Shrinkage

Deskripsi:

Srinkage cavity merupakan rongga-rongga dengan permukaan kasar serta dendritik baik merupakan rongga tunggal yang besar sampai rongga-rongga kecil yang berkoloni pada lokasi-lokasi tertentu.

Adanya shrinkage sering ditandai dengan munculnya cekungan pada permukaan coran dan atau perubahan geometri sebagai akibat dari tekanan udara luar yang lebih besar dari tekanan didalam rongga-rongga shrinkage.

Lokasi-lokasi umum:

Rongga shrinkage selalu ditemukan pada daerah coran yang memiliki modul besar (masiv) terutama bila modul besar tersebut berada diantara modul-modul yang kecil.

Shrinkage cuga sering terjadi pada daerah yang mendapatkan beban panas berlebihan akibat kurang baiknya peletakan saluran masuk (ingate), atau pada ingate itu sendiri.

Beberapa saran pemecahan:

  • Bila terdapat bagian coran dengan modul besar yang terisolasi, ubah rancangan produk cor sehingga memiliki modul yang sama di setiap bagiannya.
  • Rancang ulang sistim saluran maupun penambah sehingga mampu penghasilkan proses solidifikasi yang trerkendali.
  • Perbaiki rasio modul coran : leher penambah : penambah.
  • Kurangi ukuran saluran masuk (ingate) yang terlalu besar.
  • Gunakan pendingin baik luar ataupun dalam (ex- or internal chill) kecuali pada produk cor dengan bahan besi cor baik lamelar maupun nodular.

73 responses

22 06 2009
Gustaf Armstrong

Dear Foundrymen,

Saat ini berkembang, exothermic risers yang sangat efektif untuk menanggulangi shrinkage. Risers dengan bahan exothermis ini dapat memperkecil ukuran standard riser, yang juga akan menurunkan ongkos produksi skala besar.

6 05 2010
deni gunawan

selamat sore pa..
mau numpang tanya sedikit…di perusahaan saya ada masalah shrinkage yang belum terselesaikan sampai saat ini.material yang digunakan adalah FCD 500,dengan berat dan design yang hampir sama tetapi salah satu mengalami perlakuan heattreatment ( sd max 480 derajat celcius),kenapa hasil shrinkage nya lebih baik dari yang tidak di heattreatment? apakah perlakuan tsb mempengaruhi thd shrinkage?
terima kasih

21 05 2010
Rinto . V

saran saya sebaiknya anda pelajari diagram TTT nya…lihat apa yang terjadi dengan kondisi pemanasan tersebut.

9 11 2010
ORTEGA

Salam sejahtera,
casting kami bahan Al ingot, dengan metode grafity, permanen mold, coating baik, temperatur of mold 300an, holding well, semuanya sudah standar menurut kami, tapi benda cacat didalam, dan terpaksa kami menambah penambah2 yang tidak jelas, tapi masih nihil, cara yang mana yang harus kami perbaiki?, minta bantuannya!

10 11 2010
R. Widodo

Dear friends…

Untuk menanggulagi cacat coran yang Anda harus lakukan adalah urutan beikut ini:
1. Identifikasi terlebih dahulu, jenis cacat apa gerangan (shrinkage, gas cavity, inclusions etc) yang tentunya secara visual dapat saja tampak mirip. Dalam hal ini geometri produk, bentuk cacat, lokasi maupun sebarannya sangat diperlukan sebagai informasi awal.
2. Kumpulkan berbagai data proses yang berhubungan dengan jenis cacat yang telah teridentifikasi. Invormasi harus meliputi bagaimana dibuat, kapan, dimana, seberapa sering, oleh siapa dan berbagai informasi yang lain diperlukan.
3. Lakukan analisis terhadap data yang ada, temukan mana yang mungkin memnjadi pemicu cacat. Bila produk pernah dibuat dengan hasil baik, cari letak perbedaan proses yang dulu dengan sekarang.
4. Tentukan beberapa perbaikan dan uji coba satu perbaikan setiap langkah.
5. Analisis hasil percobaan seperti tahap2 sebelumnya, mengingat ada kemungkinan terjadi cacat baru.

Good luck.

11 01 2011
Dani Ramdani

Salam buat semua,
Betul untuk memperbaiki cacat kita harus mengerti cacat apa spt yang dibilang pa Widodo di no 1, tambahan cek modul produk (V/A dlm dm), atau ada daerah yang tebal ? kemungkinan shrinkage, yang umum di alumunium biasanya pinhole, waktu dicairkan logam Al bapak pada temperatur berapa ? apakah dilakukan degasing? saya curiga kemungkinan pinhole .

27 04 2011
bambang yp

selamat sore pak,
kami memproduksi casting FC 200 produk kami mempunyai bobot sekitar 70 kg panjang dan lebar sekitar 1200 mm tebal permukaan sekitar 10 mm hanya terdapat bagian yang tebal disekitar pertemuan tulangan dan sering terjadi open shringkage. kami sudah melakukan perbaikan dengan memberikan chill 10 mm pada posisi yang tebal, penambahan inoculant sebelum pouring temperatur pouring 1450-1350 oC, tetapi masih terjadi open shringkage. apakah tindakan yang kami lakukan sudah benar dan bagaimana solusinya

27 04 2011
R. Widodo

Yth pak Bambang

Solusi tepat untuk masalah Anda tentu hanya dapat dilakukan setelah mempelajari baik bentuk/geometri produk, posisi dan populasi shrinkage, komposisi (C dan Si) serta beberapa aspek teknis lainnya yang selalu saling terkait. Namun demikian secara umum shinkage dapat terjadi pada:

1. Terdapat modul besar yang terisolasi (misalnya pertemuan tulangan)
2. Sudut2 pasir yang runcing (efek sudut pasir)
3. CE terlalu rendah
4. Temperatur pouring terlalu tinggi.
5. Kurang risser (penambah)
6. Cetakan kurang keras
7. Ingate pada posisi yang kurang tepat (memanaskan suatu daerah berlebihan)
8. dll tentu masih banyak.

Inokulasi memang dapat memecahkan masalah, namun itu akan berhasil bila diterapkan pada cetakan yang keras, sedangkan chill untuk diaplikasikan pada besi cor tentu perlu pertimbangan cukup panjang mengingat efek keras yang akan ditimbulkannya.

Jadi, kalau shrinkagenya terjadi disekitar pertemuan tulangan seperti yang Anda maksud, maka saran saya pemecahannya ya fokus diarea itu saja, misanya:

1. Mengurangi modul daerah pertemuan dengan memberi sedikit lekukan yang tidak mempengaruhi fungsi.
2. meradius sudut2 pasirnya agar tidak runcing.
3. menurunkan temperatur pouring (bila masih mungkin) dan/atau
4. menjauhkan ingate dari daerah tersebut.

Semoga berguna.

13 02 2013
tohir

pak mau menyambung jawaban diatas….., salah satu penyebab terjadinya shrinkage pada nomer 7.ingate pada posisi yg kurang tepat,,,, bisa diperjelas lagi gak pak? terus parameternya apa?

13 02 2013
R. Widodo

Yth mas Tohir.

Ingate biasanya ditempatkan pada daerah casting yang tipis, kecuali pada penambah samping dimana ingate ditempatkan masuk kepenambah. Tujuannya adalah:
a. Membuat penambah samping menjadi panas (cairan terakhir mengisi penambah)
b. Mencegah peningkatan modul benda. Karena cairan terakhir adalah yang masih panas, maka tentu tidak tepat bila ingate diletakkan pada daerah yang tebal, karena dengan demikian daerah ini akan menjadi lebih panas dari daerah lainnya. Maka shrinkage justru sering terjadi didaerah ingate.

Semoga membantu.

8 10 2015
aditya

mohon penjelasannya pak terkait point no. 3 pengaruh CE yang terlalu rendah terhadap shrinkage..
Terima kasih.

9 10 2015
R. Widodo

Yth mas Aditya

CE menyatakan kandungan C dan Si pada material. Kedua unsur ini menentukan seberapa banyak grafit akan terbentuk pada material besi cor. Banyaknya grafit yang terbentuk akan menentukan seberapa besar pemuaian grafitnya, dimana pemuaian ini akan menutup rongga2 shrinkage (susut kristalisasi) yang terjadi. Maka bila CE rendah, artinya potensi pembentukan grafit juga rendah, sehingga kemampuannya untuk menutup rongga2 shrinkage juga rendah.

Semoga membantu.

6 11 2011
sumarsono

Yth. Bp. R.Widodo
Awa kandungan C : 2,9 % dengan perubahan bahan baku cokesnya sekarang jadi 3,2%.
Problem yang kami hadapi Reject shringkage jadi tinggi, terutama setelah produk mengalami proses mecining,
yang saya tanyakan,
Apakah dengan naikkannya kandungan C bisa menimbulkan dampak sringkage?
Mohon petunjuknya, terim kasih

7 11 2011
R. Widodo

Yth mas Sumarsono

Pada besi cor putih, bila kandungan C yang naik, apalagi sampai 3.2%, akan menyebabkan suhu liquidus turun cukup banyak sehingga suhu cor yang biasanya digunakan untuk bahan dengan kandungan C hanya 2.9% menjadi terlalu tinggi. Akibatnya tentu saja shrinkage potensialnya menjadi naik (susut cairnya jadi banyak). Maka saran saya, coba Anda koreksi lagi suhu cor agar sesuai dengan kandungan C yang lebih tinggi.

Semoga berguna.

7 11 2011
dani

bisa dikirimkan gambar produknya pa? selain C ? %Si nya berapa ? temperatur tuang juga ?pasir cetaknya yang digunakan apa? kirim ke email :drsutaryan_79@yahoo.co.id. tks

23 07 2012
Haryo

Yth Pak Widodo,

kenapa setiap kelebihan mg-rest bisa berpotensi shinkage?
mohon bantuannya pak..

23 07 2012
R. Widodo

Yth mas Haryo

Magnesium (Mg) memang merupakan bahan stabilisator karbida yang sangat kuat sehingga meningkatkan tendensi cacat shrinkage. Mg rest yang berlebihan akan mengakibatkan lebih banyak C yang terbentuk sebagai karbida (Fe3C) yang membentuk perlit atau bahkan menjadi ledeburit. Dengan demikian jumlah karbon yang menjadi grafit berkurang serta akan menurunkan jumlah grafit dan secara langsung akan mengurang ekspansi grafit yang seharusnya mengkompensasi penyusutan. Akibatnya susut kristalisasi menjadi besar.

Pada pengecoran besi cor nodular dengan menerapkan kandungan Mg >0.05% diketahui lebih rentan terhadap cacat shrinkage dibandingkan dengan pada level yang lebih rendah. Mg rest yang paling disarankan adalah 0.035-0.04%.

Semoga membantu.

25 07 2012
Haryo

Terima kasih Pak.
Sangat membantu..

25 07 2012
dani

Dari pengalaman buat FCD 400, FCD 500 range 0,035-0,055% itu aman sekali, tetapi target kami selalu di 0,04 atau 0,045%. Hasil variasinya/penyimpangan kecil, kalau digunakan crane scale, ladle khusus untuk FCD/Mg Treatment, temperatur terkontrol saat Mg Treatment (berbeda temperatur saat Mg Treatment recovery Mg berbeda), kalau bisa FeSiMg digunakan yang sama dengan 4-5%Mg). ukuran FeSiMg juga jangan yang besar-besar. Insya Allah gak ada masalah, C,Si sesuai standar, Mn<0,3, P-S<0,02.

29 07 2013
rito ginanjar

SIANG,
pak saya mau tanya, untuk shringkage itu sendiri ada atau tidak potensi retak ke dalam?
terimakasih

29 07 2013
R. Widodo

Yth mas Rito

Shrinkage bisa terjadi panjang menembus bagian dengan modul terbesar sehingga tampak sebagai retakan. Bila diamati dibawah mikroskop, ada pebedaan antara retakan panas dengan shrinkage, dimana permukaan rongga shrinkage selalu dendritis (terdapat lengan2 pertumbuhan kristal) yang tidak ditemukan pada retakan. Shrinkage bisa saja diikuti dengan retakan panas, yaitu bila daerah ujung2 rongga shrinkage (karena masih panas/lunak dan mengandung sudut2 kritis) tidak mampu menahan tarikan akibat terjadinya internal stress yang ditimpulkan oleh penyusutan padat..

Semoga membantu.

23 10 2013
jusepa fathullaesa

Yth Pak Widodo,

ditinjau dari aspek mikrostrukturnya, apakah ada perbedaan distribusi grafit, jenis tipe grafit yang dihasilkan, ukuran grafit, dan matrik yang dihasilkan pada daerah yang terjadi shrinkage dengan daerah yang tidak terjadi shrinkage?

terima kasih

25 10 2013
R. Widodo

Yth mas Jusepa

Daerah dimana terjadi shrinkage selalu menyimpan panas terlama (membeku paling akhir) sehingga karena pendinginannya relatif lebih lama (akhir) maka struktur yang terjadi biasanya:
a. lebih banyak memiliki ferit
b. Butiran kasar (besar) dan dendritik
c. dengan demikian grafit akan cenderung interdendritik (terbentuk dilengan2 dendrit) dan tidak pada sel eutektik.

Semoga membantu.

26 11 2013
sony 48

Assalamu alaikum pak Widodo
Pak tolong saya minta penjelasanya kenapa temperatur pouring yang rendah bisa mengakibatkan shringkage?
Terima kasih sebelumnya

27 11 2013
R. Widodo

Yth mas Sony

Itu terjadi pada disain riser (cold riser) dimana ingate tidak menuju riser. Ketika suhu pouring rendah maka suhu riser sudah terlalu rendah sehingga kehilangan kemampuan feedingnya.

Semoga membantu.

28 11 2013
irsan

Assalamu alaikum pak widodo
Pak di perusahaan saya memproduksi fcd dengan proses pembuatan mould disamatic,,dengan jarak AMC ke ocilating yg sangat pendek (63 mold) sehingga cooling time nya menjadi singkat,,,hal ini membuat casting nya menjadi over hardnes,, apakah ada pak proses atau penambahan unsur yang membuat casting saya tidak overhardnes walaupun dengan cooling time yg singkat? Mohon penjelasanya pak.
Terimakasih banyak

29 11 2013
R. Widodo

Yth mas Irsan

Cooling time yang terlalu singkat mengakibatkan transformasi austenit – perlit berlangsung cepat sehingga menghasilkan perlit yang halus atau bahkan sebagian menjadi martensit, Maka kekerasan bahan akan naik hingga overhardness. Anda bisa mencoba mengatasinya dengan menaikkan kandungan C maupun Si kebatas maksimum untuk ketebalannya. Kalau sdh dilakukan dan tetap terlalu keras, maka solusinya adalah softanealing. (heattretment dengan pendinginan lambat).

Semoga berguna.

8 01 2014
Maman Sudirman

Pak Widodo…saya mau minta saran, di tempat saya selalu terjadi shrinkage pada area ingate. material FC 250, kandungan C : 3.10 & Si :2.05, Mn : 0.57
apakah ada pengaruh dari komposisi tersebut, dan apakah ada pengaruhnya juga dari ukuran ingate, sebab dimensi ingat PxLxt (50x25x30).
Mohon masukan dasarannya…posisi inget bertepatan pada tulangan. rata-rata ketebalan casting 30-50 mm.

Terimakasih

9 01 2014
R. Widodo

Yth mas Maman.

Shrinkage akan terjadi pada daerah dengan modul besar yang terisolasi, sehingga daerah ini membeku belakangan. Jadi area sekitar ingate Anda pasti memiliki modul besar. Hal ini bisa disebabkan oleh:

a. Modul ingate terlalu besar. Coba Anda buat menjadi beberapa ingate yang kecil2. Atau buat lebih tipis namun A tetap
b. Ingate menaikkan modul di area sekitarnya. Misalnya pada daerah T, atau tulangan . Coba pindahkan kebagian yang bukan tulangan.
c. Ingate diletakkan dibagian benda yang tebal. Pindahkan ingate kedaerah yang tipis.

Semoga berhasil.

31 01 2014
Eryan Y

Yth. P.Widodo
Apakah tinggi rendahnya kandungan sulphur dan phospor pada besi cor nodular akan berpengaruh juga terhadap shrinkage ?
Mohon penjelasannya pak

Terima kasih

31 01 2014
R. Widodo

Yth mas Eryan.

Pada besi cor nodular, yang pasti S pasti rendah. Sebab bila tinggi nodular Anda tidak akan jadi. S dihilangkan melalui proses Mg treatment. Sedangkanp P akan membentuk senyawa FeP eutektik dg Fe (steadit) yang memiliki titik lebur rendah sehingga membuat viskositas cairan menjadi rendah (encer).

Semoga berguna.

2 02 2014
Eryan Y

Terima kasih pak, sangat membantu

25 02 2014
Eko

Yth. P.WIDODO

saya mau tanya mengenai problem pinhole pada produk stainlles steel kebetulan berbentuk bhusing dan sy mau yanya mengenai proses foundry khususnya stainlles stell menggunakan Vacum proses ada referensi yang bisa saya download nggak pak

Mas Eko

29 04 2014
mrifqi

Assalamualaikum..
Pak, ada masalah cukup besar mengenai shrinkage type produk bracket mounting dengan komposisi FCD 45. Sudah pernah dicoba karbon ditinggikan dan mencoba presentase inokulan ditambah, gatting sistem sudah maksimal (produk tipis) tapi masih shrinkage (terjadi pada posisi drill atau hole, after machining), mohon dibantu, pak..
terima kasih.

30 04 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Rifki

Menaikkan CE dengan penambahan inokulasi memang salah satu opsi yang dapat dicoba. Bila masih tidak berhasil, maka bagian shrinkage tersebut pasti merupakan daerah dengan modul agak besar namun terisolir (tidak ada transfer modul). Jadi saran saya, kecilkan modulnya, misalnya diberi lubang pre drilling (core).

Semoga membantu.

5 05 2014
mrifqi

terima kasih, pak..

4 05 2014
David Fayruz

Selamat siang,

Pak, saya sedang melakukan pengecoran aluminium 6061 dengan menggunakan metode cil dalam (internal chill). Apakah kira-kira ada perbedaan sturuktur mikro untuk hasil coran yang memiliki pendinginan paling awal dan paling akhir.

Terima kasih sebelumnya.

6 05 2014
R. Widodo

Yth mas David

Strur as cast merupakan struktur yang tidak homogen. Hal itu disebabkan oleh laju pendinginan yang tidak seragam. Jadi betapapun kecilnya tetap akan tejadi inhomogenitas struktur. Apalagi apabila laju pendinginan sangat berbeda. Demikian pula pada aluminium 6061. Pada pendinginan cepat Cu dan Mg akan terlarut kedalam alfa, sedangkan pada pendinginan lambat akan membentuk struktur beta pada batas butiran alfa.

Untuk mendapat struktur homogen, proses heat treatment harus dilakukan.

Semoga membantu.

14 11 2014
Diana

Selamat siang pak widodo yht,

Mohon sarannya..
produksi saya berupa ingot al alloy, dimana sering terjadi cekungan / shrinkage pada 3 titik di permukaan (sekitar 5%), munculnya secara acak, bisa di titik 1, ada juga di titik 1 dan 2, juga ada yg di titik 3 aja. tetapi banyak juga yang bersih dari cekungan.casting menggunakan line conveyor, untuk feeding ke cetakan menggunakan distributor yang berputar
saya coba identifikasi dengan SED EDS untuk daerah cekungan hasilnya al pure dan al alloy tidak terdapat inklusi,
apakah yang bisa menyebabkan cekungan itu terbentuk dan mohon saran cara mengatasinya.
terima kasih..

14 11 2014
R. Widodo

Yth mbak Diana

Shrinkage berupa cekungan adalah sesuatu yang lazim terjadi pada proses solifikasi logam, bahkan pada Al akan terjadi susut selama proses pembekuan sebanyak 6.6%. Cekungan terjadi karena rongga shrinkage yang terjadi didalam ingot tidak berisi udara (vacuum) sedangkan udara sekitar memiliki tekanan 1 Atm. Tekanan ini yang mendesak permukaan, serta menutup rongga, sehingga menjadi cekung. Pada ingot yang tidak cekung kemungkinan justru:
a. Mengandung rongga shrinkage didalamnya.
b. Mengandung banyak gas porosity (H2) yang tekanan parsialnya mendekati 1 Atm.

Untuk mengatasinya bisa dengan memperlambat proses penuangan, sehingga sekaligus berfungsi sebagai feeding ketika shrinkage mulai terjadi. Selain itu sepertinya ingot yang mengandung cekungan justru lebih aman (karena kandungan gas H2 nya sedikit) dari pada yang tidak cekung.

Semoga membantu.

17 11 2014
Diana

Selamat Sore Pak Widodo yth,

Terima kasih banyak atas masukannya.
maaf pak saya perlu masukan lagi dari pak widodo
untuk pengujian, rencana saya akan menambahkan beberapa alat pada lab , produksi saya ingot aluminium alloy, jika saya rencana menambahkan alat uji tarik dan hardness, adakah korelasi antara uji dari alat2 tersebut dengan banyaknya gas dan pengotor.
Terima kasih banyak.

salam,

17 11 2014
R. Widodo

Yth mbak Diana

Apabila suatu spesimen uji mengandung banyak sekali inklusi maupun prositas, tentu hasil uji tarik maupun kekerasannya akan terpengaruh. Produk Anda saat ini adalah ingot. Bagi saya yang saya butuhkan dari kualitas ingot Anda adalah komposisi kimia, selanjutnya adalah kebersihan (sedikit inklusi) dan sedikit kandungan gas. Sebab ingot adalah bahan baku yang akan dilebur kembali. Dengan demikian, bila Anda ingin melengkapi lab pengujian bahan, maka yang harus dimiliki adalah spektometri, metallographic analyzer dan gas analyzer.

Semoga membantu.

18 11 2014
Diana

Selamat Pagi Pak Widodo Yth,

Terima kasih banyak atas saran2 bapak.
untuk alat metallorgraphic anayzer dan gas analyzer, adakah rekomendet dari bapak, yang cocok untuk di proses saya?
Terima kasih banyak.

Salam

18 11 2014
R. Widodo

Yth mbak Diana.

Anda akan mendapat informasi lengkap di pameran Indometal 2014, tanggal 11-13 Desember 2014 di PRJ Kemayoran. Info: http://www.indometal.net

Semoga membantu.

29 12 2014
Igar Sanjaya

Ikut Gabung guru

8 06 2015
selvia kharisma

Selamat mlam pak.
Saya ingin bertanya, apa penyebab utama terjadinya shrinkage?.

9 06 2015
R. Widodo

Yth mbak Selvia

Shrinkage (susut) adalah fenomena fisik yang terjadi pada benda saat mengalami pendinginan. Bila benda dalam keadaan cair maka susut tersebut hanya akan mengurangi volume tanpa mengubah bentuk. Bila benda dalam keadaan padat maka susut akan mengubah volume sekaligus ukuran (benda mengecil). Sekarang dapat Anda bayangkan bila benda tersebut masih dalam keadaan sebagian masih cair dan sedang mengalami masa pembekuan. Maka susut tersebut akan meninggalkan rongga ditempat dimana pembekuan terjadi paling akhir (daerah yg menyimpan panas paling lama). Rongga itulah yang disebut shrinkage cavity.

Jadi penyebab shrinkage adalah:
a. Adanya proses pembekuan (perubahan fasa dari cair menjadi padat).
b. Adanya konsentrasi panas pada daerah tertentu (tebal, terisolasi, terpanaskan).
c. Tidak adanya kompensasi terhadap penyusutan (misalnya feeding dari penambah atau pemuaian grafit pada besi cor).
d. Shrinkage tidak terarahkan menuju ke penambah.

Semoga membantu.

17 08 2015
devon

assalamualaikum wr.wb pak
saya mau nanya, bagaimana cara mengetahui apabila komponen crankshaft mengalami cacat shrinkage??

18 08 2015
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Devon

Ciri2 cacat shrinkage a.l:
a. Merupakan rongga tak beraturan baik terbuka maupun tertutup.
b. Permukaan rongga kasar dan dendritik.
c. Berada pada hot spots (memiliki modul besar dan atau panas terisolasi).
d. Sering kali diikuti dengan dekok dipermukaan.

Untuk rongga terbuka, maka ciri2 tersebut diatas akan segera tampak. Untuk rongga tertutup haru dilihat dengan menggunakan teknologi baik x-ray, ultrasonografi (untuk steel) atau Anda potong didaerah yang dicurigai sehingga rongga menjadi tampak. Bila shrinkage termasuk dalam katagori mikro shrinkage, tentu hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Anda perlu pengalaman yang cukup untuk dapat memprediksi apakah disuatu daerah tertentu terdapat cacat shrinkage atau tidak.

Semoga membantu.

14 11 2016
Tohir

Assalamualaikum Pak,
Kebetulan Pak ditempat kami sedang banyak Shrikage, produk kami Aluminium dengan Proses LP Casting, kami juga memakai Shell Core (rcs).mohon arahannya seperti apa untuk penanganan shrinkage tersebut. Dilihat dari cirinya sepertinya masuk kategori rongga terbuka karena secara visual kelihatan ada bolong-bolongny.awalnya produk terlihat bintik-bintik hitam tapi setelah di shot blast kelihatan bolong Pak. Mohon masukannya. Terimakasih

30 11 2015
Sakerah foundry

Salam hangat foundry,
Pak saya mau bertanya,saat ini saya sedang membuat casting dngn material alloy steel.
Untuk saat ini mslh yg tjd msh ada srinkage,temp taping 1700 c.pouring pertama 1680 c.Ladle sdh dilakukan preheat.cetakan sdh di preheat jg.
Kendala yg trjd di permukaan pasir msh kasar menyerupai rongga srinkage.
Di daerah dalam dngn tebal casting 18 mm, masih trjd 1 titik srinkage sebesar 5 mm.Utk saat ini sdh kami rubah ukuran riser.Dan juga ketebalan casting.Serta kami perbesar radius casting.Untuk ingate sdh sy rubah yg menempel dngn casting sy beri radius.Mohon tanggapanya pak utk penyelesaian mslh ini?
2.Untuk preheat cetakan jenis furan apa bisa dilakukan pengeringan cetakan dngn dibakar pak, atau harus menggunakan angin panas.?

30 11 2015
Sakerah foundry

Salam hangat foundry,
Pak saya mau bertanya,saat ini saya sedang membuat casting dngn material alloy steel.
Untuk saat ini mslh yg tjd msh ada srinkage,temp taping 1700 c.poUuring pertama 1680 c.Ladle sdh dilakukan preheat.cetakan sdh di preheat jg.
Kendala yg trjd di permukaan pasir msh kasar menyerupai rongga srinkage.
Di daerah dalam dngn tebal casting 18 mm, masih trjd 1 titik srinkage sebesar 5 mm.Utk saat ini sdh kami rubah ukuran riser.Dan juga ketebalan casting.Serta kami perbesar radius casting.Untuk ingate sdh sy rubah yg menempel dngn casting sy beri radius.Mohon tanggapanya pak utk penyelesaian mslh ini?
2.Untuk preheat cetakan jenis furan apa bisa dilakukan pengeringan cetakan dngn dibakar pak, atau harus menggunakan angin panas.?

2 12 2015
R. Widodo

Yth mas Sakerah

Untuk menetapkan ukuran riser, dilakukan tahap2 sebagai berikut:
a. Hitung volume benda (V)
b. hitung volume susut (shrinkage) yang akan terjadi (Vs). Dengan demikian Anda tahu seberapa banyak cairan yang harus difeedingkan oleh riser (Vf) dimana Vs = Vf.
c. Tetapkan efisiensi penambah (Er),
d. Hitung volume penambah (Vr), dimana Vr = Vf/Er
e. Tentukan posisi penambah, yaitu didekat modul benda (Mb) terbesar atau yang akan difeeding (perhatikan jangkauan penambah).
f. Tetapkan modul penambah (Mp), dimana Mp > Mb
d. Hitung ukuran penambah dengan basic Mp.

Bila ukuran riser yang Anda gunakan sudah sesuai dengan perhitungan Anda, maka seharusnya shrinkage sudah teratasi. Untuk permukaan kasar, silakan pastikan terlebih dahulu apakah ia shrinkage.

Furan tidak mengandung air. Ia adalah resin yang memiliki titik bakar rendah. Jadi kalau Anda mengeringkan cetakan dgn pasir furan secara dibakar, maka kemungkinan Anda justru akan ikut membakar (merusak) furannya. Yang dikeringkan adalah cavity (rongga cetakan) nya dan permukaan dengan lapisan coating, bila Anda menggunakan waterbased coating. Maka yang dibutuhkan adalah angin yang dipanaskan.

Semoga berguna.

15 03 2016
Hilmi

Assalamualaikum pak R.Widodo….
Saya mau menanyakan apakah ada unsur pada komposisi kimia tertentu yang dapat menyebabkan rongga susut tersebut? mohon penjelasannya pak,,terimakasih…🙂

16 03 2016
R. Widodo

Yth mas Hilmi

Rongga susut terjadi karena adanya penyusutan saat mulai hingga akhir solidikasi (diantara suhu liquidus (Tl) hingga suhu solidus (Ts)). Jadi bila komposisi paduan Anda memiliki Tl-Ts yang besar maka rongga susutnya akan menjadi besar pula. Nah selang antara Tl – Ts memang dipengaruhi oleh unsur paduan. Misalnya:
a. Pada Baja Cor, semakin tinggi kandungan C (sampai maks 2.06%) Tl-Ts semakin besar, maka susut rongga susut semakin banyak.
b. Pada wilayah besi Cor, semakin tinggi C justru akan mengurangi Tl-Ts, sehingga rongga susut semakin kecil.
c. Untuk paduan biner lain silakan Anda lihat diagram binernya.
d. Pada besi cor, unsur2 pembentuk karbida seperti Mn dan Cr, karena C yang seharusnya menjadi grafit (mengurangi rongga susut) bersenyawa menjadi karbida. Maka besi cor yang mengandung unsur2 tersebut dalam %tase tinggi akan memiliki kecenderungan rongga susut lebih besar.

Semoga membantu.

16 03 2016
Hilmi

Sangat membantu pak…
Sedangkan untuk kecepatan pouring seberapa pengaruh pak terhadap rongga susut pak? Apakah gak berpengaruh sama sekali?

17 03 2016
R. Widodo

Yth mas Hilmi.

Kalau dalam kaitannya dengan rongga susut yang terjadi saat proses pembekuan (kristalisasi) maka tidak ada hubungannya. Kalau kaitannya dengan kemampuan feeding penambah, maka:

Konsep pouring adalah sbb:
a. harus segera selesai pada saat seluruh cafity telah terisi penuh.
b. harus segera selesai pada saat material mulai mengalami pembekuan.

Jadi kecepatan pouring ditentukan oleh, seberapa banyak cairan yang harus dituangkan dan seberapa tinggi suhu cairan diatas suhu liquidus. Bila penuangan terlalu cepat, sehingga cairan penuh pada saat suhu cairan masih jauh diatas suhu liquidusnya, maka cairan akan mengalami susut terlebih dahulu sebelum kristalisasi. Maka volume feeding penambah jadi berkurang (karena susut dulu saat masih cair). Akibatnya produk akan mengalami rongga susut karena kekurangan feeding.

Semoga membantu.

6 04 2016
anton

selamat sore pak.. saya mahasiswa teknik mesin lagi mau menyelesaikan tugas akhir kebetulan ngambil tema shrinkage pada produk case coil hasil injection molding.. lagi mentok dicara pengujian lab.. mau bertanya kira” pengujian dengan metode apakah yang paling tepat untuk menguji sample dari penelitian saya.. tolong pencerahannya sebelum dan sesudahnya terima kasih

7 04 2016
R. Widodo

Yth mas Anton

Untuk penelitian shrinkage, maka alat pengujian yang dibutuhkan adalah:
a. Spectrometry, untuk mengetahui komposisi bahan. Karena komposisi bahan sangat berpengaruh terhadap tendensi shrinkage.
b. Metallografi, mulai dari preparasi sample sampai microscoop logam dengan perbesaran 50.
c. Solidifications simulator, untuk memperkirakan apakah diposisi tersebut kemungkinan terjadi shrinkage, serta untuk melakukan simulasi pemecahan masalah.

Semoga membantu.

7 04 2016
anton kurniawan

Apakah pengujian metallografi bisa diaplikasikan untuk material plastik yah pak.. Klo metallografi bertjuan utk mngetahui struktur mikro yah klo gk salah.. Tujuan penelitian saya utk mengetahui pengaruh beberapa paramater terhdap cacat shrinkage, adakah pngujian scra lab utk mengetahui tingkat cacat shrinkage pak.. Maaf merepotkan terima kasih

7 04 2016
R. Widodo

Yth mas Anton.

Shrinkage itu rongga (porositas), sedangkan rongga itu bisa disebabkan juga oleh gas ataupun slag. Untuk memastikan rongga tersebut shrinkage, maka selain komposisi bahan dan posisinya maka geometri keroposnya harus dilihat dengan microscoop. Atau bila ingin lebih detail lagi tentu harus dilihat dengan x-ray.

Semoga membantu.

8 04 2016
anton kurniawan

Terima kasih pak atas pencerahannya, udah lumayan mengerti semoga blognya semakin bermanfaat bagi bnyak orang

26 04 2016
indra abrar

AMIN..

31 08 2016
mohammad rifai

pak saya rifai bekerja dipengecoran alumunium HPDC akhir2 ini rejection external saya tinggi sekali trutama problem LEAK yg di akibatkan sringkage dan gas trepp . saya mau tanya definisi leak , sringkage dan gas trap secara detail itu apa ya. ini sebagai sumber referensi saya untuk Qcc mohon bantuannya trima kasih.

1 09 2016
R. Widodo

Yth mas Rifai.

Secara umum “leak” yang dimaksud adalah kebocoran. Diketahui setelah dilakukan leak test. Penyebab kebocoran umumnya adalah porositas yang bisa disebabkan oleh adanya gas terjebak (gas trapped) ataupun kerenggangan struktur (shrinkage). Berikut sedikit penjelasannya:
a. Gas trapped. Gas2 ini umumnya adalah H2 yang berada didalam cairan. karena ukurannya sangat kecil baru dapat dilihat dibawah mikroskop. Sebagaimana umumnya gas, memiliki ciri2 berupa rongga2 berbentuk bulat serta pada proses HPDC dapat berada dimana saja. Bila ini yang ditemukan maka Anda harus memperbaiki proses degassing atau proses peleburan agar tidak terjadi gas H2 yang banyak.
b. Shrinkage merupakan rongga yang terjadi pada saat berlangsungnya pembekuan. Umumnya terdapat di daerah2 yang memiliki hot spots dimana didaerah tersebut material membeku paling akhir serta tidak mendapat suply cairan yang cukup. Cirinya adalah rongga2 takberaturan dan atau berada diantara butiran2 kristal. Bila ini yang ditemukan maka Anda harus mengupayakan agar hot spots tidak terjadi pada casting Anda.

Semoga membantu.

1 09 2016
mohammad rifai

selamat siang pak sya mau bertanya di proses HPDC ad yg menggunakan sistem vacuum untuk menhisap udara yang ad didalam cavity saat proses casting berlangsung. istilah di sebut TNV (toyota new valve ) jdi desain mold sudah tidak pakai chilvent untuk mbuang gas yg di dalam cavity. definisi dan sistem kerja dari TNV / vacuum pada proses casting itu seperti apa ya. mohon bantuannya trima kasih

5 09 2016
R. Widodo

Yth mas Rifai.

Aplikasi vacuum pada HPDC bukan hal yang baru, hanya akhir2 ini memang demand nya meningkat dengan cepat sehingga pabrikan2 HPDC kemudian meningkatkan pengembangannya. Toyota adalah salah satunya.

Prinsipnya adalah menghisap udara dalam cavity secara simultan dengan proses injeksi, yang tentu dengan demikian akan memberikan berbagai manfaat bagi proses HPDC, al:
a. Reduksi scrap, karena mengurangi starting injections.
b. Meningkatkan cicle time.
c. Memudahkan aliran cairan kedalam cavity khususnya ke daerah2 yang sulit.
d. Menghilangkan potensi gas traped.

Agar tercapai tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi dari penggunaan vacuum ini maka sistem ini dikendalikan controller yang dihubungkan dengan suatu digital interface berbasis teknologi informatika.

Semoga membantu.

15 11 2016
Tohir

Assalamualaikum Wr Wb,
Dear Pak Widodo,

Maaf Pak mau minta pencerahan, di pabrik saya bekerja sedang banyak shrinkage (diidentifikasi).produk nya Aluminium dengan memakai proses LP casting dan menggunakan Shell Core(RCS) sebagai intinya. Shrinkage itu sendiri sepertinya masuk Rongga terbuka. Awalnya bentukanya seperti bintik-bintik hitam,tapi jika di shotblast kelihatan bolong bolong,jika di Colour Check pun kelihatan merahnya. mohon pencerahannyaa. terimakasih

15 11 2016
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Tohir.

Ciri2 cacat shrinkage secara umum antara lain:
a. Berupa rongga tak beraturan, bisa besar bisa kecil. Bisa tunggal bisa pula berkoloni.
b. Permukaan rongga kasar (dendritik), atau butiran2 kristal yang renggang.
c. Terdapat didaerah hotspots, misalnya sudut2, atau bagian masiv yang terisolasi.

Bila rongga2 yang Anda maksudkan memenuhi kriteria diatas, maka kemungkinan cacat tersebut adalah shrinkage.

Selain shrinkage, cacat rongga sebagaimana yang Anda maksud bisa juga merupakan incusi atau sand erosion bahkan gas porosity. Saran sy, sebelum melangkah ke upaya2 perbaikan, sebaiknya identifikasi cacat diperkuat terlebih dahulu.

Semoga berguna.

22 11 2016
Tohir

Terimakasih Pak Wid,
Tapi saya pengin lebih gamblang lagi, kalau inclusi, sand erotion, gas porosity itu ciri-cirinya seperti apa? Bagaimana caranya saya bisa membedakan itu shrinkage, gas porosity, dan sand erotion?
Matur nuwun Pak

23 11 2016
R. Widodo

Yth mas Tohir.

Ciri2 umum cacat coran:

1. inclusi:
a. bentuk rongga tak beraturan dengan permukaan kasar.
b. bisa berada dimana saja pada casting.
c. didalam rongga ditemukan pengotor.

2. Sand erotion:
a. bentuk rongga tak beraturan sengan permukaan kasar.
b. lokasi mengikuti arah aliran cairan.
c. didalam rongga sering ditemukan butiran2 pasir.

3. Shrinkage.
a. Bentuk rongga tak beraturan dan cenderung dendritik
b. berada di lokasi dengan panas terisolasi atau pada bagian masive (terdapat hotspots)
c. Rongga kosong serta mengikuti baras2 butiran.

4. Gas porosity:
a. Bentuk rongga bulat dengan permukaan halus.
b. Berada dipermukaan atas, atau cenderung menuju keatas.
c. Rongga kosong, namun kadang2 ditemukan slag menyertai.

Semoga membantu.

29 11 2016
Ridhola

Yth Pak Widodo.
Saya ingin menanyakan masalah shringkage ini, apakah ada pengaruh dari kecepatan pouringnya? Apakah ada pengaruh dari keterlambatan pemberian topping powder pada Riser nya? Terus apakah ada hubungannya antara temp pouring dengan CE pada material low Alloy steelnya, kalo Iya bagaimana menentukan temperatur ideal ? Dan sudah pasti akibat kurang bagusnya casting design nya. Kalo menurut bapak dengan beberapa potensi masalah tersebut, potensi mana yg persentase besar menyebabkan dari shringkage tersebut.

Terimakasih
Ridhola

1 12 2016
R. Widodo

Yth mas Ridhola.

1. Kecepatan pouring dan atau waktu tuang yang lambat akan menyebabkan cairan yang memasuki cavity lebih “dingin” yang dengan demikian akan mengurangi susut cair. Berarti efisiensi penambah akan menjadi lebih tinggi.

2. Topping powder bertujuan untuk tetap membuka permukaan riser agar tetap berhubungan dengan tekanan atmosphere. Bila terlambat, sehingga permukaan sd terlanjur membeku, maka pemberian topping powder menjadi tidak efektiv karena tekanan atmosfer tidak dapat membantu kerja riser.

3. CE dihitung agar Anda masih dapat menggunakan diagram besi karbon untuk memperkirakan TL maupun TS. Pouring temperatur umumnya ditetapkan 50-100 oC diatas TL.

Casting design yang baik pada umumnya mengakomodir ketiga hal diatas. Jadi urutannya: 1. casting design proporsional dulu, baru 2. perhatikan ketiga hal diatas.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: