Oolitisasi pada pasir cetak green sand.

26 01 2014

Perkembangang kecepatan mesin cetakan sedemikian pesatnya, dari hanya beberapa mold per jam kini sudah mencapai ratusan mold perjam sehingga siklus daur ulang pasir cetak (green sand) menjadi cepat. Hal ini berdampak langsung terhadap penurunan kualitas pasir akibat dari terbentuknya lapisan schamote yang semakin tebal dipermukaan butiran, yang kemudian disebut sebagai oolitisasi.

Berikut adalah artikel menarik tentang “oolitisasi pada pasir cetak green sand” yang ditulis oleh kontributor aktif Hapli. Kepada bapak R. Widodo, diucapkan terima kasih. Dan kepada para praktisi pengecoran logam Indonesia, selamat berdiskusi.


Actions

Information

7 responses

16 06 2014
R. Fajar Rachmatullah

Assalamu’alaikum Wr, Wb,

Selamat pagi,

Dear Pak Widodo and Foundry Expert,

Saya R. Fajar, Alumni POLCEP, angkatan V. Mau tanya soal dasar Uji Tarik. Dari beberapa teori yang saya baca, saya punya pendapat :
1. Modulus Elastilitas = Elongasi = N/mm2 ( Apakah betul ? )
2. Modulus Elastilitas = Kuat Tarik / Regangan, dimana :
Regangan = Delta “l” / lo ( Panjang Awal ) X 100 %
Kuat Tarik = Beban Maksimum ( N ) / Luas Penampang Awal ( Ao )

Kemudian, untuk Struktur Mikro, Apakah Struktur Mikro, Contoh : Ferrite, pada logam proses las, peleburan, logam tempa ( Stamping / Forging ), perlakuan panas berbeda-beda ? Jika iya, apakah yang mempengaruhinya ?
Apakah paduan logamnya atau temperatur proses nya ? Karena suatu logam akan memiliki karakteristik, tergantung dari unsur / senyawa pembentuknya dan proses logam yang dikenakannya.

16 06 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Fajar

Modulus elastisitas disebut juga modulus Young yang menyatakan nilai kekakuan suatu bahan. Yaitu kemiringan bagian linier pada kurva tegangan regangan (strain stress curve). dinyatakan melalui perbandingan antara Kekuatan tarik (N/mm2) dengan elongasi sehingga menghasilkan satuan N/mm2.

Elongasi adalah regangan sebagaimana yang Anda maksudkan.

Struktur mikro dipengaruhi oleh komposisi bahan, pemanasan dan laju pendinginan. Jadi suatu bahan dengan struktur normal, bila dipanaskan hingga suhu tertentu, struktur mikronya akan berubah, namun akan kembali kestruktur asal bila didinginkan dengan laju normal (normalisasi). Laju pendinginan yang lebih cepat atau lambat dari laju normal akan menghasilkan struktur yang berbeda paling tidak pada ukuran butirannya. Contoh konkrit: Baja karbon dengan kandungan C = 0.8%, pada kondisi normal memiliki struktur Perlit. Ketika dipanaskan pada suhu > 723 oC strukturnya berubah menjadi Austenit. Pada laju pendinginan normal akan kembali menjadi perlit yang sama dengan sebelumnya. Namun pada laju pendinginan cepat (quench) struktur akan menjadi martensit, sedang pada laju pendinginan lambat akan menjadi Perlit/Ferrit kasar (struktur Widmanstatten) atau bila laju pendinginan sangat lambat akan menjadi Ferrit dengan karbida Fe3C pada batas2 butirannya.

Penyebabnya adalah kemampuan (kecepatan) larut dari unsur2 yang terkandung. Ada yang larut kedalam Ferrit, ada yang membentuk karbida logam. Dengan demikian untuk setiap baja dengan kandungan unsur2 yang berbeda, juga akan memiliki suhu maupun laju pendinginan yang berbeda pula.

Proses forming (forging, stamping, bending, rolling dsb) juga akan mengakibatkan perubahan struktur, misalnya Austenit bila terkena beban impak akan berubah menjadi Martensit, atau Martensit bila diimpak ringan terus menerus akan menjadi Perlit, atau akibat proses forming bertahap (sedikit demi sedikit) terhadap bahan lunak (perlit/ferrit) struktur akan tetap namun bentuk butirannya yang berubah.

Semoga membantu.

3 08 2015
Putra

Assalamualaikum Pak Widodo,

Pak Wid, saya mau tanya apa pengaruh pemakaian tapioka dan iron oxide terhadap sand compotition pada greensand? terus fungsinya tapioka dan iron oxide apa pak?

Terimakasih

6 08 2015
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Putra.

Pasir cetak (apa saja) terdiri dari:
a. Pasir (silika) sebagai bahan dasar baik baru maupun daur ulang.
b. binder (bahan pengikat). Pada greensand bentonit + air.
c. aditiv (bahan tambah) yang berfungsi untuk meningkatkan sifat teknis yang diinginkan pada pasir cetak.

Pada pasir greensand untuk pengecoran cast iron, bahan aditiv yang digunakan adalah coaldust (debu arang) atau ada yang menyebutnya dengan seacoal. Tujuannya untuk membentuk loustrous casbon film saat penuangan sehingga kontak langsung antara cairan dengan cetakan tidak terjadi. Dengan demikian pasir cetak tidak menjadi tersinter.

Untuk greensand pada pengecoran baja, coaldust tidak dapat digunakan, karena akan meningkatkan kandungan C di permukaan. Maka digunakanlah besi oksida (iron okside) dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan panas pasir cetak.

Tapioka lebih umum digunakan pada dry sand, untuk meningkatkan permeabilitas pasir. Di IKM tapioka dibubuhkan untuk meningkatkan sifat formability (lebih lekat/cepel) namun konsekuensinya menambah kandungan air yang ujung2nya menaikkan potensi gas porosity.

Semoga berguna

14 08 2015
Putra

Terimakasih sebelumnya Pak Widodo.

Berarti iron oxid tidak terlalu berpengaruh pada pengecoran besi tuang atau FC FCD pak?
kalo di tempat saya, iron oxide atau tapioka digunakan di untuk pengecoran besi tuang pak. dan katanya iron oxide fungsinya untuk mengurangi gas hole dan tapioka menjaga cetakan agar tidak cepat kering dan mudah hancur. tapi berdasarkan aktual reject, masih banyak reject gas hole pada casting. apa ini fungsi lain dari material additive tsb Pak?

Terimakasih

14 08 2015
R. Widodo

Yth mas Putra.

Gas porosity dapat berasal dari:

a. Udara dalam rongga cetakan (cavity) yang tidak dapat keluar. Apalagi apabila udara tersebut lembab. Maka solusinya adalah ventilasi yang baik serta udara yang kering.
b. Cetakan yang basah, dimana air akan berubah jadi uap dan terjebak sebagai gas porosity. Solusinya tentu moisture content pasir cetak harus rendah. Tapioka itu menyerp dan menyimpan air pada pasir Anda. Jadi saya sarankan untuk tidak digunakan. Gunakan bentonit yang baik.
c. Cairan yang terkontaminasi gas pada proses peleburan. Maka lakukan proses peleburan dengan menghindari oksidasi. Sebab oksidasi terhadap cairan pasti akan memproduksi gas juga.

Bagi saya iron okside hanya berguna untuk meningkatkan ketahanan panas pasir. Jadi tidak berhubungan dengan pengurangan gas.

Semoga membantu.

25 08 2015
John

nice info mas , Afric

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: