Pedoman peleburan Al/Al paduan

Aluminium dan Aluminium paduan dapat dilebur dengan baik, tanpa kontaminasi gas Hidrogen, bila pokok-pokok penting proses peleburan dikuti dengan tepat dan cermat. Disamping itu bahan baku yang bersih, tanpa pemuatan tambahan serta proses-proses yang mengaduk cairan (modifikasi, grainrefining), akan sangat mengurangi potensi kontaminasi gas tersebut.

Yang paling utama pada proses peleburan Aluminium/Aluminium paduan adalah: “PERHATIKAN DENGAN SAKSAMA POKOK-POKOK PENTING PROSES PELEBURAN”.

Pokok-pokok penting proses peleburan Al/Al paduan.

  1. Pemanasan tidak lebih dari 770 oC. Diatas temperatur tersebut akan terjadi kontaminasi gas H2 yang besar sehingga menjadi porositas pada produk cor.
  2. Gunakan selalu bahan baku dan alat-alat yang bersih dan kering. Al-ingot dari dari pabrik Aluminium sekunder bersertifikat hasil analisa merupakan pilihan terbaik pada proses ini. Untuk penggunaan bahan daur ulang maupun skrap, perhatikan kebersihannya (pasir cetak, oli, air, sampah dll).
  3. Krusibel harus bebas retak dan bersih dari dari sisa-sisa cairan maupun kotoran lainnya sebelum proses dimulai. Sisa cairan yang umumnya berupa oksida akan mengakibatkan terbentuknya inklusi-inklusi keras didalam produk serta menjadi tempat gas-gas menempel atau terjebak. Sedangkan retak rambut sekalipun tidak tertembus cairan namun akibat tekanan yang tinggi diruang bakar (terutama pada tanur berbahan bakar minyak) akan dapat dilalui oleh gas-gas sisa pembakaran (khususnya H2) sehingga masuk kedalam cairan.
  4. Bahan baku hanya dimuatkan kedalam krusibel yang telah panas. Demikian halnya peralatan, harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan.
  5. Perhatikan bahwa Aluminium paduan bebas Cu dilarang dilebur menggunakan krusibel bekas Aluminium berpaduan Cu. Pada umumnya Cu akan mengendap didasar dan atau tersisa pada dinding krisibel sehingga selalu akan menaikkan kandungan Cu pada bahan hasil proses peleburan selanjutnya. Untuk kasus seperti diatas, sebaiknya sebelum melakukan proses peleburan Al paduan non Cu, terlebih dahulu dilakukan proses peleburan antara dengan tujuan untuk membersihkan sisa-sisa dan endapan Cu dari dalam krusibel.
  6. Kontrol temperatur setelah pencairan harus sangat diperhatikan serta serendah mungkin sehingga kontaminasi gas dapat ditekan. Holding temperatur dianjurkan hanya sedikit diatas suhu liquidusnya. Barulah menjelang proses penuangan, temperatur dinaikkan hingga temperatur tapping secepat mungkin.
  7. Perbandingan ramuan antara ingot dengan bahan daur ulang yang baik adalah 40 : 60. Dengan catatan perbandingan dapat berbeda hanya dengan menambahkan persentase ingot. Perbandingan ramuan sebaiknya dipertahankan tetap, sebab perubahan yang sering dilakukan hanya akan menurunkan kualitas hasil peleburan.
  8. Bila proses peleburan disertai dengan pembubuhan bahan aditiv (modifikasi, grain refining dll) perhatikan bahwa bahan-bahan tersebut harus kering (kelembaban maksimum 0.1%). Pengeringan dapat dilakukan dengan cara pemanasan awal baik didalam tungku pemanas ataupun memanfaatkan udara panas buangan dari tanur krusibel. Perlu diketahui, bahwa pada umumnya bahan-bahan tersebut bersifat higroskopis. Pada penyimpanan dalam waktu lama serta akibat dari kelembaban udara biasanya memiliki kelembaban 0.5% – 1%.
  9. Permukaan cairan Aluminium selalu diselimuti oleh Al2O3. Selimut ini penting bagi pencegahan kontaminasi gas lainnya sehingga harus selalu dijaga utuh. Bila selimut ini rusak, akan segera terbentuk selimut baru sebagai hasil reaksi antara cairan Al dengan udara. Hasil sampingan dari reaksi tersebut adalah gas H2 yang masuk kedalam cairan. Disamping itu, mengingat berat jenis oksida aluminium mirip dengan Aluminium itu sendiri, maka pada saat rusak oksida ini dapat tenggelam dan menjadi inklusi.

138 responses

26 08 2009
wahid

Dear guru-guru saya,

Tolong dong share mengenai cara peleburan untuk AL bronze, dari urutan masuk material, dan paduan yang digunakan apa aja, dan masalah apa yang biasa di hadapi dalam peleburan material tersebut..

sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

wahid

26 08 2009
R. Widodo

Sedikit urun rembug.

Al bronze dapat dilebur dengan tanur-tanur yang umum diaplikasikan di industri pengecoran logam. Hanya saja perlu setingan daya peleburan sedemikian rupa sehingga seluruh bahan baku dapat dicairkan dan mencapai temperatur penuangan secepat-cepatnya.

Covering pada proses peleburan sangat dianjurkan untuk mencegah penyerapan gas dari udara dan menghambat pembentukan oksid. Terdapat berbagai covering mitle yang dapat diperoleh dari suplier atau gunakan saja oksida aluminium (Al2O3).

Khusus untuk peleburan dengan tanur induksi, reduksi daya sedemikian rupa agar tidak terjadi stiring yang terlalu besar serta mampu merobek lapisan oksida dipermukaan sehingga mencemari cairan.

Gunakan bahan baku berupa ingot yang telah memiliki komposisi baku, mengingat memadukan Al (koreksi) kedalam Cu cair memiliki faktor kesulitan yang tinggi.

Berikut adalah tips proses peleburan Al Bronze bagi pengguna cruicible furnace:

1. Sebelum peleburan, krus dalam keadaan bersih dari terak dan mendapatkan pemanasan awal.
2. Set pengapian sedikit oksidasi (angin berlebih) untuk mencegah terjadinya sisa bahan bakar.
3. Pemuatan sedapat mungkin tidak melebihi tinggi krus. Letakkan ingot dibagian bawah, baru return scrap (max 30%) diatasnya.
4. Panaskan awal terlebih dahulu bahan baku pada pemuatan selanjutnya. Serta selesaikan seluruhnya ketika bahan didalam krus baru setengah cair.
5. Degassing normal, baik dengan tablet degassing maupun dengan N2 bubble gas. Pada proses peleburan dapat terjadi over gas yang tidak dapat diatasi dengan proses degassing. Bila hal ini terjadi, sebaiknya cairan dicor ke blok ingot saja untuk digunakan kembali kemudian.
6. Jangan ditunda lagi. Begitu temperatur penuangan tercapai, skiming/slaging, taping dan pouring dengan tenang dan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Mudah-mudahan berguna.

27 08 2009
wahid

dear pa widodo,

Terima kasih pak untuk saran mengenai peleburn AL bronze.nanti akan saya coba saran tersebut pak.

kalau boleh saya ada pertanyaan lain pak.
dalam pengecoran bronze (BC6), saya sering kali dihadapkan pada defect porous gas / pin hole, saya sudah coba untuk kontrol semua hal, mulai dari proses pengeringan semua hal sampai proses peleburannya juga. yang ingin saya tanyakan :

1. Dalam proses peleburan BC6 tersebut kami hanya menggunakan CuP5, apakah fungsi dari CuP5 tersebut ? sebagai degasser atau refiner?

2. Apakah ada bahan lain yang harus ditambahkan pada proses peleburan BC6 untuk mengurangi tingkat porous gas dalam casting?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Wahid.

28 08 2009
R. Widodo

1. CuP (phosporcupper) biasanya digunakan untuk proses degassing pada peleburan tembaga, kuningan maupun perunggu. Namun juga diaplikasikan sebagai bahan alloying pada proses peleburan phosporbronze maupun bahan-bahan paduan tembaga lainnya yang membutuhkan phospor didalam komposisinya.

2. BC6 memang bertendensi gas porosity yang tinggi. Prosedur proses peleburan yang cermat sebagaimana uraian sebelumnya, serta telah semakin lengkap dengan tambahan uraian dari pak Sonny Dj, sebaiknya Anda aplikasikan terlebih dahulu sebelum mempertimbangan untuk menggunakan bahan-bahan tambahan lain yang kemungkinan akan menimbulkan permasalahan baru bagi material Anda.

Semoga bermanfaat.

28 06 2010
Rinto

dear Pak Widodo,

Pak mo nanya jenis material ini : Compacted Graphite Iron ( CGI )….. jensi material apa ya pak…? dan apa bedanya dengan Graphite Iron yg laen. Mohon dibantu Pak . Thanks.

Rinto . V
Fo 00-03

28 06 2010
Rinto

sorry pak moderator…topic sy slah alamt. hrs nya di forum feroous. Pak Widodo, sialkan direspond di forum ferrous yach…many thanks.

Rinto .V
FO 00-03

27 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Rekan-rekan Yth…

Uraian Pak Widodo sudah lengkap, sedikit sumbang saran…

Pada pembuatan Al-bronze ada beberapa hal yang digunakan sebagai In Plant Standard:
1. Gunakan Al-bronze + Al (koreksi)
2. Apabila hanya digunakan bahan masukan Cu, maka tambahkan unsur-unsur pemadu dalam bentuk master alloys Cu-40Ni(monel), Al-40Cu dan Sn-20/40Cu atau dengan kadar yang mungkin bisa dibuat. Pemasukan pemadu murni relatif tidak mudah, membutuhkan waktu lama serta mudah menyebabkan pelarutan gas.
3. Master alloy adalah DIY, kecuali monel yang merupakan bahan komersial, maka Al atau Sn merupakan bahan yang dilebur awal, kemudian masukkan sedikit demi sedikit potongan kecil Cu tanpa menyebabkan pembekuan leburan. Tuangkan ke dalam cetakan ingot dengan ukuran yang memudahkan penimbangan.
4. Apabila dalam calculation charge terdapat bahan baku return scrap yang sebelumnya melalui proses degassing, deoxidation dan/atau innoculation, gunakan tidak lebih dari 20%.
5. Penambambahan master alloys dilakukan sesaat setelah leburan dasar Cu selesai melebur seluruhnya. Master alloys sebelumnya dipanas-awalkan. Apabila jumlah penambahan hanya sedikit, dapat dilakukan secara stream alloying.
6. Cara terbaik dalam pembuatan Al-bronze adalah melebur secepat mungkin dari keadaan hot crucible, pemaduan secepat mungkin, temperatur tapping serendah mungkin hanya untuk kompensasi penurunan temperatur pada tapping dan pouring, dan pouring secepat mungkin pula. Kalau mungkin hindari proses deoksidasi dan degasi. Lakukan inokulasi hanya untuk tuangan yang relatif tebal.
7. Pada penuangan di cetakan pasir, gunakan sejumlah chill yang kering dan sesuai dengan perhitungan pembuangan termal.

Catatan: Pembuatan master alloys tampaknya kerja tambahan, tetapi pada pembuatan Al-bronze yang rutin, cara ini jauh lebih efektif, menghemat waktu dan biaya dan serta menghasilkan kualitas Al-bronze dengan warna yang mirip antara satubatch dengan batch lainnya…. (Umumnya banyak bengkel yang membuat hari ini lebih merah atau lebih kuning dibanding yang kemarinnya).

Salam
oldfound

27 08 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Ralat No 1. di atas,
1. Gunakan hanya Al-bronze ingot + Alloying (koreksi)

Tks
oldfound

2 12 2009
hengki

Pak sy dapat bahan sisa gram alumunium dari motor yamaha,honda.gimana cara lebur yg baik spy persentasi masak hasilnya bgus.thx

28 06 2010
Rinto

dear mas hengki,

Ada rekan kita yg punya smelter Al…lokasi di jakarta. Beliau angkt.96 ( bareng pak.cecep ), sy bisa kenalin kale aja bisa belajr dr beliau …syukur2 bisa joint. Saat ini workshop nya biasa remelting Al gram dari pabrik Velg di tangerang, and ada juga lebur kaleng2 rongsok. Pokoke Alumunium smelter total…klo mo ketemu sy bisa atur . No sy available 087878807127.

Regards,

Rinto .V
FO 00-03
PT. PRIMA TIGON – Jakarta
Sales die casting products

27 06 2012
Angga

Pak rinto kok sy tlp gak bisa ya ??
banyak yg sy mau tanyakan mengenai memasak menggunakan bahan baku gram aluminium

salam kenal
angga

28 06 2012
rinto . V

Dear mas angga,

Please contact 0818720513, paruntungan (owner smelter)

28 06 2012
Angga

Sore pak rinto,
barusan sudah sy tlp pak paruntungannya..
Sebelumnya sy ucapkan banyak terima kasih.

*sukses selalu untuk kita semua

16 07 2012
taufan

pak rinto sy mau tanya, sy memasak almunium kaleng. kok susut sy sekitar 25% ya pak, itu knp ya pak? sedangkan sy dah aduk sebelum tuang kecetakan, apa memang susut nya sebanyak itu? thanks

13 11 2012
peot

YIELD SCRAP KALENG MEMANG KISARAN 78%-80%. LAIN KALI SESUAIKAN HARGA DENGAN YIELD SCRAPNYA TERLEBIH DAHULU.

23 09 2013
yuda

Selamat malam pak. Rinto

saya sedang skripsi tentang tungku induksi, apa bapak rinto bisa membantuh saya untuk membuat tungku induksi ??

terimakasih.

28 06 2010
RINTO

mas hengki,

Sy ada kenal smelter Al di jakarta. Owner nya orang Fo juga (angkt.96). Mungkin bs sy kenalin, untuk liat2 ditemapt beliau bgaimana proses masak gram…sy bs atur pertemuan nya. No sy 087878807127. Thanks

Rinto .V
Foundry 00-03

28 06 2012
Aji

Sore pak..
saya aji, sy baru saja belajar untuk memproduksi aluminium ingot
sekarang hasil prosuksi saya perbulan baru mencapai 40 ton
dan jujur, saya agak kesulitan untuk memasarkan /menemukan pembeli untuk aluminium ingot tsb.
sekiranya agar bapak bisa memberikan panduan kepada saya

terima kasih

0811 820 5536

5 01 2010
Trie sya

Hai,assalamualaikum
bhan baku hanya AL aja y…
Krim dunk tentang proses part way dlm tepung talas..

13 06 2010
arfati

askum…
mau tanya…Kenapa sih kug terjadi udara terjebak dalam casting?apa saja faktornya dan apa yang bisa digunakan untuk mencegahnya??
trims..

14 06 2010
R. Widodo

Udara terjebak didalam casting karena memang tidak mendapatkan jalan untuk keluar. Pada proses die casting udara berasal dari dalam cavity dan dari cairan logam yangf dicorkan. Sedangkan pada sand casting selain dari kedua sumber tadi masih tambah udara/gas yang berasal dari binder serta uap air. Jadi udara/gas itu memang sudah ada sejak sebelum dicor.

Bagaimana mencegahnya…?

1. Kenali dulu asal usul dari udara terjebak tersebut, sebab untuk masing-masing ada tekniknya sendiri.
2. Untuk udara dari cavity butuh saluran pengeluaran yang tepat baik ukurannya maupun posisi penempatannya.
2. Untuk gas dari dalam cairan, akan terbentuk terus selama proses pembekuan. Jadi, kembangkan proses peleburan yang mampu mengeliminasi gas dari dalam cairan sebelum dicor. Terutama aluminium melting memang sangat rentan terhadap pembentukan gas H2.
3. Untuk gas dari binder ataupun uap air, seperti juga gas dari dalam cairan, usahakan sesedikit mungkin, misalnya gunakan RCS dengan binder rendah atau pemanasan core sampai kuning tua/coklat, keringkan semua peralatan atau jangan gunakan pasir greensand.

Good luck.

R. Widodo
Polman Bandung

28 09 2010
dina

Pak, saya ingin menanyakan pengaruh minyak terhadap produk coran aluminium..
apakah meberikan efek yang negatif?
atau adakah perlakuan khusus untuk part yang sudah terkena oli sehingga dapat digunakan dlm proses casting?

terima kasih atas infonya.

salam,
dina

5 10 2010
R. Widodo

Pada prinsipnya clean input akan menghasilkan low cost process dan clean output. Sedangkan dirt input akan menuntut high cost process dan clean output + dirty. Seringkali dirty itu tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari produk sehingga menimbulkan cacat.

Maka, for the best result: choose only clean material. Atau: do the cleaning process before using the material.

Good luck

29 09 2010
Sonny Djatnika SD

Pengecoran yang baik selalu melakukan kerja awal penyiapan bahan yang baik, termasuk pemroses bahan sekrap beli dan/atau sektrap balik. Pemrosesan termasuk seleksi dan penotiran, pencucian (deoiling, rinsing & washing), pengeringan dan pembriketan/kompkasi. Berbagai jenis oli, lemak dan lilin dibersihan oleh larutan asam, basa atau garam. Pemrosesan membutuhkan tambahan biaya produksi, akan tetapi diimbangi dengan kecilnya losses pada peleburan dan/atau rendahnya reject rate produk akibat cacat tuang….

salam
sd

8 05 2014
tohirin

Assalamualaikum.. maaf pak mau nanya.. ditempat ku kerja scrap aluminium di buat briket (pembriketan) tp di meltingnya ada masalah banyak asap dan briket susah dilebur.. pertanyaannya sbenarnya fenomena itu knp? Trus apakah ada caranya untk meminimalisir atw mungkin menghilangkan asap dan supaya briket mudah dilebur gmn?

9 05 2014
R. Widodo

waalaikumsalam

Yth mas Tohirin

Pada prinsipnya setiap benda yang massive, compact, padat, densitas tinggi akan menuntut enerji peleburan yang lebih besar. Jadi dengan menggunakan furnace yang sama tentu akan mengakibatkan waktu peleburan yang lebih lama atau menuntut penggunaan bahan bakar yang lebih banyak. Belum lagi aluminium scrap yang dibriketkan akan mengakibatkan oksida2 dipermukaan material bercampur keseluruh material menyebabkan secara umum suhu lebur material ikut naik. sedangkan asap berasal dari kotoran dipermukaan yang tercampur bersama material.

Proses peleburan dengan tungku krusibel tidak disarankan menggunakan bahan yang dibriketkan. Terurai lebih baik.

Semoga berguna.

9 05 2014
tohirin

Kira2 ada caranya gak pak untuk meminimalisir masalah tersebut.mengingat kita sudah menginvestasikan pengadaan mesin briket?

10 05 2014
R. Widodo

Yth mas Tohirin

Maaf, bagi saya justru briket itu masalahnya. Tentu Anda sendiri sudah faham, sebelum dibriketkan, tidak muncul masalah tersebut.

Semoga membantu.

5 10 2010
cekerayamx88

Maaf kemarin tergesa-gesa….

Pengecoran yang baik selalu melakukan kerja awal penyiapan bahan yang baik, termasuk pemroses bahan sekrap beli dan/atau sektrap balik. Pemrosesan termasuk seleksi dan penyotiran, pencucian (deoiling, rinsing & washing), pengeringan dan pembriketan/kompkasi. Berbagai jenis oli, lemak dan lilin dibersihan oleh larutan asam, basa atau garam. Pemrosesan membutuhkan tambahan biaya produksi, akan tetapi diimbangi dengan kecilnya losses pada peleburan dan/atau rendahnya reject rate produk akibat cacat tuang….

Keaktifan H terhadap Al sangat lah besar dan menjadi tiba-tiba membesar secara drastis pada sekitar 100 C di atas titik lebur AL-paduan. Akibatnya saat jumlah H (dari air atau oli) akan terserap sebagai mono-atomis di dalam atom Al. Apabila ini terjadi, maka tidak ada lagi yang dapat diselamatkan, sebaikinya logam tidak dituang ke cetakan, bahkan tidak terselamatkan walau melakukan flushing dengan bahan dingin. Segera ingot-kan leburan, kemudian setelah mendingin, bisa dimasukkan lagi ke dalam tungku….

Saat H terserap, maka saat logam membeku dan mendingin pada area mushy zone (solid+likuid):
1/ sand molding, monoatomis H menjadi diatomis gas H2 dan tereksitasi dari dalam butiran, terperangkap di antara solid dan likuid pada batas butir yang sedang tumbuh. Ini menyebabkan blow holes di bagian dalam, Casting akan keropos merata sampai ke dalam.
2/ permanent molding, H dipaksa tetap di daklam butiran, namun saat mencapai temperatur sensitisasi, akan terbentuk H2 yang lari ke atmosfer menyebabkan rekahan pada casting….

Bisa dibayangkan bahwa 1 gram oli dan/atau air secara teoritis akan membentuk udara sampai lebih dari 22 liter gas. Sekecil apapun yang kemudian terperangkap di dalam leburan, akan cukup berbahaya,

salam
sd

3 11 2010
dina

Terima kasih Pak atas jawaban yang diberikan.
benar sekali Pak, dirt material akan menghasilkan low quality product.
akan tetapi, yang terjadi di pabrik adalah begitu banyak part yang terbuang karena adanya defect, misalkan sehabis proses machining, sehingga sudah terkontaminasi dengan oli.

kalo boleh, saya ingin menanyakan lagi Pak.
beberapa waktu lalu, kami mengadakan proses heat treatment T6 pada paduan al-Si. kekerasan meningkat, akan tetapi muncul bintik atau yang dikenal dengan istilah blister.
kenapa ya pak blister ini bisa muncul?apakah itu adalah respon gas yang terjebak dan ketika temperatur dinaikkan, gas berusaha keluar dan mengakibatkan bintik di permukaan?

terima kasih banyak atas ilmu yang diberikan :)

3 11 2010
R. Widodo

Benar, blister di permukaan produk cor barbasis Al pasca heat treatment memang berasal dari upaya gas hidrogen (H2) untuk keluar. Jadi semakin banyak gas H2 yang terjebak, maka potensi terjadi bintik blister semakin besar. Maka untuk menghindarinya:

1. Gunakan bahan baku dan proses yang tidak menyebabkan terbentuk gas H2 (H2 umumnya berasal dari kelembaban bahan (H2O), sisa-sisa oli (CxHy) dan proses peleburan dengan pengapian reduksi (excessive fuel).
2. Degassing process properly.
3. Lowest melting and holding temperatur
4. Bring to tapping temperature rapidly.
5. Don’t exceed 780 oC. Lebih baik menaikkan mold temperature dari pada pouring temperature (die casting)

Sedikit tambahan tips untuk mengurangi (menyembunyikan) blister (mudah but not the best choice) adalah dengan melakukan aging pada temperatur lebih tinggi, namun waktu lebih singkat. Sehingga gas bergerak tidak sampai ke permukaan.

Semoga berguna.

18 04 2012
nelson

Dear Pak Widodo,

Mohon tanya dalam AL-SI alloy product, apakah mungkin process T6 treatment dapat mendorong gas H2 yang terjebak di dalam alluminium casting keluar mendekati permukaan?

Apakah ini mungin terjadi? apalagi T6 heat treatment dilakukan dibawah melting point yang asumsinya part tidak akan mencair dan tidak akan terjadi perubahan posisi pada gas H2 yang terjebak di dalam. Terimakasih

Regards,
Nelson

19 04 2012
R. Widodo

Yth mas Nelson

Atom2 hidrogen yang tersebar didalam logam dapat mengumpul berkoloni (terutama pada suhu tinggi) karena tekanan yang menjadi besar serta jarak antar atom logam yang dihuninya semakin renggang. Koloni atom hidrogen yang yang berupa gas H2 dan berada dekat dengan permukaan, mendesak kulit permukaan sehingga meledak dan menimbulkan bintik2 kecil yang kita sebut dengan blister.

Kasus blistering tidak hanya ditemukan pada logam Al, melainkan juga pada baja2 paduan setelah mengalami proses heattreatment.

Semoga berguna.

19 04 2012
nelson

Dear Pak Widodo,

Terimakasih atas masukannya. Satu pertanyaan lagi pak, blister berarti terjadi karena gelembung H2 yang terjebak di dalam casting part terdorong keluar ke permukaan karena tekanan yang tinggi dan melebarnya jarak atom, sehingga menimbulkan rongga di surface. Bisa mohon tanya pak, kira2 dalam process T6 heat treatment (al-si alloy), dari pengalaman bapak, pergerakan gelembung h2 itu bisa mencapai berapa milimeter dari posisi awal (dispacement)? Terimakasih

Best Regards,
Nelson

19 04 2012
R. Widodo

Yth mas Nelson

Sepertinya belum ada penelitan tentang itu. Beberapa parameter yang perlu diperhatikan dalam pergerakan gas H2 pada proses heattreatment adalah:
a. jenis bahan (jarak atom dan koefisien muai)
b. suhu pemanasan
c. waktu pemanasan

Bagi saya pribadi, mengatasi blister dengan mengurangi potensi pembentukan H2 pada saat peleburan jauh lebih mudah dari pada mencari suhu maupun waktu treatment yang tidak menimbulkan blister.

Semoga berguna.

19 04 2012
nelson

Trims berat pak widodo atas tanggapannya

12 01 2011
willy logam

salam sejatera

pak saya ngecor bronze dengan crusibel sering keropos apakah tanda tanda kalau bronze sudah layak tuang misalnya dari warna cairan, pada saat proses pengecoran bahan srcrap lansung masuk tampa di bersih apakah ada efek keropos untuk hasil casting dan apakah bahan scrap bronze tidak boleh kecampur kuningan cetakan dengan semen proses mohon penjelasannya.

hormat saya
willy logam 08161334740

1 06 2011
maman kartaman

mohon pencerahanya,… saya mau membuat master alloy Al-10%Fe dan Al-10%Cr serta Al-10%Ni, bagaimana cara memasukkan atau melarutkan elemen Fe, Cr dan Ni tersebut kedalam molten metal Al mengingat ketiga unsur tersebut melting pointnya jauh lebih tinggi dibanding Al. apakah dalam membuat paduan dengan elemen pemadu yang melting pointnya lebih tinggi musti dalam fasa cair juga atau tidak musti?
terimakasih sebelumnya

wassalam
maman k

3 10 2011
dina

selamat sore rekan2 HAPLI,
di tempat saya bekerja sedang dilakukan trial untuk penyaringan oli dari cutting chip aluminium dengan cara di-press. selain oli, kita juga mendapatkan hasil press cutting chip. dicoba untuk dilakukan peleburan, akan tetapi api yang dihasilkan cukup besar, karena cutting chip ternyata masih mengandung banyak oli. sudah dilakukan berbagai cara untuk mengurangi kadar oli setelah dilakukan proses press, seperti dipanaskan di dalam oven (temp. 50-60C), ditaruh di dekat furnace selama beberapa hari, tetapi api masih juga cukup besar.
saya ingin menanyakan kepada rekan-rekan, apakah ada solusi untuk mengatasi masalah saya ini. api yang cukup besar dikhawatirkan akan membakar jelaga2 yang sudah terbentuk pada ducting, sehingga dapat mengakibatkan kebakaran.
trima kasih

4 10 2011
R. Widodo

Yth mbak Dina.

Api terjadi karena flash point dari oli potong terlampaui. Jadi selama masih ada cuting oil itu, api pasti masih akan terjadi. Pemanasan pada 50-60 oC tidak akan menghilangkan oli karena oli baru akan terbakar pada flash pointnya yaitu sekitar 200 oC.

Solusinya adalah chip dicuci dahulu dengan detergent agar oli larut kemudian dikeringkan dalam tungku pada suhu 100 oC baru dipress atau dibricketkan untuk menghemat volume.

Semoga membantu.

6 12 2011
Swimbi Apritia

nanyua dong, bagaimana cara kerja grain refainer??

6 12 2011
R. Widodo

Yth mBak Swimbi

Tingkat kehalusan butiran struktur logam ditentukan oleh banyaknya nucleus atau inti kristal. Semakin banyak inti maka butiran yang tumbuh dari inti2 tersebut akan semakin banyak dan tentu menjadi semakin halus.

Proses pengintian sendiri dapat terjadi dengan dua cara, yaitu secara natur dimana gaya tarik menarik maupun tolak menolak antar atom logam sudah dalam keadaan keseimbangan sehingga atom2 membentuk inti yang berkembang menjadi butiran. Semakin cepat pelepasan enerji (proses pendinginan/pembekuan) maka semakin banyak pula inti terbentuk sehingga butiran menjadi halus.

Cara kedua adalah dengan membubuhkan “partikel” inti kedalam cairan (inti buatan yang terdiri dari oksida2 logam) dalam jumlah tertentu sehingga butiran tumbuh dari inti2 ini. Semakin banyak partikel inti dibubuhkan, maka butiran akan menjadi semakin halus. Pada proses peleburan aluminium, pembubuhan partikel ini disebut dengan “grain refining”.

Semoga membantu.

7 12 2011
Swimbi Apritia

saya memakai AL5Ti1B untuk grain refainer Al-Si. bagaimana cara kerja AL5Ti1B tersebut dalam memperbanyak inti kristal??

7 12 2011
R. Widodo

Yth mBak Swimbi.

Al5Ti1B lazim digunakan untuk bahan grain refining paduan Al. Ia akan membentuk senyawa TiAl3 dan TiB2 berupa partikel yang tersebar homogen didalam cairan Al sertra berfungsi sebagai inti kristal sebagaimana telah saya uraikan sebelumnya. Karena ukuran partikelnya juga relatif seragam (0.3-1.5 mikron), maka struktur yang terjadi pun cenderung uniform.

Beberapa keuntungan yang diperoleh dari proses grain refining dengan material ini adalah:

a. sifat2 mekanik meningkat lebih baik,
b. meningkatkan kualitas permukaan,
c. menurunkan kecenderungan retak yang ditimbulkan oleh munculnya microporosity pada batas2 butiran Al,
d. meningkatkan fluiditas cairan dan
e. struktur uniform dan homogen.

Semoga membantu.

8 12 2011
Swimbi Apritia

trimakasih atas jwbannnya
jika berkenan sy punya pertanyaa lg..
saya memakai paduan al-Si hipereutektik dan memerlukan beberapa modifier untuk memecah struktur Si proeutektik. seperti Al_P dll. dimana yah tempat membeli modifier tersebut.

8 12 2011
R. Widodo

Yth mBak Swimbi

Bahan modifier yang paling efisien dan murah adalah Na (natrium). Bahan ini mampu menggeser titik eutektik padua AlSi dari sekitar 12%-an menjadi 15%-an, dengan demikian komposisi Si sd 15% akan tetap menghasilkan struktur alfa (Al-pro) dan eutektik. Tujuan modifikasi pada prinsipnya memang mengamankan struktur agar tidak tidak terjadi struktur beta (Si-pro) yang keras, khususnya pada proses sand casting.

Bahan Na yang paling mudah ditemukan ada didalam garam dapur (NaCl), dimana Na nya akan berfungsi sebagai modifier sedangkan Cl berfungsi sebagai degaser (bereaksi dengan H2 menjadi HCl). Anda bisa coba 0.1-0.2% menjelang penuangan dengan cara dijepit dan dicelupkan kedasar tanur sambil digoyang perlahan2. Anda bisa menggunakan garam balok dan keringkan dulu sebelum digunakan.

Semoga berguna.

9 12 2011
Swimbi Apritia

ooiya NaCl.. tp yg sy tau bukan Bukan NaCl sebgai garam dapur tp NaCl sebagai zat kimia. ap benar Nacl garam dapur bs digunakan?

bagaimana cara Na dpt menggeser titik eutektik sampai 15%?
thks

9 12 2011
R. Widodo

Yth mBak Swimbi

Tentang bagaimana mekanisme pergeseran titik eutektik oleh pengaruh Na ataupun bahan modifier lainnya memang belum ada kesepakatan ilmiah diantara para pakar metalurgi. Yang perlu Anda ketahui selanjutnya adalah, efek modifikasi dengan Na ini hanya berlangsung paling lama 20 menit (tergantung dari holding temperaturnya) setelah itu efeknya habis dan perlu dilakukan modifikasi ulang. Untuk efek yang sama namun waktunya lebih lama Anda bisa gunakan Sr (strontium), campuran Na-Sr, Ba (barium) ataupun Sb (antimon) yang memiliki efek hampir permanen.

Dari kemudahan diperolahnya maupun harga tentu Na tetap menjadi pilihan utama. Garam dapur NaCl asal dia dikeringkan dengan baik, secara fungsional pada proses modifikasi, tidak ada bedanya dengan garam NaCl yang dapat Anda beli di toko2 kimia.

Semoga berguna.

15 12 2011
joe

Yth Bp R. Widodo

Bagaimanakah cara penyimpanan ingot-ingot yang baik tersebut?
Dan apabila disimpan pada tempat terbuka ( tekena air hujan & sinar matahari ), pengaruh negatifkah pada ingot tersebut?

Thanks….

16 12 2011
R. Widodo

Yth mas Joe.

Secara umum hujan dan sinar matahari tidak berpengaruh signifikan terhadap aluminium ingot, sebab bahan ini secara alami sudah terlindung dari korosi oleh adanya lapisan Al2O3 dipermukaan. Namun air dapat meresap kedalam retakan maupun rongga2 porositas pada ingot sehingga ketika digunakan pada proses peleburan akan menghasilkan gas H2 yang sangat banyak dan menimbulkan porositas gas didalam produk cor.

Itu sebabnya, walaupun bahan aluminium tidak berkarat bila terkena hujan maupun panas matahari, tetap harus disimpan ditempat yang kering dan terlindung.

Semoga membantu

4 02 2012
bayu hanggara

Pak saya mau tanya, bapak punya link tempat yang jual Al-P atau Na-P apa tidak?
kalo ada minta ekomedasi tempat ya pak.
trims

6 03 2012
taufiq rachman

opik
salam hormat
sy mau tanya, adakah pengaruh peningkatan suhu pada hasil peleburan aluminium?misalnya setiap kenaikan berapa derajad akan terjadi perubahan hasil peleburan material?
terimakasih.mohon jawabannya

7 03 2012
R. Widodo

Yth mas Taufiq

Tentu saja peningkatan suhu lebur Al sangat berpengaruh terhadap terbentuknya gas, khususnya H2.

H2 terbentuk dari reaksi antara cairan Al dengan air (uap air) disekitarnya:

2Al + 3H2O —> Al2O3 + 3H2

Nah, reaksi ini akan meningkat oleh 2 hal, yaitu ketersediaan H2O (di udara, bahan baku ataupun dari peralatan yang digunakan) dan suhu Al yang dinyatakan dalam hubungan empirik:

G = k Vp, dimana

G = jumlah gas yang terbentuk [cm3/100g Al]
k = konstanta pembentukan gas, dengan k = f{suhu, basis paduan, paduan}
Vp = akar p, dengan p = tekanan gas yang terbentuk dipermukaan cairan.

Berdasarkan diagram Ransley, pembentukan gas H2 pada cairan Al adalah sbb:

660 oC = 0.9 [cm3/100 g Al]
700 oC = 1.0 [cm3/100 g Al]
800 oC = 1.3 [cm3/100 g Al]
900 oC = 1.6 [cm3/100 g Al]
dst (linier)

Itu sebabnya, pada peleburan Al, semakin tinggi suhu peleburan, semakin perlu dilakukan proses degasing.

Semoga berguna.

26 03 2012
dinda

saya mau buat paduan Al-Mg Si. saya sedikit bingung, dosen saya menganjurkan agar terlebih dulu Al di buat liquid smpe temp 900 C, dan menurut bapak berapa %wt masing2 yang harus saya campurkan untuk membetuk presipitat. mohon bantuan dan referensinya…

dinda-its

27 03 2012
R. Widodo

Yth mbak Dinda.

Secara teknis paduan aluminium – magnesium dapat mengandung Mg sampai dengan 10%. Teoritik Al dan Mg akan membentuk ikatan intermetalik Al3Mg2 serta eutektik pada kandungan Mg = 34.5% dengan temperatur 451 oC.

Kelarutan Mg didalam Al menurun dengan cepat bersama penurunan temperatur, sehingga memungkinkan pembentukan presipitat. Penurunan terjadi sbb:

451 oC: 15.35% Mg; maksimum
400 oC: 11.5 % Mg
300 oC: 6.5 % Mg
200 oC: 3.5% Mg
150 oC: 2.95% Mg
(lihat diagram biner AlMg)

Paduan AlMg cor umumnya mengandung 3, 5, 7 dan 9% Mg. Walaupun dapat dibuat presipitat (melalu solutions treatment, quench dan aging), namun praktis tidak menjadi lebih keras/kuat. Paduan ini lebih tepat digunakan sebagai high korosions resistance alloy khususnya untuk iklim alkali dan air laut.

Baik Al maupun Mg memiliki afinitas yang tinggi terhadap O2, sehingga proses peleburan tidak dilakukan pada temperatur tinggi. Urutan peleburan adalah sbb:

1. Masukkan bahan baku (Al ataupun AlSi scrap dan AlMg alloy ataupun Mg murni) sesuai perhitungan. Ingat Mg maksimum 10%.
2. Cairkan bahan sampai suhu makimum 730-740 oC dengan cepat. Lebih bagus bila dicovering dengan 0.003% berilium (Be) untuk mencegah oksidasi.
3. Ketika bahan cair dilarang mengaduk2 cairan.
4. Holding pada tempetarur 730-740 oC selama 7-10 menit untuk membiarkan terak mengapung kepermukaan, kemudian buang terak dengan hati2 agar cairan tidak teraduk.
5. Lakukan degasing dengan bahan berbasis chlor (Cl).

Referensi:
Mueller, H.J. Handbuch der Schmelz- und Legierungspraxis fuer Leichtmetalle. Schiele & Schoen. Berlin. 1977.

Shuman, H. Metallographie. VEB Deutscher Verlag fuer Grundstoffindustrie. Leipzig. 1997.

Semoga berguna.

10 04 2012
arie

salam foundry,

saya mau bertanya, ditempat saya bekerja sedang melakukan trial metoda quenching untuk menekan reject yang di akibatkan oleh jenis cacat srinkage proses yang digunakan adalah highpreasure diecasting (HD2).
Note :
proses quenching (air) selama 5 detik dilakukan setelah part keluar dari dies.
hasil trial untuk sementara ini menunjukan terjadinya penurunan reject.

mohon pencerahannya pak apakah ia metoda quenching dapat berpengaruh terhadap cacat jenis srinkage?

11 04 2012
R. Widodo

Yth mas Arie

Shrinkage terjadi akabibat terjadinya penyusutan bahan saat memasuki suhu kristalisasi (antara suhu liquidus sampai dengan suhu solidus). Diatas suhu liquidus, susut teratasi oleh feeding cairan saat proses kompresi, sedangkan dibawah suhu solidus mengingat semua material sudah dalam keadaan padat, shrinkage tidak terjadi lagi, Susut yang terjadi kemudian adalah susut geometri.

Pada proses HD (high pressure die casting), pada umumnya produk memiliki dinding yang tipis sehingga pasca kompresi segera sudah akan menjadi solid sehingga segera pula produk dapat dikeluarkan dari mold nya (produk keluar mold harus sudah solid).

Jadi berdasarkan kedua hal diatas, maka proses quenching yang Anda lakukan terhadap produk setelah keluar mold tidak ada kaitannya dengan shrinkage. Berkaitan dengan penurunan reject, saya sarankan Anda melakukan identifikasi cacat dengan lebih cermat, sehingga Anda dapat memastikan jenis cacat yang sebenarnya.

Semoga berguna.

17 04 2012
luthfi foundry 2006

assalamualaikum pak
seberapa besar pengaruh oli yang menempel pada chip2 hasil potongan terhadap kualitas molten metal (bukankah ketika di lebur lagi oli2 tersebut akan terbakar dan terurai lagi) ditempet saya bekerja chip2 hasil potongan tersebut hanya ditiriskan kemudian dilebur lagi untuk jadi ingot2 sekunder lagi dan dijadikan BDU lagi
terimakasih pak

17 04 2012
R. Widodo

Yth mas Luthfi.

Oli merupakan bahan organik yang merupakan senyawa kimia CxHy, sehingga pada saat terurai oleh suhu tinggi akan menjadi CO, CO2 dan H2. Pada pengecoran Al, H2 akan muncul sebagai gas porocity yang harus sangat dihindari. Oleh karenanya proses peleburannya selalu diikuti dengan degassing.

Pada ingot, karena masih berupa bahan baku, porositas ini tidak menjadi masalah berarti, karena pada penggunaannya dipengecoran Al kelak masih akan mengalami proses degassing.

Semoga berguna.

17 04 2012
luthfi foundry 2006

menilik dari pernyataaan no 7.
“Perbandingan ramuan antara ingot dengan bahan daur ulang yang baik adalah 40 : 60. Dengan catatan perbandingan dapat berbeda hanya dengan menambahkan persentase ingot. Perbandingan ramuan sebaiknya dipertahankan tetap, sebab perubahan yang sering dilakukan hanya akan menurunkan kualitas hasil peleburan”
pertanyaannya pak,
seberapa besar pengaruhnya terhadap molten metal klo saya pake mixing VI:BDU adalah 20:80,,bukankah selama kita bisa jaga komposisi kimia itu tidak jadi masalah pak,,yang jadi point kan komposisi kimia,kebersihan metal,hidrogen contain atau apalagi pak
terimakasih pak

18 04 2012
R. Widodo

Yth mas Luthfi.

Komposisi kimia yang bisa Anda jaga adalah yang terbaca oleh instrumen ukur komosisi Anda (spektrometry). Pada umumnya tidak lebih dari 18 unsur bahkan ada yang hanya 12 unsur. Bagaimana dengan unsur2 yang tidak terbaca?

Untuk mencegah efek buruk dari unsur2 yang tidak terbaca akibat trejadinya incess (penumpukan konsentrasi) maka jumlah penggunaan BDU secara perlu dibatasi.

Hal ini berlaku untuk ramuan yang dibakukan, artinya perbandingan tersebut dilakukan terus menerus. Sebab bila hanya dilakukan sesekali saja, misalnya untuk mengurangi penumpukan BDU akibat reject yang besar, maka efeknya tidak akan terlalu terasa.

Semoga berguna.

19 04 2012
luthfi foundry 2006

assalamu’alaikum pak
saya sampai hari masih bergelut dengan kasus inklusi pada coran A356.2
(coran = velg motor beat terjadi diarea hub)
hal2 yang sudah saya lakukan:
-menurunkan temp pouring
-kebersihan metal dijaga
-ketinggian pouring diminimalisir
-penggunaan saringan ketika pouring dengan mesh maximal
Inklusi yang dominan adalah Al203 bercampur udara (diliat dari mikroskop)
mohon solusinya pak!!!!
cor nya dari atas pak,,

20 04 2012
R. Widodo

Yth mas Luthfi

Slag inclusion bisa berasal dari cairan, bisa juga merupakan terak baru sebagai hasil reaksi antara cairan dengan udara akibat turbulensi. Dari penjelasan diatas sepertinya Anda sudah cukup banyak mencoba mencegah inklusi yang datang dari proses peleburan. Namun pengecoran dari atas (terjun) masih berisiko sangat besar membentuk turbulensi dan terak baru.

Coba Anda lihat apakah saluran pengecoran sudah memenuhi hal2 ini:
a. luas area down sprue sama dengan luas penampang yang dibutuhkan oleh debit penuangan. Bila terlalu besar, maka akan ada udara yang terbawa masuk saat penuangan serta membentuk terak baru.
b. release agent (die coat) sudah digunakan dengan benar sesuai dengan spesifikasi teknisnya.

Semoga berguna.

28 06 2012
rinto . V

Dear mas lutfi,

Saya jadi tertarik ingin berbagi pengalaman casting, mas lutfi bikin velg motor dengan metode grafity die cast. Problem casting banyak sekali jika proses casting masih dengan teknologi grafity die cast. Diluar sana, yang saya pernah tau mereka sudah pakai LPDC atau bahkan ada yang dengan HPDC (YPMI, Nusametal). Ini mungkin bisa membantu mas, coba design pouring diganti dari Top pouring ke Side pouring. Jadi aliran masuk cairan dari Side Core ini untuk mengurangi turbulensi saat proses pouring. Dan tetap gunakan saringan, di buat double saringan zig – zag. Semoga bermanfaat.

Rinto . V
foundry 2003

25 04 2012
nelson

Yth Pak Widodo,

Pak mohon masukannya, menurut teman saya yang bergerak di bidang alluminium smelter. Bila menggunakan banyak bahan baku bekas yang mengandung kotoran (bekas solar dan cutting oil); ada baiknya di dalam proses peleburan ditambahkan boraks (Sodium tetraborate decahydrate). Disini fungsi boraks adalah mengangkat sisa carbon dari solar atau cutting oil yang masih tersisa setelah proses dross removal menggunakan bahan kimia (ex coverall).

Apakah betul boraks dapat berfungsi seperti itu? dan apakah boraks sendiri tidak merusak komposisi alluminium alloy? mohon tanggapannya, terimakasih

Best Regards,
Nelson

25 04 2012
R. Widodo

Yth mas Nelson.

Sepertinya terjadi pembiasan pemahaman tentang penggunaan boraks pada peleburan AlSi (aluminium paduan silikon). Pada boraks yang saya pahami sebagai natrium tetrabonat (NaB4O7), unsur yang bermanfaat pada peleburan AlSi adalah Na (sodium/natrium) dan Bo (boron). Na berfungsi sebagai bahan modifikator dengan efek jangka pendek. Pada remelt ingot diindustri pengecoran, efek Na ini sudah tidak ada lagi, atau perlu dimodifikasi ulang. Sehingga pada sekunder aluminium smelter praktis tidak ada gunanya samasekali. Sedangkan Bo memiliki efek grainrefiner yang juga digunakan pada peleburan di industri pengecoran.

Berkaitan dengan sisa oli, pada suhu melting Al, oli sudah tidak ditemukan karena sudah terurai menjadi C (karbon) dan H2 (hidrogen). Karbon bukan unsur yang larut didalam Al serta akan keluar dari cairan dalam bentuk gas CO2 dan partikel karbon (jelaga/asap hitam). Yang akan tertinggal adalah gas H2 berupa porositas yang tidak dapat dihilangkan dengan boraks.

Jadi menurut pemahaman saya, boraks akan bermanfaat bila digunakan pada proses pengecoran logam, bukan secondary Aluminum smelting.

Semoga berguna.

25 04 2012
nelson

Dear Pak Widodo,

Thanks for the reply, memfollow up pertanyaan saya yang sebelumya, kalau begitu apakah used material yang digunakan untuk remelting perlu dibersihkan permukaan nya dari solar atau cutting oil?

Karena bagaimanapun juga setelah process remelting (menggunakan used material yang tidak dicuci) inclusion yang tertinggal di dalam moten alluminium hanyalah H2, karena partikel carbon sudah berubah menjadi CO2 dan keluar dari molten. Dengan memperpanjang process degassing yang menggunakan argon atau nitrogen, apakah kita dapat men-skip process pencucian used material yang menurut saya banyak memakan tenaga dan cost? mohon tanggapannya dan terimakasih

Best regards,
Nelson

25 04 2012
R. Widodo

Yth mas Nelson.

Coba Anda hitung lagi, biaya pencucian dibandingkan dengan penggunaan “lebih banyak” argon/nitrogen. Dari perhitungan itu Anda bisa memutuskan metode yang mana yang lebih murah untuk diterapkan.

Prinsipnya, semakin bersih material Anda, maka melting cost lebih murah, losses lebih sedikit dan tentu saja mengurangi inklusi baik gas maipun dross..

Semoga berguna.

27 04 2012
Nelson

Terimakasih atas masukannya pak

Regards
Nelson

24 07 2012
yusuf hartadi

Dear Bapak Widodo
Mohon untuk bisa dijelaskan mengenai proses pembuatan alumunium extrude.
terutama, utk hot forming, apkaah ada syarat2 tertentu dari segi komposisi alumunium alloy? pada temperatur range berapa proses extrode (forming) bisa dilakukan?
mohon pencerahannya
terima kasih

yusuf hartadi

25 07 2012
R. Widodo

Yth mas Yusuf

Komposisi Al very low alloy biasanya dipilih untuk proses ekstrusi dengan Al 99.6 ataupun Al 99 dengan paduan Cu, Mn, Mg dan sedikit Si.

Range temperatur bilet tergantung kondisi variabel lainnya (temperatur dies, tekanan, kecepatan, panjang bilet, rasio ekstrusi dan komposisi) berkisar antara 450-500 oC (front).

Untuk mendalami proses ekstrusi aluminum, silakan membaca “Aluminum Extrusion Technology” yang dikeluarkan oleh ASM International.

Semoga berguna.

3 08 2012
yeni

Dear Pa Widodo

Saya ingin membuat paduan Al-20Si-4Mg
ketiga bahan yang di gunakan adalah pure Metal
Langkah apa yang harus saya lakukan lebih dulu, yang mana yang saya lebur terlebih dahulu

saya sudah coba melebur Al terlebih dahulu, kemudian saya masukkan serbuk Si, tapi serbuk tersebut tidak lebur juga setelah di tunggu selama satu jam, temperatur berapa yang sebaiknya saya gunakan supaya Si turut melebur ke dalam Al.

untuk menambahkan Magnesium, bagaimana sebaiknya yang aman dan efektif, mengingat Magnesium cukup sensitif terhadap temperatur tinggi. Magnesium yang saya gunakan wire cutting dengan diameter 3-6 mm

Mohon pengarahannya
Terima kasih banyak

yeni

3 08 2012
R. Widodo

Yth mbak Yeni

Si hanya larut didalam Al sebanyak 1.65% itupun pada suhu 577 oC, jadi sangat tidak mungkin untuk memadukan Si lebih dari itu kedalam Al secara langsung. Kandungan Si sebanyak 20% terjadi dari campuran dari kristal alfa (Al dengan Si maks 1.65%) dengan kristal beta (Si dengan kandungan Al maks 2%). Kalaupun akan Anda lakukan, maka Anda harus mencairkan Si terlebih dahulu lalu memasukkan Al sedikit demi sedikit. Suhu cair Si adalah 1414 oC, jadi Anda harus menggunakan tanur yang dapat beroperasi smp suhu tersebut dan dalam keadaan bebas O2, karena begitu cair Si akan segera teroksidasi menjadi SiO2..

Cara termurah untuk membuat paduan seperti yang Anda inginkan adalah dengan menggunakan AlSi ingot plus AlSi master alloy yang masing2 dapat dibeli disupliernya. Suhu peleburan pun cukup dengan 750 oC. Sedangkan Mg dapat anda padukan langsung karena ia dapat larut didalam Al smp 15.35% dan cukup aman, sebab Mg baru akan menguap pada suhu 1100 oC.

Semoga berguna.

9 09 2012
arma harinurdi

Pak saya membutuhkan cover flux, di solo atau di jogja ada yang jual nggak ya

30 11 2012
andryjitro

Numpang tanya pak,,
kira2 parameter pada proses melting Al apa saja pak??
thanks

30 11 2012
Edi Sutandi

Yth Bpk Widodo,
Untung perbandingan peleburan Aluminium dan secrap (bahan daur ulang) adalah 40 : 60, ada referensi lain ga pak? yang dapat meyakinkan standar tersebut..
Terima kasih
Edi s

2 12 2012
R. Widodo

Yth mas Edi

Perbandingan 40:60 itu bukan standar, bahkan saya tidak pernah bisa menggunakan bahan daur ulang saya lebih dari 20%, sebab casting yield yang saya capai (termasuk reject) adalah minimum 80%, dibawah itu saya tidak untung sama sekali. Untuk produk2 mudah bahkan saya mampu mencapai yield 90% (gravity die casting).

Jadi bila Anda memiliki bahan daur ulang hanya sedikit, tidak perlu memaksakan membeli scrap (rongsok) sebab sebenarnya proses Anda sudah bagus. Bila terpaksa menggunakan scrap (untuk tujuan reduksi harga) maka Anda harus melakukan sortir dengan ketat sebelumnya. Jadi tetap saja scrap Anda jadi mahal karena tidak dapat digunakan semua.

Kesimpulannya, menggunakan Al ingot tetap termurah. Scrap (rongsok) adalah bahan baku secondary aluminium.

Semoga berguna.

7 12 2012
andryjitro

kepada yang terhormat bapak widodo

saya mau tanya pak tentang PENGARUH UNSUR PADUAN TERHADAP PERGESERAN TITIK LEBUR ALUMUNIUM? Mohon penjelasannya..
terimakasih

9 12 2012
R. Widodo

Yth mas Andry

Pergeseran titik lebur Al akibat pengaruh unsur paduan berbeda-beda untuk setiap unsur paduan. Untuk mengetahuinya, coba Anda lihat diagram biner (diagran fasa) nya masing2, misalnya diagram biner Al-Si, Al-Cu, Al-Mg dan diagram biner Al dengan unsur lainnya. Dari diagram2 tersebut Anda dapat melihat pergeseran titik leburnya.

Semoga membantu.

12 12 2012
andryjitro

yth bapak widodo

pak saya mau tanya.. bagaimana prinsip kerja alat uji komposisi (spektrometer)?
terima kasih

12 12 2012
Andry Jitro

kepada yang terhormat bapak widodo

sebelumnya maaf pak banyak tanya, karena saya sedang tugas akhir mengenai metalurgi..

saya mau tanya pak, apa mungkin terjadi perbedaan panas antara satu produk dengan produk lainnya (berbeda posisi) saat berada dalam furnace T6? Apa pengaruhnya terhadap hardness?

mohon bantuannya pak
terimakasih sebelumnya..

13 12 2012
R. Widodo

Yth mas Andry

Suhu diberbagai posisi dalam ruang treatmen ditentukan oleh:
a. posisi dan fungsi thermoelement
b. srkulasi panas dalam ruang tungku.

Dan suhu yang terbaca oleh therocouple Anda juga sangat ditentukan oleh posisi penempatannya. Jadi suhu bahan yang dipanaskan tidak sama dengan yang terbaca.

Oleh sebab itu dalam proses treatment, setelah pemanasan diperlukan holding dengan tujuan homogenisasi suhu baik yang dipermukaan sampai dengan bagian dalam benda. Semakin lama waktu holding, ketidak seragaman suhu semakinhj kecil.

Jelas perbedaan suhu dan kecepatan pendinginan akan berpengaruh terhadap pembentukan struktur yang ujung2nya akan mempengaruhi hardness.

Solusi:
a. penempatan benda dalam tungku sedemikian rupa agar sirkulasi udara merata pada semua permukaan.
b. Posisi benda berjarak relatif seragam terhadap thermoelemen.
c. tempatkan thermocouple dibeberapa titik.

Semoga berguna.

12 12 2012
andryjitro

perbedaan aluminium alloy AC2B, HS2A, HS1A?

13 12 2012
R. Widodo

Yth mas Andry

AC2B merupakan aluminium ingot standar JIS H 5202 (1982) (Jepang) untuk sand casting dengan kandungan Cu 2-4%, Si 5-7% low Zn. Komparasinya dengan standar lain adalah AlSi6Cu4 (ISO), ZL107 (China), A03190 (ASTM Amerika), G-AlSi6Cu4 (DIN Jerman) dan LM21 (ingris). Saya tidak menemukan HS2A maupun HS1A pada standar2 tersebut.

Semoga membantu.

17 12 2012
Haryadi

Selamat Pagi, Bpk. R.Widodo,
Saya Pak Haryadi,
Saya mau minta tolong kepada bapak
saat ini perusahaan kami sedang berkembang pesat, saya membutuhkan consultan pengecoran logam yang bersedia untuk mentraining karyawan-karyawan kami.

Mohon referensi dari bapak, siapakah atau dimanakah saya bisa mendapatkannya ?

Terimakasih

Haryadi

18 12 2012
R. Widodo

Yth mas Haryadi

Silakan Anda hubungi sekretariat HAPLI di 021 5733832.

Semoga membantu.

18 12 2012
refindosentralteknikrif

Kepada Bapak Widodo

Saya arif, Dan Ada sedikit pertanyaan mengenai seputar pengecoran, saat ini saya sedang mencoba serta belajar untuk membuat dan memproduksi bus bar dari tembaga
1. untuk mengurangi porosity pada hasil cetakan
2. untuk menciptakan surface yang bagus baiknya saya menggunakan mould jenis apa dan bagaimana teknik penuanganya.

mohon penjelasan dari bapak

salam hormat
arif eko

19 12 2012
R. Widodo

Yth mas Arif

Masalah pada pengecoran tembaga adalah gas O2, H2 dan surface penetration. Sepertinya porositas yang Anda maksud adalah gas porosity.
Maka proses peleburan harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah timbulnya gas2 termaksud, antara lain:

a. Melting secepat2 nya dengan api netral (bahan bakar gas atau minyak dengan O2 seimbang). Tungku listrik jelas lebih menguntungkan.
b. Covering selama proses peleburan (bisa menggunakan covering flux ataupun arang kayu KERING)
c. Suhu serendah mungkin (suhu liquidus + 50 oC max) sampai semua cair.
d. Lakukan deoksidasi dengan menggunakan bahan degaser berbasis pospor untuk mengenyahkan kontaminasi O2.
e. Lakukan proses degasi untuk mengenyahkan kontaminasi H2 serta mengangkat impuriti. Biasanya dengan hembusan gelembung gas argon kedalam cairan.
f. Pemanasan secepat2nya kesuhu cor lalu penuangan secapat2nya pula.

Untuk mendapatkan surface yang baik, gunakan pasir cetak halus (AFS 65 atau mesh 80-100) setidaknya untuk facing. Bila menggunakan green sand, jaga agar kandungan airnya <3.5%, serta buat fentilasi cukup banyak. Pada penggunaan pasir kering, coating grafit harus kering sebelum dicor.

Semoga membantu.

20 12 2012
luthfi Foundry 2006

Assalamu’alaikum pak,

mohon penjelasan mengenai berapa lama mechanical properties pada suatu produk meningkat dengan proses natural aging pada A356.2 di tempet saya bekerja proses Heattreatmentnya T6,
alur material secara garis besar (casting>Heattreatment (T6)>mach>Painting(dipainting terdapat oven yang dilalui material dengan sekitar Temp 175-185*C selama 30-40menit) bukankah sudah masuk pada temp aging 1walau waktu holdingnya belum tercapai
kemarin saya coba compare sample
1.proses normal dengan T6
2.proses HT nya tanpa aging
ternyata hardness meninggkat sedikit (apakah pengaruh dari natural aging atau dari proses oven)walau belum sampai pada standart
(memungkinkan tidak pak untuk menghilangkan proses aging)

Terimakasih banyak pak

26 12 2012
R. Widodo

Yth mas Luthfi…

Tentu saja suhu 175-185 oC sudah akan mempercepat pertumbuhan presipitat. Pada suhu tersebut, suatu artificial aging hanya akan berlangsung selama lebih kurang 3-5 menit saja, selanjutnya over age. Jadi selama pengecatan (30-40 menit) sebetulnya material Anda sudah over age. Sedangkan natural aging (konstan pada suhu 25 oC) akan mencapai 90% dari kekerasan maksimumnya setelah sekitar 24 jam.

Semoga membantu.

6 01 2013
Insani Mukhlisa

Salam Kenal, saya Inez. Pak/Ibu penghuni forum ini, saya ingin bertanya, Saat ini saya sedang mencoba meneliti ttg investment casting, khususnya ke masalah material paduannya, apakah ada pengaruh penampakan visual produk gravity die casting karena penambahan Cu pada paduan Al-Zn-Mg? Kalau dari kekasaran permukaan, mungkin lebih ke cetakan.. klo Cu nya gimana pak? adakah literatur yang menjelaskan terkait ini? Mohon bantuannya ya.. Terima Kasih :)

9 01 2013
R. Widodo

Yth mas Inez.

Cu pada paduan AlZn5Mg (EN AC-71000) hanya 0.1%. Penambahan Cu (4-6%)pada umumnya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan penguatan (T6). Namun penambahan Cu ini akan menurunkan castability, hot tears resistance dan corrosion resistance.

Tentang hal i ni dapat Anda baca secara lengkap di ASM Metals Handbook vol 2.

Semoga membantu.

11 01 2013
Ihpazul Wahyi (ayik)

yth bapak widodo
saya pernah coba melakukan peleburan serbuk aluminium dari bekas pomotongan rolling door, semua kandungan besi dan baja saya pastikan sudah terpisah. dan hasil AL nya yang cair sangat jauh dari yg di harapkan. pada saat pencairan berlangsung tidak semua serbuk mencair, hanya sebagian kecil saja, dan kemudian serbuk tersebut mengeluarkan cahaya putih terang seperti matahari hingga mendidih seperti air.lalu proses peleburan saya hentikan, akan tetapi serbuk tersebut masih terbakar sendiri sampai saya biarkan beku dengan sendirinya, setelah beku hasil didihan tersebut saya periksa. ternyata hasilnya adalah terak abu (seperti karbit),
yang saya tanyakan: bagaimana kiranya cara yang tepat untuk mengolah aluminium powder scrap yang benar sehingga di dapat hasil optimal dalam pembuatan ingot? mohon penjelasannya ya pak?terima kasih, dari ayik.

12 01 2013
R. Widodo

Yth mas Ayik

Menggunakan bahan baku Al berupa serbuk merupakan pilihan yang kurang bijak. Bahan Al merupakan bahan yang sangat mudah teroksidasi, maka pada permukaan bahan selalu akan terdapat oksida Al2O3 dengan ketebalan tertentu.

Bahan serbuk mekas pemotongan rolling door tentu akan memiliki kandungan oksida yang sangat banyak dibandingkan dengan kandungan Al nya sehingga praktis tidak dapat dicairkan melalui proses peleburan biasa. Oksida aluminium (Al2O3) memiliki suhu cair >2000 oC. Sedangkan serbuk yang terbakar kemungkinan berasal dari sisa2 cat yang tercampur didalam bahan Anda.

Jadi kesimpulannya: Pada produksi alumunium sekunder (ingot) bahan berupa serbuk tidak dianjurkan (akan terjadi banyak losses baik heat maupun material).

Semoga berguna.

9 02 2013
Hamid Rosyidi

Yth Pak Widodo

Sy Mhs Pattern tk.3. mau bertanya,

1. bahan DURAL (ingot) kalo dilebur secara tradisional seperti buat praktek mhs foundry, apakah ada efek2 untuk komposisi dan propertiesnya? *moldnya dari logam

2. untuk sparepart otomotif, paling bagus dengan AL paduan apa pak?

terimaksih

9 02 2013
R. Widodo

Yth mas Hamid.

Sepertinya ingot yg Anda gunakan pada praktek peleburan bukan dural, namun ADC12 atau AC 12. Sebab bahan dural yang ada biasanya berbentuk pelat tebal sisa proses pemesinan.

Pada proses peleburan bahan Al, ada beberapa unsur paduannya yang akan mengalami losses seperti Zn dan Mg termasuk Al itu sendiri yang akan teroksidasi menjadi Al2O3. Bahan yang tidak losses antara lain Si, Fe dan Cu. Jadi pada proses peleburan Al, terutama bila Anda terlalu rajin membuang terak, paduan Si dan Cu akan cenderung naik (karena Al nya turun). Sedangkan Fe naik karena peralatan yang terbuat dari besi/baja akan larut kedalam Al. Perubahan komposisi tersebut tentu akan mengubah property material.

Sparepart otomotif, tergantung fungsinya masing2, menggunakan Al paduan yang berbeda2. Misalnya piston, karena harus tahan panas dan gesek menggunakan AlSi hipereutektik (Si>12%), sedangkan blok engine nya karena tipis dan melalui proses HPDC biasanya menggunakan paduan AlSi eutektik (Si 10-12%) ADC 12. Part lain yang perlu kekuatan dan keuletan bisa menggunakan Al dengan Si 6-10%) yang diperkuat dg Cu. Dan masih banyak lagi pilihannya.

Semoga membantu.

21 05 2014
tohir

Assalamualaikum,, Maaf pak mau nyambung di atas,,,,, maksudnya peralatan yang terbuat dari besi/baja akan larut dalam Al itu bagaimana fenomenanya/ bukannya titik cair besi/baja itu sendiri lebih besar dari Al… Apa peralatan yg dimaksud mungkin Ladle berbentuk gayung,pengeruk terak? terus untuk mengantisipasi itu giman?

22 05 2014
R. Widodo

Yth mas Tohir

Al memang mampu melarutkan Fe serta membentuk senyawa Al13Fe4 (lihat diagram biner AlFe). Fenomena larut ini tidak ada bedanya dengan larutnya gula didalam air padahal titik cair gula jauh lebih tinggi dari air.

Kadar Fe yang tinggi dalam Al akan membuat paduan Al menjadi getas. Untuk menghindarinya, semua peralatan yang terbuat dari besi/baja yang bersentuhan dengan cairan Al harus tercoating dengan baik.

Semoga membantu.

23 05 2014
tohir

bahan coating yg baik apa pak?

23 05 2014
R. Widodo

Yth mas Tohir

Semua jenis die coat bisa digunakan. Bahkan grafit coating juga bisa namun harus sering di re coating.

Semoga membantu.

12 02 2013
Hamid Rosyidi

trimakasih pak

iya pak maksud saya bukan yang buat praktek di polman,
jadi jika ingin peleburan dgn bahan dural, apakah harus ada perlakuan khusus untuk mempertahankan komposisi dan propertynya? mengingat harganya mahal :)

12 02 2013
R. Widodo

Yth mas Hamid.

Pada dasarnya dural merupakan paduan AlCu dengan kandungan Cu sekitar 4% Mg s.d 1% dan sedikit Mn. Dari paduan2 tersebut yang losses hanya Mg yang bisa sedikit dicegah dengan cara:

a. Suhu melting maksimum TL+50 oC
b. Slag dipermukaan tidak diganggu agar berfungsi sebagai cover.
c. Baru setelah semua cair Anda lakukan rapid heating maks 780 oC, degassing, slaging dan tapping/pouring ASAP.

Selamat mencoba.

19 04 2013
muhammad wahyudi

ass…maaf pak saya muhammad wahyudi
saya ingin mendaur ulang bahan botot
terutama bahan panci dan aluminium minuman kaleng menjadi batangan ingot
kalau boleh tau berapa persen pak penyusutan aluminium panci dan minuman kaleng dalam 1 tonnya apa bila dijadikan batangan ingot

20 04 2013
R. Widodo

Yth mas Wahyudi

Bahan Aliminium tipis (seperti panci, kaleng minuman dll) bisa losses sampai 40%. Ini karena luas permukaan yang besar dimana dipermukaan tersebut selalu terbentuk lapisan Al2O3 (aluminium oksida).

Jadi untuk 1 ton bahan bekas kemungkinan Anda hanya memperoleh sekitar aluminium 600 kg ingot.

Semoga membantu.

21 05 2013
Maulana Ahve Yunas

assalamualaikum pak, apa bedanya slark (lumpur) pada melting dgn hasil dari fluxing (treathment) ? terimakasih

21 05 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Maulana.

Pada proses peleburan, logam akan terpisah dengan slag (sebagian besar mengapung kepermukaan sebagai lumpur). Slag merupakan kumpulan dari oksida yang berasal dari bahan baku maupun lining tanur Anda. Jadi isi dari slag tersebut sangat tergantung dari bahan baku maupun jenis Anda. Semakin kotor bahan baku dan semakin tinggi erosi lining tanur akan menghasilkan slag semakin beragam dan banyak.

Fluxing adalah salah sau bagian dari proses peleburan dengan berbagai tujuan. Misalnya mengangkat sisa terak (yang tadi tidak ikut terapung), atau mengeluarkan gas dari dalam cairan, bahkan ada sejenis flux yang dibubuhkan untuk tujuan covering (mencegah oksidasi). Karena tujuannya khusus, maka jenis dari bahan flux sangat tergantung dari peruntukannya sehingga slag yang terbentuk setelah proses fluxing tentu berasal dari flux itu sendiri serta berkaitan pula dengan tujuan fluxing (hasil proses fluxing).

Semoga membantu.

22 05 2013
Maulana Ahve Yunas

assalamualaikum pak, sebenarnya, kapan kita menggunakan GBF (gas bubble free), kapan kita menggunakan flux ? terimakasih

23 05 2013
R. Widodo

Yth mas Maulana

Degassing flux pada proses peleburan aluminium biasanya mengandung Cl, sehingga pada penggunaannya akan teruapkan gas HCl yang merupakan produk reaksi Cl dengan gas H2 dalam cairan. Untuk peleburan skala kecil gas ini terbang keudara dan segera dinetralkan oleh udara. Bayangkan pada proses peleburan skala besar, pada proses ini terbebaskan keudara sebanyak sekitar 500g HCl untuk setiap ton Al. Tentu dampaknya juga cukup besar. Makan pada pengembangan proses degassing yang terbaru berbagai metode GBF (gas bubbling filtratrion) dikembangkan. Salah satunya adalah rotary degassing.

Semoga membantu.

10 06 2013
sumampo

mohon bantuannya ,untuk megurangi kandungan magnesium dalam cairan aluminium

12 06 2013
R. Widodo

Yth mas Sumampo.

Mg akan teroksidasi dengan cepat sehingga untuk mengurangi kandungannya sebetulnya Anda cukup holding cairan pada suhu maks 780 oC. Jangan lupa sering2 deslaging (buang terak yang terbentuk dipermukaan) agar oksidasi terus berlanjut. Konsekuensinya adalah, karena Al ikut teroksidasi, maka kemungkinan unsur2 paduan lain akan terpengaruh (ikut losses atau increases) dan H2 contain nya tinggi sehingga perlu tambahan proses degassing.

Yang paling tepat, bila Anda tidak menghendaki ada Mg berlebihan dalam cairan, maka Anda harus sortir bahan secara lebih ketat.

Semoga berguna.

15 06 2013
Phillip

Yth Pak Widodo,

Saya ingin belajar untuk melebur aluminium bekas menjadi aluminiun ingot.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan tentang peleburan aluminium bekas yaitu
1. Sebelum proses peleburan, apakah aluminium bekas tersebut harus
dibersihkan terlebih dahulu? Bila iya, adakah chemical khusus untuk
memudahkan pembersihan aluminium bekas tersebut?

2. Apakah aluminium bekas ukuran besar perlu dipotong menjadi kecil untuk
mengoptimalkan proses peleburan?

Mohon bantuanny, terima kasih :)

17 06 2013
R. Widodo

Yth mas Phillip.

Pada secondary aluminium smelting, yang terpenting adalah sortir bahan dengan baik, dimana selain memisahkan bahan2 non Al seperti besi, plastik, timah, seng dsb juga sudah mulai mengklasifikasikan bahan sesuai paduannya (Al non paduan, AlSi low/medium/high, AlCu, AlMg dsb).

Kemudian, bahan baku (scrap) yang bersih tentu merupakan advantage tersendiri untuk proses peleburan Anda. Namun proses penbersihan/pencucian kimiawi terhadap bahan baku tersebut tentu juga akan menimbulkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga untuk bahan yang “terlalu” kotor, disarankan untuk melakukan preheating sebelum charging.

Pada peleburan Al, bahan yang besar/masif lebih menguntungkan daripada bahan kecil/tipis. Dengan demikian selama bahan masih mampu masuk kedalam tanur tanpa menimbulkan hambatan, maka bahan tidak prlu diperkecil. Bahan kecil/tipis akan memiliki penampang permukaan yang luas dibandingkan dengan volumenya, sedangkan permukaan tersebut akan selalu diselimuti oleh oksida aluminium (Al2O3).

Semoga berguna.

28 06 2013
Phillip

terima kasih atas saranny pak :)

22 10 2013
S. Yudiarto

Yth Pak Widodo,

Saya ingin belajar untuk melebur aluminium bekas menjadi aluminiun ingot.
Beberapa hal yang ingin saya tanyakan tentang peleburan aluminium bekas yaitu

1. Bagaimana cara mendapatkan/memisahkan Al dari dross Almini yang nyata2 mengandung Zn, Fe dan Si ? Mhn penjelasan Bapak Widodo baik secara kimia dan fisika. Maturnuwun

25 10 2013
maung

pak widodo,,,saya mau bertanya,,dasar teori untuk menghitung kebutuhan energi listrik untuk pabrik pemurnian aluminium kapasitas 2 juta ton alumina pertahun,,,,trimakasih

26 10 2013
R. Widodo

Yth mas Maung

Rata2 konsumsi energi listrik untuk memurnikan alumina, berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, adalah 15 kWh per kilogram aluminium yang dihasilkan. Jadi untuk memurnikan sebanyak 2 juta ton, tinggal Anda kalikan saja dengan angka rata2 tersebut.

Untuk mendapatkan angka rata2 tersebut diatas tentu Anda harus mulai dari menghitung energi pemanasan, pencairan dan penahanan panas selama proses pemurnian serta memahami reaksi2 pemurnian sehingga dengan demikian Anda dapat menghitung energi setiap tahap pemurnian.

Semoga membantu.

30 10 2013
jhon marpaung

assalamu’alaikum pak saya jhon
saya mau bertanya tentang rumus perhitungan panas kebetulan pembingbing saya meminta untuk di buatkan dalam perhitungan TA saya..
tolong dibantu ya pak
terima kasih

30 10 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Jhon

Perhitungan panas proses peleburan adalah:

Q = Q1 + Q2 + Q3

Dimana Q1 adalah kalor pemanasan dari T ruang sampai T lebur,
Q2 adalah kalor yang dibutuhkan untuk mengubah fasa padat logam menjadi cair, dan Q3 adalah kalor pemanasan dari T lebur sampai T tapping yang Anda inginkan.

Untuk menghitung Q1, 2, 3 gunakan rumus:

Q1 = m.C1.DT1

Dimana m adalah masa bahan yang dilebur, C1 adalah kalor spesifik bahan dan DT1 adalah kenaikan suhu dari suhu ruang sd suhu lebur.

Q2 = m.L

Dimana L adalah kalor laten bahan yang dilebur

Q3 = m.C2.DT2

Dimana C2 adalah kalor spesifik bahan dalam keadaan cair dan DT2 adalah kenaikan suhu dari suhu lebur ke suhu tapping.

Semoga membantu.

9 01 2014
bastian marpaung

malam pak
saya mau nanya pa cara menghitung sistem saluran pengecoran aluminium soalnya saya mau meneliti untuk tugas akhir tentang sistem saluran dalam pengecoran aluminium, yang saya mau di teliti waktu tuang, raiser, ranner, neck,pemilihan sprup cap.

10 01 2014
R. Widodo

Yth mas Bastian

Silakan Anda lihat artikel dihalaman ini:

http://hapli.wordpress.com/foundry/teknik-perancangan-pengecoran/perhitungan-sistem-saluran/

Semoga membantu.

31 01 2014
BISMA

dear,master foundry
saya mau tanya pak apa memungkinkan kita membuat aluminium dengan alloy chrom???sehingga kita dapat menghasilkan produk seperti stainlles steel yg ringan.

25 02 2014
Andung P Aji

Selamat sore all,
Perkenalkan nama saya Andung Puspito Aji
saat ini saya sedang dalam project untuk proses Treatment T6 alumunium,
akan tetapi banyak literatur yang membuat saya bingung,
sekiranya rekan-rekan semua berkenan untuk memberikan bantuannya tentang literatur proses T6 dari pengertian sampai dengan poin2 yang harus di jaga, sudilah kiranya untuk menghubungi saya,

Atas perhatiannya dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Regards,

Andung P Aji
andung_p_a@yaho.co.id

27 02 2014
R. Widodo

Yth mas Andung

Silakan Anda lihat di ASM Metals Handbook vol 4: Heat Treating.

Semoga membantu.

17 03 2014
andre

selamat malam,,,saya ingin bertanya kepada rekan2,,,saya saat ini mengerjakan proyek smelter aluminium,,,saya masih bingung tentang bagaimana menghitung kapasitas main exhaust fan untuk membersihkan gas yang dihasilkan,,,tolong kalau ada yang mengerti bantu saya,,,terimakasih..

26 03 2014
benny

dear pak widodo
perimisi pak…maaf pak saya ingin bertanya ttg pabrik aluminum ingot…yg ingin saya tanyakan…mengapa aluminum ingot batangan, memiliki bentuk tertentu seperti yg beredar di pasaran. apakah ada alasan tertentu mengapa dibentuk/dicetak sedemikian rupa?
terima kasih

26 03 2014
R. Widodo

Yth mas Benny.

Ingot dibuat dengan menuangkan cairan kedalam cetakan berbentuk balok trapesium agar memudahkan dalam pelepasannya (karena kemiringan trapesiumnya). Tidak ada standar yang membakukan bentuk maupun ukuran ingot.

Semoga membantu.

8 04 2014
medi - tegal

ass ….
selamat sore pak, maaf kalau boleh tahu di mana alamat pengrajin pemasak ingot di daerah jombang so saya pengin sekali usaha peleburan aluminium saya yang memasak orang jombang kata nya bisa sampai 82% dari bahan rongsok aluminium 1 ton ….terima kasih atas info
medi – tegal

9 04 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Medi

Melalui sortir bahan dan proses peleburan yang benar recoverynya memang bisa diatas 80%. Kl kebetulan Anda ke Jombang coba mampir ke desa Sumobito.

Semoga membantu.

18 04 2014
singgih

Dear: mentor-mentor,,

Tor saya nglebur gram(bekas sisa bor,bubutan) kalau lansung di lebur kok g cair2,,seperti jelly gtu torr
Mohon unfonya,, trismss,,

19 04 2014
R. Widodo

Yth mas Singgih

Gram sisa proses permesinan umumnya tipis2, sehingga volume berbanding luas permukaannya relatif kecil. Ini berarti kandungan material hanya sedikit dengan oksida yang berada dipermukaan sangat banyak. Oksida memiliki titik lebur yang tinggi dan membuat cairan Anda akan menjadi kental.

Semoga membantu.

30 04 2014
prabowo

salam master…
mohon penjelasan:
1. jenis – jenis kimia dan kegunaan masing untuk peleburan aluminium
2. dan komposisi kimia dalam setiap %/kg aluminium
3. adakah kimia untuk memutihkan hasil aluminium
trimakasih sebelumnya

30 04 2014
R. Widodo

Yth mas Prabowo.

Untuk pertanyaan 1 dan 2 silakan Anda lihat artikel dihalaman http://hapli.wordpress.com/non_ferro/aluminium-alloy/

Sedangkan putih (kilap) atau kurangnya aluminium ditentukan selain oleh metode cetakannya juga oleh unsur paduannya. Untuk menghasilkan putih kilap yang bagus (setelah dipoles) pada aluminium digunakan paduan Mg (magnesium).

Semoga berguna.

30 04 2014
prabowo

salam master…
mohon penjelasan:
1. jenis – jenis kimia dan kegunaan masing” untuk peleburan aluminium
2. dan komposisi kimia dalam setiap %/kg aluminium
3. adakah kimia untuk memutihkan hasil aluminium
trimakasih sebelumnya

20 05 2014
donaaei

Pak saya seorang karyawan di salah satu prabrik motor bagian Low presure die casring.
ada 2 hal yg mw saya tanyakan?
1. proses fluxing yg benar pada m/c melting yg benar harus bagaimana, karena masih banyak hasil casting yg keropos khusus nya yg tipe DOHC
2. di tempat saya berkerja, Al203 pada permukaan holding molten (piston) harus do bersihkan setiap inject casrin piston 5kali. ini berbeda dengan yg bapak sampaikan di atas. bisa dijelaskan lagi. terima kasih

21 05 2014
R. Widodo

Yth mbak Dona

Coba identifikasi lagi keropos yang Anda maksud. Bila itu shrinkage cavity, maka tentu kecil hubungannya dengan masalah fluxing.

Permukaan cairan Aluminium selalu diselimuti oleh Al2O3. Itu sebabnya dipermukaan selalu terbentuk kembali lapisan ini walaupun dibersihkan berkali2. Jadi menurut hemat sy, lapisan itu lebih baik dibiarkan saja. Selama permukaan itu utuh maka tidak akan menimbulkan efek negatif, bahkan dia berfungsi untuk mencegah terbentuknya reaksi oksidasi selanjutnya. Sebagaimana juga disebutkan, reaksi oksidasi akan menghasilkan selain Al2O3 juga gas H2.

Semoga membantu.

4 06 2014
donaari

ada lagi yg mau saya tanyakan pak, 1. bagaimana proses fluxing yg pertama yg seperti yang bapak katakan yaitu bersamaan saat charging ingot nya. terus alasan nya kenapa harus di bagi 2 kali saat charging ingot dan saat ingot sudah melebur jadi molten.
2. kalo memang itu shrinkage cavity, bagaimana cara penyelsaian nya? terima kasih

8 06 2014
R. Widodo

Yth mbak Dona

Tujuan fluxing adalah untuk mencegah kontaminasi H2 kedalam cairan. H2 masuk kedalam cairan sejak awal proses pencairan. Jadi memang sejak awal sudah harus diantisipasi. Sebagian lagi dilakukan setelah pencairan selesai dengan tujuan menyingkirkan sisa2 H2 yang masih ada. Kalau sejak awal H2 dalam cairan sudah terkendali, maka fluxing terakhirtadi sebenarnya hanya dibutuhkan sedikit saja.

Shrinkage pada proses LPDC umumnya terjadi pada bagian sudut, dimana akibat dari hambatan laju pendinginan didaerah seperti ini maka modul menjadi besar. Maka untuk mengantisipasinya, biasanya didekatnya dibuat saluran2 pendingin (internal coolng) atau bila sulit dan hanya sedikit maka didinginkan dari luar (misalnya dengan semprotan N2 setempat) sebelum mold diasembling.

Semoga berguna.

29 07 2014
Ir sudirman

Tulisan ini sangat baik dan membuka inspirasi bagi anak2 bangsa untuk mandiri. Salut… Dan semoga sukses serta terus mengembangkan riset untuk pencapaian yang sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers

%d bloggers like this: