ilmu di POLMAN. Apalagi tentang die casting, hampir tidak pernah kita menerima ilmu tentang yang satu ini. Saya berharap isi dalam blog ini bisa sedikit menyinggung tentang die casting.

Singgih Giri Basuki
Alumni Foundry POLMAN ’06
PT. ENKEI INDONESIA

HAPLI:

Blog ini terbuka untuk semua aspek pengecoran logam termasuk die casting.
Kami tunggu artikel-artikel Anda yang berkaitan dengan pengecoran die casting.
Terimakasih atas sarannya.

22 06 2009
Gustaf Armtrong

Salam Foundry! Selamat! saya dapat info web ini dari buletin aplindo. Jadi rada telat. Mohon pihak penyelenggara terus update web ini dengan content yang menarik supaya lebih banyak yang involve. Thanks

26 08 2009
Kaswanto

Salam Foundry,
wah selamat dech, kami juga gabung di blog ini. semoga dapat lebih bermanfaat bagi kemajuan untuk semua pengecoran logam di seluruh indonesia,

terima kasih,
Kaswanto
PT GETEKA FOUNINDO
Jl. Pulo Ayang pulo gadung – Jakarta
kaswanto@torishima-guna.co.id

26 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Selamat atas dibukanya blog ini…
Sukses untuk pribadi, perusahaan, bangsa dan negara….

Salam
oldfound (Old Foundryman Never Die)

26 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Agak sulit membuat klasifikasi “ahli” pengecoran logam di negeri ini. Di negara maju pun seseorang bisa dikatakan ahli karena yang bersangkutan pernah kuliah di bidang pengecoran logam, bekerja di instasi litbang logam dan kebetulan dia seorang editor di sebuah majalah pengecoran logam. Di Indonesia banyak yang menjadi tim editor sebuah majalah dan otomatis dianggap ahlinya. Di majalah yang profesional, seorang editor wajib membaca dan membuat paraf hasil editingnya di sebuat tulisan sebelum tulisan tersebut naik ke mesin cetak.

Seorang ahli pengecoran logam seyogyanya memang bekerja dibidang ini dan memiliki kompetensi yang “proven” di bidang ini, atau memang memiliki sertifikasi formal yang dikeluarkan oleh sebuah asosiasi, seperti AFS, JFS dan sebagainya. Tidak harus dia berlatar belakang pengecoran atau metalurgi. Tidak semua metallurgical engineer faham mengenai pengecoran logam. Dahulu anggota Aplindo hanyalah memiliki brevet dari perusahaan atau institusi yang berhubungan dengan pengecoran loham. Dan umumnya adalah manajer, direktur dan/atau pemilik.

Apakah kemudian HAPLI bisa menempatkan diri sebagai lembaga yang dapat mengeluarkan sertifikasi formal atau pengakuan terhadap seorang ahli pengecoran seperti halnya AFS di kemudian hari? Kita tunggu dan berjuanglah untuk itu. Paling tidak berusahalah HAPLI memiliki hubungan dengan MOSS dari UN ILO dan asosiasi foundry dunia. Ikutilah bebgai event tingkat dunia di bidang pengecoran logam….

Salam
oldfound

HAPLI:

Kami tunggu selalu sharingnya pak Sonny.

Salam sejahtera.

28 08 2009
Kaswanto

Dear Rekan Rekan Foundry,
saya ada kesulitan dengan material ADI 1000, komposisi standarnya ada yg bisa kasih tahu nga ya.satu lagi tensile strength nya bersatndar berapa ya.
terima kasih atas bantuannya,

terima kasih,
Kaswanto
PT GETEKA FOUNINDO
Jl. Pulo Ayang pulo gadung – Jakarta
kaswanto@torishima-guna.co.id

29 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Untuk ADI 1000 atau untuk umumnya FCD, komposisi kimia adalah hanya sekedar patokan. Kontrol impurities adalah sangat penting, selain teknik perlakuan leburan, baik saat di tungku maupun di ladle, serta saat direction of solidificationnya. Untuk FCD di tas 800 ke atas kadar silikon adalah semakin rendah mendekati 1%. Apabila perlakuan foundingnya sesuai, dapat sudah dapat mencapai di atas 700 N/mm2 pada tensile strength test-nya, maka kemudian perlakuan heat treatment adalah sesuai standar umum.

Pada teknik peleburan, maka kadar Si pada perhitungan awal harus bisa di tekan sampai di bawah 0,5%. Silikon hanya dibenarkan mendapat tambahan saat inokulasi dan/atau nodularisi. Jadi gunakan krus dengan refraktori alumina. Lakukan koreksi silikon sesaat sebelum tapping.

Salam
oldfound
(Old Foundryman Never Die)

31 08 2009
R. Widodo

Grade ADI dapat dilihat pada ASTM A897, Chapter XII, sebagaimana spesibikasi besi cor ductile lainnya. ADI Anda buat kemungkinan grade 150/100/7 yang memiliki spesifikasi sbb: T-strength 1100 Mpa, Y-strength 830 Mpa, elongasi 10%, kekerasan 286 Bhn dan impact strengt (un notched, room T) 165 joule.

Untuk membuat all grade ADI, pada prinsipnya adalah base material ductile cast iron yang baik serta memenuhi kriteria:

• Nodularity (tipe I atau II) > 80%
• Jumlah grafit min 100 nodul/mm2.
• Komposisi kimia konsisten.
• Tidak mengandung ledeburit, porosity ataupun inklusi-inklusi lainnya.
• Rasio perbandingan struktur perlit/ferit konsisten.

Berikut ini komposisi “patokan” yang dapat Anda gunakan:

C 3.7% +/- 0.2%
Si 2.5% +/- 0.2%
Mn 0.2% +/- 0.03%
Cu s.d max 0.8%, sesuai kebutuhan
Ni s.d max 2%, sesuai kebutuhan
Mo s.d max 0.25%, hanya bila dibutuhkan

Kandungan C dan Si harus diatur sedemikian rupa agar diperoleh nilai CE yang sesuai dengan ketebalan produk.

Yang terpenting kemudian adalah proses heattretment (austempering) yang cermat. Berikut saya sampaikan tahapan prosesnya:

1. Austenisasi pada T: 815 – 927 oC
2. holding untuk mendapatkan keseragaman temperatur pada seluruh casting.
3. Quenching pada media garam/timah sampai T > Ms, atau 232 – 400 oC
4. holding pada T tersebut diatas selama waktu yang cukup untuk menghasilkan transformasi isotermal dari struktur austenit menjadi ausferrite.
5. Pendinginan pada T ruangan.

Karakteristik kristis yang perlu sangat diperhatikan adalah:

• Waktu dan temperatur austenisasi.
• Pemilihan quenching media yang.
• Waktu dan temperatur austempering.

(dari berbagai sumber)

Semoga berguna.

31 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Kalau ADI 1000 yang dimaksud, berdasarkan Standar Eropa EN 1564 adalah dengan spek: Min TS 1000MPa, Min YS 700 MPa, 5%-e dan 300-360 BHN.
Digunakan pada otomotif dan truk kecil sebagai bahan suspension components, knuckles, spindles, hubs, tow hooks, hitch components, differential gears dan cases, engine dan accessory brackets, camshafts, engine mounts, crankshafts dan control arms pada otomotif dan truk kecil. Jadi petunjuk Pak Widodo di atas sudah sesuai…

Namun pada prakteknya untuk mencapai sifat mekanis terhadap ketebalan casting sangat dipengaruhi kadar Si. Kadang untuk bentuk-bentuk kritis, kiat penambahan Mo, Ni, Cu, Sn dan sebagainya juga dapat digunakan, terutama untuk menghindari failure serta menjaga kestabilan dan homogenitas dalam proses-proses perlakuan panas dan/atau pemesinannya.

Pengalaman menunjukkan pembuatan diesel 6-cyl crank shaft dan Si 2,4% masih dijumpai non-alignment pada sumbu as cast (bending) dan pada komponen transmission gears masih dijumpai suara yang mengganggu.

Salam
sd

5 09 2009
Joko Aprilanto

Blog ini sangat bagus, acungan dua jempol…. saya akan add as faforit….

HAPLI:
Termakasih Pak. Ditunggu terus partisipasinya.

23 11 2009
Agus Hermawan

Selamat siang,
Saya perlu informasi apakah Hapli atau Aplindo menerbitkan majalahnya, kalau ya berapa kali terbit per tahunnya, untuk mendapatkan majalah tersebut bagaimana caranya?
Saya perlu informasinya selain untuk menambah wawasan dan saya ditanya ama expert JICA yang baru-baru ini mengunjungi kami.

Terima kasih atas informasinya.

Agus Hermawan

21 03 2010
fajar

slamat siang maaf saya mau nanya,,
apa saja parameter – paramater peleburan TEMBAGA(Cu)????
mkasih

24 05 2010
Bonar ( STTA)

Bagaimana mengatasi permasalahan porositas pengecoran/ peleburan untuk die casting pada zinc Alloy (Zn-Al)?

21 09 2010
Alona Kaunang

Sekedar informasi,

Bagi yang ingin mengikuti Presentasi / sharing info perkembangan industri dan teknologi metal di Indonesia, “THE BRIGHT WORLD OF METALS” pada tanggal 30 September 2010, di Grand Hyatt Pukul 10.30 – 12.30 (FOR FREE), dengan
Agenda:
10.30 Registration and Coffee Networking
11.00 Opening Speech by Rini Sumardi, Director of WAKENI
11.05 “Development of Indonesia Metal Industry”
by Fazwar Bujang, Indonesia Iron & Steel Industry Association
11.25 “Latest Development of Foundry Industry in Indonesia”
by Yos Rizal Anwar, Indonesian Foundry Men Association
11.45 “The Bright World of Metal”
by Friedrich Kehrer, Messe Dusseldorf GmbH
12.05 Questions and Answer Session
12.30 Business Lunch

Dapat menginformasikan/mendaftarkan diri ke email alona@wakeni.com / sisca@wakeni.com. Atau dapat di telpon ke nomor 021-53660804

Berhubung undangan terbatas, mohon dikabarkan secepatnya.

Terima kasih.

26 09 2010
m.fachrudin fadillah

dear rekan-rekan foundry
pa, maaf menyita wktunya,, mohon bantuannya saya dpt kesulitan, diantaranya:
1. apakah setiap mau melebur metal memerlukan kokas yang berbeda tergantung pada jenisnya (kalorinya) ? terutama menggunakan kupola untuk jenis besi cor putih.
2. apakah asap hasil proses peleburan dengan kupola bisa di perkecil ? agar tidak terlalu mencemari lingkungan, bagaimana caranya?
3.apakah baik untuk proses peleburan dengan menggunakan kokas yang sudah di gunakan ? namun kokas tersebut masih membentuk batu kokas sperti awal.

terimakasih sebelumnya,,,

m.fachrudin fadillah
Politeknik Manufaktur ceper

28 10 2010
muh.uzair

asslmkm…mf teman2 saya ingin menanyakan tentang dasar teori cacat missrun itu seperti apa yah? dan penyebabnya apa?

terimaksih..

24 11 2010
ORTEGA

kalau ada yang kurang minta bantuannya ya,,kira-kira begini kawan

Adalah cacat yg terjadi karena logam cair tidak mengisi seluruh rongga cetakan sehingga benda cor menjadi tidak lengkap atau ada bagian yg kurang dari benda cor.
Penyebab:Ketidakseragaman benda cor, shg mengganggu aliran dari logam cair, Benda cor terlalu tipis, Temperatur terlalu rendah, Kecepatan penuangan yg terlalu lambat, Lubang angin yg kurang pada cetakan, Penambah (riser) yg tidak sempurna, Ukuran saluran masuk, runner, & sprue, Penempatan saluran masuk yg kurang tepat, Persebaran saluran masuk yg tidak merata.
Pencegahan
Temperatur tuang jangan terlalu tinggi
Kecepatan penuangan yang tinggi
Jumlah saluran harus ditambah dan logam
cair harus diisikan secara seragam dari
beberapa tempat pada cetakan
Lubang angin harus ditambah
Lubang angin pada inti harus cukup

30 10 2010
Karyo Sanyoto

Apakah ada perusahaan pengecoran logam / cast iron (semacam yang di ceper klaten dan tegal) yang ada di daerah Bekasi dan sekitarnya?

10 11 2010
ORTEGA

banyak kawan, fero & non fero. anda mau bikin apa?

10 11 2010
Alona Kaunang

mohon informasi majalah-majalah yang terkait dengan metal ada apa aja?

selain indometalworking..

Thx

19 06 2011
dimas dwi kristanto

Selamat…

Semoga bisa bermanfaat dan menjadikan wadah dari pengembangan ilmu foundry di Indonesia. Saya sampaikan terima kasih kepada rekan2 yang mau membagi ilmu dan pengalamannya,

Terima Kasih

HAPLI:
Sdr Dimas. Ditunggu partisipasinya.
Terima Kasih.

11 11 2011
erhan

mw tanya pak,,kalo misalkan cairan logam yang tidak homogen khususnya pada proses peleburan FCDSiMo penyebabnya apa??dan bagaimana penyelesaiannya???terima kasih

14 11 2011
R. Widodo

Yth mas Erhan

Paduan SiMo pada FCD diberikan untuk meningkatkan sifat bahan terhadap suhu tinggi maupun perubahan suhu. Si bisa dibubuhkan sampai dengan 5% sedangkan Mo rata-rata 1%, pada kandungan C = 3.2 – 3.6%. Akibat Si yang tinggi, FCD ini dengan demikian memiliki CE yang hipereutektik serta hanya diaplikasikan untuk komponen-komponen tipis yang digunakan pada suhu tinggi seperti exhaust manifold.

Ketidak homogenan struktur sering terjadi pada komponen yang “terlalu” tebal, sebab pada FCD hipereutektik akan terdapat grafit primer yang cenderung mengambang kepermukaan atas.

Mo diberikan untuk meningkatkan ketahanan dan kekuatan bahan pada suhu tinggi. Semakin tinggi Mo, maka ketahanan maupun kekuatannya semakin tinggi pula, namun diikuti dengan penurunan ductility akibat tersegregasinya karbida Mo dibatas-batas butiran.

Jadi untuk mencegah inhomogenitas akibat floatasi grafit, perlu Anda temukan kandungan Si yang tepat untuk ketebalan produk Anda. Semakin tebal produk, maka Si harus semakin rendah.

Semoga berguna

14 11 2011
erhan

terima kasih banyak pak..
.

17 11 2011
rangga

pa saya mau bertanya,untuk pengujian mampu alir pada aluminium. apa saja yang dijadikan sebagai standarisasi pengukuran mampu alir pada aluminium jika ingin membandingkan mampu alir antara material, yang berkaitan dengan jumlah ingot dan scrab yang digunakan dan unsur paduannya. hal apa saja yang bisa dijadikan sebagai standarisasi jika material Al yang satu lebih baik dari material Al yang lain?
terima kasih

16 12 2011
arif

permisi bapak/ibu anggota HAPLI,
mau menanyakan ni, mengenai core pada proses LPDC.
disini untuk menghancurkan core sebelum di chipping harus di kalsinasi terlebih dahulu, apa ada cara lain untuk melunakkan core (pasir resin) selain proses kalsinasi? (misalkan ada cairan apa gt yg bisa)
tjuannya agar mengurangi cycle time yg terjadi.
trimakasih.

25 02 2012
qorib

Saya mau tanya pak,permasalahan kami waktu penuangan jenis material karbon steel sering mangalami pinhole pada produk 1/3 penuangan yang terakhir,padahal pada saat itu sudah kita tambahkan unsur casi dan Al namun hasilnya masih sama,apa mungkin pengaruh suhu cairan yang menurun ? namun untuk menaikan suhu dengan kapasitas sedikit sangat beresiko pada mesin kami pak,kira-kira adakah solusi yang lain ?

15 03 2012
fajar martalasa

pada rekan 2 haplisekalian saya mau nanya..
1. klo pengaruh sintering tidak sempurna maksud nya waktu panjangnya holding di kurangi sehigga lining tersebut jadi tidak ada lapisan kristal ataupun lapisan padatan (hanya ada lapisan serbuk)apa aja pengaruh nya?
2.pengaruh bottom lining terlalu tipis apa aja yang terjadi&akibatnya?
3.pada terjadinya penetrasi bagian bottom itu dikarenakan sintering nya yang tidak sempurna atau lining bottom yang terlalu tipis?
mohon bantuan nya yang jelas dan sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

15 03 2012
R. Widodo

Yth mas Fajar.

1. Fungsi lapisan terluar hasil proses sintering (lapisan keramik) adalah untuk: menahan pengaruh kimiawi, panas tinggi maupun gaya2 mekanikal yang terjadi selama proses peleburan. Dengan demikian ketebalan lapisan ini harus cukup. Apabila lapisan ini tidak ada atau kurang tebal sehingga habis sebelum terbentuk lapisan baru pada saat peleburan, maka lining akan bereaksi dengan cairan dan menghasilkan terak (pengaruh kimia), meleleh (pengaruh panas) bahkan tererosi ataupun deformasi (pengaruh mekanikal) sehingga cepat menjadi tipis atau bahkan ambruk.
2. Bagian lining yang menerima semua pengaruh tersebut pada poin 1 adalah bagian bawah (bottom) khususnya mekanikal. Maka tentu bagian ini harus lebih tebal dari bagian lain.
3. Penetrasi (meresapnya cairan kebagian lining) pada umumnya disebabkan karena pemadatan lining yang kurang baik (densitas setelah pemadatan tidak sesuai dengan spek bahan), terutama bila kurang padat.

Semoga berguna.

15 03 2012
fajar martalasa

Yth pak widodo
pada sintering yang kurang sempuran dan bottom yang tipis terjadi penetrasi di bagian bottom dari kedua faktor tersebut mana yang lebih cenderung mengakibatkan penetrasi?

18 03 2012
R. Widodo

Yth mas Fajar.

Tolong Anda definisikan “penetrasi” yang dimaksud dengan lebih jelas.

15 03 2012
mansur hidayat

dear hapli,,,,
mohon bantuanya rekan – rekan foundry.
saya coba melakukan proses sintering aluminos-silikat untuk induksi 150 kg. saya sudah coba terapkan waktu untuk sintering sesuai dengan yang ada di HAPLI, tetapi untuk material saya hanya menggunakan scrap BDU.
Hasilnya “terjadi peronggaan pada bagian sudut antara bottom dengan lining bagian samping”.
yang ingin saya tanyakan:
1. apakah material untuk sintering mutlak harus blok sintering?
2. bagaimana solusi untuk menghindari peronggan lining pada saat sintering?
mohon pencerahanya, terima kasih banyak sebelumnya.

18 03 2012
R. Widodo

Yth mas Mansur.

Peronggaan yang Anda maksud disebut dengan “elephant foot” atau “kaki gajah”. Hal ini dapat terjadi apabila:

a. Pertemuan lining antara dinding dengan dasar tanur tidak padat.
b. Pada saat proses sintering, kenaikan suhu cairan yang telah terdapat didasar tanur lebih cepat dari proses pencairan, sehingga menjadi terlalu panas.

Untuk point a dapat Anda atasi dengan pemadatan yang lebih baik dan atau mengubah konstruksi lining former agar pada pertemuan dinding-dasar tidak bersudut tajam.

Point b dapat diatasi dengan:

a. Gunakan blok sinter sehingga pemanasan dapat lebih mudah dikendalikan.
b. Panaskan blok sinter hingga menjelang cair, kemudian holding pada suhu tersebut hingga suhunya homogen. Ingat, pada saat ini belum boleh ada cairan menetes.
c. Setelah suhu blok sinter homogen, dengan menaikkan daya maka ia akan mencair dengan cepat. Dengan demikian overheat dapat dicegah.
d. Lanjutkan proses sintering sebagaimana lazimnya.

Semoga berguna.

20 04 2012
dy

Mau tanya pak.. Kebetulan raw material yang dipakai untuk FC kami adalah engine block.. Nah engine block itu berkarat, nah pertanyaan nya seberapa besar pengaruh karat raw material ke hasil cairan logam dan hasil akhir? lalu bagaimana cara menghilangkan nya saat proses heating?

Dan satu lagi, steel saya saat ini banyak mengalami keropos, apa penyebab umum nya? Bagaimana desain tab in dan riser yang baik pada steel sand moulding? Soale kita belum lama memproduksi steel.. trims..

21 04 2012
R. Widodo

Yth mas Dy.

Karat dipermukaan bahan adalah Fe2O3 (oksida besi). Semua oksida akan menjadi terak. Jadi konsekuensi menggunakan bahan berkarat adalah produksi terak yang banyak. Pengaruh banyak terak terhadap proses Anda adalah:
a. potensi cacat akibat inklusi terak naik,
b. tambah biaya untuk removing terak,
c. umur lining lebih pendek.

Karat tidak dapat dihilangkan dengan cara heating dalam tanur induksi saat peleburan. Untuk menghilangkannya sebaiknya bahan baku dishootblast terlebih dahulu sebelum charging.

Steel casting memiliki karakteristik proses yang berbeda dengan besi cor, antara lain:
a. suhu peleburan dan pouring tinggi sehingga memiliki susut baik pada tahap kristalisasi maupun solid yang besar.
b. waktu solidifikasi pendek (cepet menjadi beku).
c. tidak mengandung grafit yang mengkompensasi susut kristalisasi.
d. unsur2 kandungan yang mampu mencegah oksidasi sedikit.
e. sifat mekanik yang dituju sebagian besar baru dicapai melalui proses heattreatment.

Keropos pada baja cor umumnya disebabkan oleh shrinkage dan gas. Untuk menghitung sistim saluran maupun penambah, saya lihat blog ini telah memberikan pemahaman yang cukup baik, silakan Anda kunjungi halaman forum teknik pengecoran logam, disitu ada artikel tentang teknik perancangan pengecoran. Diskusi bisa kita lanjutkan diforum tersebut.

Semoga membantu.

27 04 2012
halim prawira

Assalmu`alaikum.
Saya halim mahasiswa D3 t.mesin.
pak, saya mau Tugas Akhir (TA) tentang komposisi paduan besi cor nodular.
mohon untuk diberikan info mengenai referensi buku-buku yang menunjang mengenai perhitungan paduan besi cor .
Terimakasih banyak pak.

27 04 2012
R. Widodo

Yth mas Halim.

Anda bisa gunakan:

ASM Metals Handbook vol 1 dan 15.
Foseco Ferrous Foundryman Handbook.
Karsay Stephen I, Ductile Iron.

Semoga membantu.

28 04 2012
halim prawira

Terimakasih banyak pak.

13 05 2012
regi poliban

assalamualaikum pak
Mau nanya pak cmpuran yang tepat untuk pengecoran logam pada sepeda itu apa pak?
Dan treatment apa yang cocok untuk campuran sepeda yang terbuat dari alumunium?

20 06 2012
rafie

Assalamu`alaikum.
Mohon dijelaskan ukuran dan gambar kalau ada spesimen keel block untuk dua batang uji sampel tarik. dan bahan yang biasa digunakan dalam cetakan tersebut. Terimakasih

21 06 2012
R. Widodo

Yth mas Rafie.

Coba Anda lihat di ASTM E8/E8M Standard test methode for Tension Testing of Metallic Materials.

Semoga berguna.

4 12 2012
Rozaq

Asalamualaikum,,

Pak saya mau nanya material yang cocok untuk pembuatan casting pada ekcavator seperti bagian (boom top bos, boom foot boss, bushing, boom center boss stick center boss). kalau menggunakan S35C cocok ga dan perlu di hardening atau tidak,

teimakasih, mohon bantuannya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 81 other followers

%d bloggers like this: