Perlakuan Panas pada Proses Pengecoran Logam

23 12 2011

Dear Anggota HAPLI.

Banyak yang belum menyadari, bahwa proses pengecoran logam khususnya besi dan baja seringkali harus diikuti dengan perlakuan panas tertentu agar sifat-sifat mekanik bahan cor dapat tercapai secara optimum. Pada kesempatan kali ini Bapak R. Widodo kembali memberikan pencerahan melalui artikel yang berjudul : “Perlakuan Panas pada Proses Pengecoran Logam“. Segenap Pengurus dan Anggota HAPLI mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi beliau.

Bagi anggota HAPLI lain yang juga berkenan untuk mengirimkan artikel berkaitan dengan berbagai aspek pengecoran logam, dipersilakan untuk mengirimkan file nya dalam format doc ataupun docx ke alamat: hapli.weblog@yahoo.co.id

Salam

note: Artikel terdahulu bpk R. Widodo: Besi Cor Austenitik (Besi Cor Ni-Resist).

 


Actions

Information

6 responses

17 02 2016
manto

Yth pak Widodo
saya mhasiswa polman ceper,
saya ingin bertanya pak,pada material s45c yg telah di carburizhing dengan tempratur 750 slama 30 mnit,sudah mncpai spec kekerasan 400 HB yg diinginkan,tetapi stelah di tempering dalam kotak dngn tempratur 200 slama 15 mnit mnglami penurunan hardness yg bgitu drastis smpai 50% dri hardness prtama
penyebab turunnya hardness yg bgitu tinggi apa ya pak?

22 02 2016
R. Widodo

Yth mas Manto

Pasca proses carburishing, kandungan C dipermukaan akan meningkat (hanya dipermukaan), sehingga dengan demikian kekerasannya akan naik sebagaimana Anda sebutkan. Namun demikian proses carburishing 30 menit hanya akan meningkatkan kekerasan permukaan yang sangat tipis, sehingga bila Anda gerinda permukaan tersebut (untuk uji kekerasan) agak terlalu dalam, maka Anda akan menemukaan bagian yang lunak.

Tempering baru akan signifikan terhadap kekerasan bahan pasca hardening.

Semoga membantu.

24 02 2016
manto

ok pak saya mengerti sekarang,brarti smakin tinggi waktu holding maka smakin dalam carbon berdifusi k dalam material ya pak
saya pernah mncoba memasukkan sample dengan komposisi material C 0,3%,setelah saya spec pasca carburishing unsur C mningkat jdi 0,9% pak hardness 185 HB,pertanyaannya knpa setelah quenching dngn oli kekerasannya hanya mningkat jdi 195 HB dngn tempratur quenching 730 holding 30 mnit
kalau misalnya tempratur dan wktu yg holding yg kurang,tempratur dan wktu holding brapa untuk bisa mencapai kekerasan 300 HB pak?
mohon bantuannya pak!

26 02 2016
R. Widodo

Yth mas Manto.

Coba Anda cek lagi, saya yakin kandungan C nya sudah turun lagi akibat pemanasan di 730 oC, 30 menit yang Anda lakukan. Agar C yang hanya tipis dipermukaan tidak turun lagi, maka pada saat pemanasan sebaiknya benda dikubur didalam carburisher.

Semoga membantu.

21 10 2016
Arjuna

Yth. Pak Widodo,

Kami sdh melakukan proses normalizing dngn material jenis Sc 46, tp mengapa hasil uji mech test kok tdk sesuai dngn standard material tsb. Krn scr pengujian km sdh melakukan dengan benar. Apakah mgkin dr proses HT kami yg salah?
Dan yg ingin kami tanyakan adalah sbb:
1. Untuk proses pemasukan material ke dalam furnace HT yg benar seperti apa pak?Harus dimasukkan mulai suhu kamar, atau di tempt. mendekati austenitic yaitu di 600 sd 700?
2.Untuk proses pendinginan menggunakan udara, apakah material tsb dibiarkan di dalam furnace stlh proses holding di temp.900 c, dan dikeluarkan stlh dingin, atau stlh di holding langsung dikeluarkan dr furnace dlm keadaan panas?
3.Di standard material tsb terdapat 2 x proses HT yaitu normalized dan tempered, apakah proses tempered tsb bs di subsitusi dngn normalized sj dan didinginkan di furnace sbg pengganti temper pak?

Demikian kurang lebih perranyaan saya pak, mohon petunjuknya.

Salam,
East Foundry

24 10 2016
R. Widodo

Yth mas Arjuna.

1. Loading materian kedalam furnace ketika furnace sdh panas akan memicu pemanasn spontan yang berakibat keretakan. Jadi sebaiknya loading saat furnace dingin.
2. Pada proses normalizing, pendinginan dilakukan diudara “normal”, yaitu udara terbuka. Holding diperlukan untuk homogenisasi suhu.
3. Normalizing bertujuan untuk menghasilkan struktur “normal”, dalam hal ini perlit/ferrit. Sedangkan tempering dilakukan pada struktur masrtensit setelah hardening untuk mengurangi kekerasan dan mendapatkan keuletan tertentu.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: