Bagaimana Mengembangkan HAPLI

10 09 2009

HAPLI sebagai wadah komunikasi para praktisi pengecoran logam Indonesia, seyogyanya tidak hanya secara pasiv menerima masukan-masukan dari anggotanya. Organisasi ini harus mampu eksis secara proaktif untuk menggalang komunikasi antar anggotanya menjadi semakin meluas dan intens.

Pada saat ini, HAPLI baru dikelola oleh beberapa anggota aktif yang sebagian besar dari mereka terikat dan disibukkan oleh pekerjaan diperusahaannya masing-masing, sehingga untuk menggelar pertemuan rutin yang baru dicanangkan untuk per 3 bulan saja sudah sangat sulit. Akibatnya, berbagai kegiatan yang seharusnya dapat diagendakan sebagai kegiatan rutin menjadi tidak tertangani serta hanya bisa terlaksana sebagai kegiatan yang bersifat temporer saja. Memang, mengelola sebuah organisasi nirlaba itu sangat berat. Sementara belum ada sumber pembiayaan baik langsung dari anggotanya, industri pengecoran logam ataupun dari sumber-sumber lainnya, maka para pengurus harus merogoh sakunya dalam-dalam demi membiayai setidak-tidaknya ongkos perjalanan menuju ketempat pertemuan diselenggarakan.

Namun demikian HAPLI tetap eksis. Dan terus akan berusaha mempertahankan dan bahkan mengembangkan eksistensinya sehingga keberadaannya kelak akan begitu terasa khususnya oleh para praktisi pengecoran logam Indonesia. Dalam hal ini tentunya kita harus memberikan apresiasi yang tinggi bagi para anggota aktif khususnya pengurus yang dengan ikhlas dan pantang putus asa telah berjuang disela-sela kesibukannya masing-masing.

Lalu apa yang menjadi fokus pengurus untuk merealisasikan keinginan tersebut:

1. Membangun manfaat.

HAPLI harus mampu memberi manfaat baik langsung ataupun tidak langsung khususnya kepada anggota-anggotanya. Manfaat langsung tentunya harus berupa solusi-solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh industri melalui praktisi-praktisi ahli HAPLI, pelatihan-pelatihan dan berbagai sumbangsih lainnya. Sedangkan manfaat tak langsung dapat dikembangkan melalui media-media komunikasi baik dalam bentuk buletin, majalah, jurnal ilmiah, media informasi elektronik yang dapat diakses oleh anggota HAPLI maupun masyarakat umum dimanapun mereka berada.

2. Menggalang anggota semakin luas.

Dalam hal ini manfaat sebagaimana diuraikan pada poin sebelumnya harus menjadi alasan yang paling kuat untuk menarik minat para praktisi pengecoran logam Indonesia untuk bergabung sebagai anggota aktif. Benar, bahwa untuk merealisasikan berbagai manfaat tentu diperlukan peran serta dari anggota. Namun tentunya kita semua akan sependapat, apabila membangun manfaat diprioritaskan pada poin pertama. Harapannya adalah, anggota aktif yang baru sedikit itu mampu membangun manfaat yang lebih banyak. Sehingga dengan anggota aktif yang semakin banyak tentunya manfaatpun akan dapat dibangun semakin banyak lagi.

3. Memberdayakan organisasi.

Organisasi manapun akan menjadi berdaya apabila selain dikelola secara profesional juga didukung oleh sumber dana yang kuat. Kuat dalam hal ini tidak saja menyangkut kuantitasnya, namun dibutuhkan pula konsistensi. Sumber dana utama, selain donatur dan sponsor, tentunya adalah iuran anggota, yang dalam hal ini HAPLI masih “belum berani” menariknya dari para anggota, mengingat pembangunan manfaat serta jumlah anggota aktif masih belum mencapai kondisi yang memungkinkan. Atau secara sederhana, HAPLI belum bisa menjawab pertanyaan: “manfaat apa yang akan diperoleh dari anggota yang membayar iuran?” Pertanyaan serupa tentu akan muncul pula dari para calon donatur maupun sponsor.

Sejak berdirinya pada tanggal 01 November 1994, maka sebentar lagi HAPLI sudah akan berumur 16 tahun. Sejujurnya, memang belum terlalu banyak prestasi-preastasi yang telah ditorehkannya. Namun HAPLI bertekad untuk tetap menjadi sumber ilmu pengetahuan dan solusi teknologi khususnya pengecoran logam, yang pada akhirnya menjadi sumbangsih yang berarti bagi bangsa Indonesia.


Actions

Information

6 responses

15 09 2009
Sonny Djatnika Sunda Djaja

Bagaimana cara memasukkan tulisan utama?

salam
sd
oldfound

HAPLI:

Silakan urun posting melalui comment pak. Nyatakan bahwa tulisan tersebut untuk diposting pada halaman utama. Apabila redaktur HAPLI telah setuju, nanti HAPLI yang akan memindahkannya.

Thanks pak Sonny.

Salam.

16 02 2010
Triharso

Salam buat seluruh anggota HAPLI, sy mau urun rembug nih..boleh kan. Pemerintah Indonesia punya porgram kerjasam dg Jepang dn Korea, keliatannya mrk tertarik utk bantu dibidang pengecora, dr Korea mrk ingin mendirikan Korea- Indonesia Casting Center bersam UI dn dr Jepang mrk akan bantu tenaga ahli..nah, jadi sy mengundang HAPLI utk dpt memanfaatkan program ini..dng tujuan utk memajukan ind cor kita…
Trims.
Triharso

9 12 2012
imam Suharno

prrkenalkan saya imam Suharno bekerja di PT PUTRA TIMUR FERRO METALINDO TANGERANG.Saya mau Tanya pnyebab dr Fc300 breaksi stlah jda waktu 1/2s/d1jam setlah poring ke fullmol

10 12 2012
R. Widodo

yth mas Imam…

Tolong lebih dirinci, yang Anda maksud:
a. bereaksi, apakah maksudnya dia mengembang lalu cairannya meleleh keluar melalui riser…?
b. Fullmol, terbuat dari pasir kering seperti pasir resin, semen, ataupun CO2 process.
c. Produk berbentuk silinder ataupun balok masif dengan berat casting lebih dari 500 kg.

Bila benar demikian, maka lelehan cairan keluar adalah efek dari pemuaian grafit yang terbentuk. Karena cetakan Anda keras, maka ketika terjadi pemuaian cetakan Anda tetap tangguh mempertahankan geometrinya, sehingga kelebihan cairan akibat pemuaian meleleh keluar, biasanya melalui riser yang akan membeku paling akhir.

Mengapa terjadi setelah 30 menit…? Karena pada saat itu tengah berlangsung transformasi eutektik dari cair menuju padat dimana grafit2 juga terbentuk. Pembekuan besi cor dimulai dari gama pro eutektik beberapa saat (tergantung dari CE maupun laju pendinginannya). Baru setelah itu pembekuan eutektik dimana grafit terbentuk.

Anda tidak perlu merisaukan hal tersebut, karena justru dengan demikian menunjukkan bahwa grafit terbentuk dengan baik serta produk cor Anda sound (tidak keropos).

Semoga berguna.

4 01 2016
Gunawan

Perkenalkan Nama saya : Gunawan, bekerja di Pt. Putra Timur Ferro Metalindo.
Yang Mau Saya Tanyakan.
Dengan Jenis Cetakan yg sama(pasir furan). Trus Coting Yg sama. Getting yg sama. Tapi hasil cornya berbeda, yg satu dengan kwalitas bagus, yg satunya kurang bagus, keropos di setiap ingitnya.(rejeck).Fullmould.
Terima kasih untuk sebelumnya.

5 01 2016
R. Widodo

Yth mas Gunawan

Selain faktor cetakan, maka faktor cairan memiliki peran yang juga menentukan hasil cor Anda. Dengan asumsi cetakan sudah persis sama, maka kondisi cairan seperti, oksidasi (slag), suhu dan komposisi bisa menyebabkan kegagalan sebagaimana yang Anda alami. Hal ini dapat dianalisis bila identifikasi jenis keropos yang terjadi telah dilakukan dengan cermat. Keropos bisa karena slag, shrinkage, sand ataupun gas.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: