Perhitungan Sistem Saluran

Waktu Cor

Waktu cor secara teoritis adalah waktu pendinginan yang diperlukan mulai suhu cor sampai dengan suhu liquidus dari material yang bersangkutan. Waktu cor ini juga didefinisikan secara praktis sebagai waktu yang diperlukan untuk mengisi rongga cetak sampai penuh. Waktu cor yang digunakan dalam hal praktis harus dibawah waktu cor teoritis, karena penuangan harus selesai sebelum pengkristalan dimulai pada suhu liquidus. Kejadian inilah yang menjadi dasar perhitungan waktu cor.

Waktu cor untuk benda yang tipis lebih singkat daripada untuk benda yang tebal, karena pendinginan lebih cepat. Waktu cor untuk benda yang besar akan lebih panjang daripada untuk benda yang kecil dan ringan.

Pada prakteknya penentuan waktu cor banyak diambil dari berat coran. Tapi dasar pemikiran dari berat coran saja tentunya tidak akan mendapatkan perhitungan waktu cor yang akurat. Dua benda cor dengan berat yang sama dan ketebalan dinding rata-rata yang berbeda akan mempunyai kecepatan pendinginan yang berbeda, contohnya rumah silinder bersirip dan balok atau kubus pejal. Rumah silinder akan mempunyai waktu cor yang lebih singkat karena mempunyai ketebalan dinding rata-rata yang lebih tipis.

Rumus perhitungan waktu cor yang dapat dipakai dalam segala situasi tidak ada. Berikut ini adalah beberapa rumus yang bisa dipergunakan untuk kasus-kasus tertentu.

Untuk besi cor (menurut Czikel)

tp = 2 . w – 3                           untuk cetakan basah

tp = 2,5 . w – 3                        untuk cetakan kering

dimana:

t           = waktu cor (detik)

w         = ketebalan terkecil (mm)

Nielsen berpendapat, bahwa ketebalan dinding saja belum mencukupi untuk menentukan waktu cor. Pengaruh berat coran terhadap hal ini juga sangat besar, mengingat besarnya enerji panas yang dikeluarkan oleh coran dan yang diserap oleh pasir cetak sangat mempengaruhi derajat penurunan suhu.

Untuk benda cor dengan berat sampai 1000 kg (menurut Nielsen)

tp = 0,32 . w . G0,4

Dimana:

tp = waktu cor [detik]

w = ketebalan dinding dominan [mm]

G = berat coran total [kg]

Rumus lain yang pada prinsipnya hanya mengacu kepada berat benda cor.

saluran1

Dimana:

tp = waktu cor [detik]

G = berat benda cor [kg]

Rumus-rumus di atas hanya berlaku untuk benda cor sampai dengan 1000 kg. Untuk benda cor dengan berat lebih dari 1000 kg dapat digunakan rumus menurut Wlodawer:

saluran2

Dimana:

k = konstanta

k = 5,8 untuk bentuk sederhana

k = 2,5 untuk bentuk normal

k = 1,4 untuk bentuk rumit/dinding tipis

G = berat total coran [kg]

Saluran Masuk

Saluran masuk dihitung paling awal, karena saluran masuk mempunyai luas penampang yang paling kecil dari bagian-bagian lain sistem saluran (efek pengereman aliran).

Saluran masuk biasanya ditempatkan pada permukaan pisah cetakan. Melalui saluran masuk dengan penampang A mengalir cairan logam dengan volume V dan kecepatan alir v, menurut hukum Torricelli:

saluran3

Dimana:

G   = Berat Benda cor (kg)

ρ   = masa jenis logam (kg/dm3)

t    = waktu cor (detik)

g   = 981 cm/det2

h   = tinggi hidrolis (cm)

Asm = luas penampang saluran masuk (cm2)

n   =jumlah saluran masuk

Dengan penyesuaian satuan:

saluran4

Pengaruh gesekan terhadap aliran

Aliran logam cair bisa terhambat karena kekasaran permukaan cetakan, banyaknya belokan sistem saluran dan tajamnya belokan tersebut. Semakin kasar permukaan cetakan, semakin tajam dan banyak belokan akan semakin menghambat kemampuan alir. Hambatan tersebut dinamakan faktor hambatan alir ξ .

Nilai faktor kerugian tersebut adalah 0 < ξ < 1.

Besar hambatan alir tergantung dari bentuk benda cor:

Bentuk sederhana       ξ = 0,8

Bentuk agak sulit        ξ = 0,7

Bentuk sulit                 ξ = 0,6

Bentuk sangat sulit     ξ = 0,4

Dengan memperhatikan faktor hambatan alir maka rumus luas saluran masuk menjadi

saluran5

Tinggi penuangan h

Kecepatan alir v sangat tergantung dari tinggi hidrolis cairan. Untuk pengecoran sistem terjun, ketinggian hidrolis sama dengan tinggi antara permukaan cairan di cawan cor dengan permukaan tertinggi benda cor. Untuk pengecoran sistem naik atau datar, tinggi hidrolis masih dipengaruhi oleh besarnya tekanan ke atas dari cairan yang mengalir ke rongga cetak. Tinggi hidrolis semakin kecil dengan bertambah tingginya permukaan cairan dalam rongga cetak.

saluran6

Perbandingan Sistem Saluran

Saluran pembagi/terak harus mempunyai penampang yang paling besar, sehingga kecepatan alir cairan menurun saat cairan mamasuki saluran pembagi. Pada saat kecepatan alir turun, terak yang mempunyai massa jenis yang lebih kecil dari cairan akan mempunyai kesempatan untuk memisahkan diri dan naik ke permukaan cairan. Oleh sebab itu saluran pembagi juga berfungsi sebagai saluran terak.

Untuk benda cor yang normal berlaku:

Aturun : Aterak : Amasuk = 1 : K : 1

Dimana:

saluran7

Untuk saluran masuk dengan jumlah lebih dari 4 dipergunakan harga K = 2.

Perbandingan lain yang digunakan dalam praktek adalah:

4 : 3 : 2 untuk FC/FCD dengan berat coran di atas 4000 kg

4 : 8 : 3 untuk FC/FCD dengan berat coran normal.

98 responses

20 04 2010
fajar

1. Apa perbedaan spesifik antara ADC (Almunium Die Casting) dengan AC (Almunium Casting)??

20 04 2010
Widodo

Bedanya hanya pada kandungan Fe. Pada ADC 12 diperlukan Fe s.d 0.9% agar bahan tidak “sticking on mold cavity”. Pendinginan die casting yang cepat tidak memberi kesempatan terbentuknya fasa Al2Fe yang membuat casting jadi rapuh.

Untuk proses sand casting digunakan bahan AC 12 dengan kandungan Fe maks 0.2% untuk menghindari terbentuknya Al2Fe akibat dari pendinginan yang lambat.

14 07 2010
angga bagiasna

1. mas kalo referensi perhitunagn leher penambah untuk FC/FCD dari mana…?
2. untuk struktur mikro pada Nihard 4 austenite.? kenapa Nihard memiliki ketahanan gesek tinggi.?
3. apa bedanya austenit pada GXMn12,FeCr27, dan Nihard, dari etiga jenis material tersebut memiliki matrix austenit kan..?

mohon jawabannya mas……..

Foundry angkatan 2007 (xxi)

16 07 2010
R. Widodo

1. Prinsipnya: Leher penambah itu jembatan antara penambah dengan produk, jadi dia “harus” membeku setelah prroduk dan sebelum penambah. Dengan demikian perhitungan modulnyas harus M produk<M leher<M penabah. Berapapun perbandingan yang dipilih, asal memenuhi urutan diatas pasti bisa diterapkan, hanya tinggal cari mana yang paling murah.

2. NiHard 4 itu martensitik mas… di heattreatment dengan kuens hembusan angin tujuannya untuk mengubah sisa austenit menjadi martensit semua. Tempering dikit supaya gak terlalu getas, tapi harus tetap martensit.

3. GX Mn12 memang austenit. Dan itu terjadi karena adanya Mn 12% mengakibatkan perluasan daerah austenit pada diagram Fe-Fe3C kesuhu yang lebih rendah. NiH 4 sudah dijawab pada poin 2, sedangkan pada FeCr27, jumlah Cr yang tinggi akan menyebabkan terbentuknya karbida Cr dalam keseimbangannya dengan kandungan C. Bila C nya ketinggian akan terjadi karbida Cr hipereutektik yang berjarum tajam dan getas. Sisanya bisa austenit, bisa perlit, bisa martensit, bisa ferit tergantung secepat apa proses pendinginannya atau unsur pendampingnya. Tapi kunci kekuatannya ya di karbida Cr itu.

Good luck.

10 05 2016
Husen Taufiq

1. untuk referensi perhitungan penambah untuk FC/FCD bisa menggunakan Ductile Iron ” the essentials of gating and risering system design” karena ada fenomena ekspansi grafit casting design besi cor ini berbeda dari casting steel, selain di pengaruhi oleh komposisi, faktor jenis cetakan ( pasir kering atau pasir basah) dan atau modulus benda, menenntukan perbandingan modulus yang digunakan, dan posisi penambah bisa di simpan pada modul benda yang paling besar atau kecil, untuk lebih detail silahkan baca referensi diatas.

Husen
BBLM-MIDC

3 10 2010
sugeng sudarno

jika menghitung sistem saluran tapi hasil yang di dapat untuk saluran turun terlalu kecil ,apa yang kita harus lakukan. Adakah metode lain untuk menghitung itu?

5 10 2010
R. Widodo

Sistim saluran dihitung mulai dari saluran masuk (ingate). Jadi bila saluran masuk sudah benar, maka saluran pengalir (runner) maupun saluran turun (downsprue) ditetapkan berdasarkan perbandingan luas penampangnya dengan saluran masuk. Bisa berapa saja, yang penting harus lebih besar. Jadi bila dianggap terlalu kecil, ya dibesarkan saja.

Good luck.

7 10 2010
sugeng sudarno

terima kasih banyak pak

19 05 2016
Husen Taufiq

urun rembug.
sebagaimana yang pak widodo sampaikan diatas,salah satu point yang cukup penting adalah waktu cor (detik),
1. memang ada banyak rumus tentang waktu cor (tuang) tersebut,
2. waktu cor ini perlu dibandingkan dengan waktu cor aktual pada proses pengecoran, waktu cor aktual tersebut ditentukan oleh luas saluran terkecil( selain kondisi penuangan dan suhu cairan logam( berkaitan dengan viskositas) yang telah di hitung menggunakan rumus diatas (Asm, luas penampang saluran masuk (cm2), )
3.luas saluran terkecil tersebut bisa di simpan dibagian ingate (saluran masuk) /(runner- gate chocked) kalau aliran yang diharapkan kan adalah bertekanan (pressurized) atau juga bisa di simpan dibagian saluran turun (sprue- runner chocked) kalau tipe aliran yang diharapkan adalah tanpa tekanan (unpressurized),
4 kondisi penuangan, cawan cor (pouring basin) selalu dijaga penuh pada saat proses pengecorannya,
5. apabila kondisi penuangan telah dijaga penuh pada cawan cor ada perbedaan cukup ekstrim( umumnya jarang terjadi), kalau perbedaannya terlalu cepat dari perhitungan berarti luas saluran terkecil masih terlalu besar (ada peluang untuk lebih dikecilkan lagi) hal ini karena disebabkan karena kurang akuratnya pada saat penentuan nilai faktor hambat alir dan tinggi hidrolis.
6. apabila waktu cor telah terpenuhi sesuai dengan estimasi,maka perlu dilihat hasil akhir produk, apakah sesuai dengan harapan? apakah masih terdapat cacat cor yang diakibatkan oleh sistem saluran ini( sebagai salah satu kontributor penyebab cacat cor) seperti : misrun, uncomplete, slag, penetrasi, gas hole, dsb.
7. besar atau kecilnya luas penampang coran ini juga mempengaruhi yield coran.

Semoga bermanfaat.

Husen Taufiq
BBLM-MIDC

21 06 2011
opik

kang, mau tanya kalo misalnya pengecoran alumunium pada produk yg berbentuk menyerupai “U”, sering terjadi keropos pada beberapa bagian,kira2 apa saja penyebabnya ya?
terima kasih atas bantuannya

21 06 2011
R. Widodo

Coba Anda analisis dengan metode ini:

1. Pastikan dulu cacatnya apa (jenis keroposnya apa)
2. Temukan asal-usul cacat tersebut melalui data2 proses yang ada (design, mold, melting, komposisi, bahan baku, dllnya)
3. Dari data2 tersebut coba cari perbedaan2 ketika tidak cacat dengan ketika cacat.
4. Klo Anda temukan beberapa kemungkinan, lakukan perbaikan satu kemungkinan setiap percobaan, mudah2an segera ketemu dan tidak muncul lagi.

Prinsipnya: pembuktian dugaan, tidak main kira2 dan tidak memihak.

Silakan mencoba…

7 02 2012
Singgih

Yth. Pak Widodo

Saya mau menanyakan untuk gating sistem proses investment casting. Apakah sama perhitungannya untuk proses sand casting seperti yang dulu saya pelajari di polman?
Terima kasih pak.

Salam,
Singgih

11 02 2012
R. Widodo

Yth mas Singgih

Secara prinsip sama, sebab basik nya sama2 bernouly, namun tentu ada beberapa faktor yang harus disesuaikan, misalnya faktor hambatan alir mengingat proses penuangan investment casting dilakukan pada saat temperatur cetakan tinggi.

Semoga membantu.

5 04 2012
Dewi Orianthooxweeh

kenapa to, pasir itu cenderung menempel di logam?? jadi kita tidak bisa menyaring pasir dengan penyaring logam?😮

6 04 2012
shandy.Foundry 2006

Assalamu’alaikum…
sangat membantu, namun kalau boleh saya minta referensi dari tulisan ini pak..butuh untuk skripsi..sekian
Terima Kasih

9 04 2012
R. Widodo

Yth mas Shandy.

Beberapa buku yang saya sarankan, berkaitan dengan gatting & riser design untuk referensi skripsi Anda adalah:

ASM Metals Handbook vol 15, Casting. ASM International
Beeley Peter, Foundry Technology, Butterworth Heinemann
Karsay Stephen I. Ductile Iron III – Gating and Risering. QIT-Fer et Titane Inc.
Surdia Tata, Teknik Pengecoran Logam, Pradnya Paramitha.

Semoga membantu.

30 05 2012
hafid

assalamualaikum
Pa,saya ingin bertanya tentang kelebuhan dan kerugian dari saluran tanduk,
terima kasih

30 05 2012
R. Widodo

Yth mas Hafid

Saluran tanduk adalah saluran tuang yang melengkung dari permukaan cor menuju cavity lewat bawah. Karena bentuknya mirip teromper atau juga tanduk makan disebut saluran tanduk.

Kelebihannya adalah, saluran ini mampu menyuply cairan dengan sangat tenang sehingga dapat mencegah terjadinya oksidasi baru. Pengecoran baja maupun beberapa nonferro yang rawan terhadap oksidasi sangat cocok dicor dengan cara ini.

Namun karena bentuknya yang melengkung serta masuk ke cavity dari bagian bawahj, maka pembuatannya relatif lebih sulit dan praktis tidak dapat diterapkan pada pembuatan cetakan secara masinal.

Semoga menjawab.

16 06 2012
yenu wicaksono

assalamualaikum,
pak saya mau tanya tentang sistem saluran untuk investment casting.
bagaimana perhitungannya apa bila saluran gas dan saluran masuk juga berfungsi sebagai penambah?
apakah ada referensinya?

18 06 2012
R. Widodo

Yth mas Yenu.

Pada prinsipnya perhitungan sistam saluran untuk semua pengecoran sama saja. Prinsipnya tetap bernauli. Kalau sistim saluran juga berfungsi sebagai penambah, artinya proses penuangan dilakukan melalui penambah. Maka perhitungan dilakukan dengan dasar perhitungan penambah.

Untuk referensi coba Anda lihat ASM supplement Casting Design and Performance.

Semoga membantu.

17 07 2012
Regi Adija

assalamualaikum…
mau nanya pak cara menghitung Hidrostatis Praktis gimana ya???
ada TA saya yang masih direvisi karena hal itu

17 10 2012
Subekti

assalammu’alaikum
apa perhitungan tsb. berlaku pada setiap teknik penuangan ?
bagaimana dengan penuangan tegak ?
jika berbeda,bagaimana perhitungan sistem saluran pada penuangan tegak ?
terimakasih

18 10 2012
R. Widodo

Yth mas Subekti

Pada prinsipnya, semua perhitungan sistem saluran sama saja. Yang kemudian mempengaruhi hasilnya adalah faktor2 yang dipengaruhi oleh:
a. jenis cairan, dalam hal ini suhu diatas suhu liquidusnya atau viscositas cairan,
b. hambatan alir,
c. cara penuangan, dalam hal ini bagaimana Anda menentukan h

Semoga berguna.

3 01 2013
Lutfi

assalammua’alaikum
mau menanyakan pak untuk saluran tanduk, apakah ada ketentuannya jarak antara saluran terak dengan benda (panjang saluran tanduk)? apakah berpengaruh panjang atau pendeknya saluran masuk pada benda yang dihasilkan?
terimakasih

3 01 2013
R. Widodo

Yth mas Lutfi.

Kalau yang Anda maksud saluran tanduk (bhs jerman=Hornanschintt atau saluran terompet), yaitu saluran cor yang langsung dari cawan cor turun kebawah lalu melengkung memasuki cavity dari bawah. maka saluran seperti ini tidak memerlukan saluran terak. Cara menghitungnya adalah sbb:

a. Tentukan waktu cor yang dikehendaki.
b. Hitung luas penampang saluran masuk dengan memasukkan faktor hambatan alir 0.8 dan h = a – b/2
c. Diameter saluran membesar (taper) keatas dengan perbandingan 1:1.3

Saluran model ini menghasilkan pengisian cavity yang tenang (sedikit turbulensi) cepat dan baik diterapkan pada baja cor. Namun proses pembuatannya cukup sulit.

Semoga berguna.

17 01 2013
adi hariyanto

assalamu’alaikum pak,
bagaimna cara menentukan banyak dan panjang dari saluran masuk pada perancangan coran?
adi H. angkatan X

17 01 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Adi

Salah satu tujuan dari penempatan saluran masuk adalah untuk mendistribusikan suhu didalam cavity secara merata. Jadi kalau hanya dengan satu saluran masuk suhu telah terdistribusi dengan merata, maka satu saja cukup. Seringkali karena kompleksifitas benda sedemikian rupa, sehingga untuk mendistribusikan suhu secara merata butuh saluran masuk dibeberapa tempat, maka jumlah saluran masuk bisa lebih dari satu.

Esensinya adalah, jumlah luas penampang seluruh saluran masuk Anda harus tetap sama dengan luas penampang saluran total (hasil perhingan). Dengan demikian t (waktu tuang) tidak berubah.

Luas penampang saluran masuk yang dihitung adalah tepat berada dipermukaaan dinding benda. Dengan demikian panjang saluran masuk (tepatnya jarak saluran terak terhadap benda) tentu sedekat yang masih memungkinkan (tidak menyulitkan pemadatan pasir). Jarak yang terlalu jauh, atau saluran masuk terlalu panjang ankan mengakibatkan terjadinya hambatan aliran sehingga t (waktu tuang) akan lebih lama.

Semoga membantu.

23 01 2013
ihpazul wahyi

yth bapak widodo
yang ingin saya tanyakan adalah
1. pada pembuatan benda cor tipis (ketebalan 4 mm) seperti cetakan kue bolu dari aluminium dengan cetakan pasir sebaiknya menggunakan sistem saluran apa biar tidak terjadi cacat?sebab seringkali setiap produksi, yang berhasil hanya sekitar 30 persen dari jumlah cetakan? sistem saluran yang saya pakai selama ini adalah saluran langsung,pada saat penuangan. bentuk cetakan menghadap keatas,bagian yang sering cacat adalah bagian tengah (lekukan)
2. saya pernah bertanya kepada seorang pengrajin yang cukup berpengalaman, katanya dia hanya bisa membuat produk Al cor dengan ketebalan minimal 4 mm dengan cetakan pasir basah,bagaimana menurut bapak atas pernyataan tersebut? mohon penjelasan dan bantuannya pak, terima kasih. Ayik

23 01 2013
R. Widodo

Yth mas Ihpazul.

Kelemahan pasir cetak, khususnya green sand, pada pengecoran aluminium adala:
a. Cetakan tidak dapat dipanaskan sehingga cepat menyerap panas dari bahan yang dicor.
b. Mengandung air yang akan berubah menjadi uap pada saat dicor.
c. Aluminium bereaksi dengan H2O (air maupun uap) membentuk Al2O3 (terak) yang membuat cairan menjadi kental.
d. Semakin tinggi suhu cairan, produksi gas semakin banyak.

Maka pada pengecoran Al tipis, terutama bila memiliki luas permukaan yang besar selalu menghadapi masalah cacat coldshuts/misrun, gas hole, slag inclusion dan sand inclusion. Saya setuju dengan jawaban perajin.

Bila Anda masih ingin mencoba, maka saran saya adalah:
a. Gunakan pasir cetak green sand sekering mungkin namun memiliki strength yang masih cukup, atau gunakan pasir kering (CO2 process, resin bonded sand)
b. Suhu cairan maksimum namun masih cukup aman, yaitu pada 780 oC
c. Posisi produk tengkurap (cavity berada pada cetakan atas)
d. Ingate hampir setebal casting (3.5 mm) serta berada disekeliling benda. Didistribusikan oleh pengalir (runner). Dalam hal ini perhatikan luas penampang runner maupun down sprue agar tidak terlalu kecil namun masih menghasilkan nonpressurished gating system.
e. Dari tengah cavity buat ventilasi keatas.

Saran tambahan: pastikan bahwa Al Anda mengandung Si 10 -12% serta dimodifikasi dengan Na (bisa menggunakan garam dapur) sebanyak 0.1-0.2%.

Semoga membantu.

24 01 2013
indra yosua

pak Widodo saya mau bertanya keuntungan dan keburukan dari penggunaan cetakan permanen slush casting apa ya pak?

27 01 2013
tohir

pak rumus diatas berlaku untuk baja juga apa cuma besi cor?trimaksih

28 01 2013
R. Widodo

Yth mas Tohir.

Persamaan diatas adalah rumus umum sehingga dapat digunakan untuk baja. Gunakan hasil hitungan t tercepat dan faktor hambatan alir 0.4.

Semoga membantu.

28 01 2013
Harry Triagung

yth. bapak Widodo
Saya ingin menanyakan cara perhitungan charging pada FC dan FCD
Mohon bantuannya ya pak, sekedar mengulang kembali mata kulian peleburan
Terima Kasih
Harry ”polcep 08 ”

28 01 2013
R. Widodo

Yth mas Harry

Coba Anda tenggok Forum Ferro. Disitu ada artikel tentang besi cor, besi cor nodular dan komposisi besi cor kelabu. Mudah2an Anda menemukan jawabannya.

Semoga membantu.

5 02 2013
budi ariyanto

asalamualaikum pak,,,
pak mau tannya,, ada gak referensi yang detail tentang chill??
masalahnya di industri tempat saya magang penggunaan chill sangat populer….

6 02 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Budi.

Coba lihat di ASM: Casting Design and Performance. Disitu cukup detail.

Semoga membantu.

7 02 2013
tohir

assalamualiakum…..
pak apa efeknya klw kita bikin saluran masuk model direct ke castingnya?kan klw dihitung2 itu bisa mereduksi cost karena cairan yg masuk hanya mengisi rongga benda nya saja,,, trimaksih

7 02 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam.

Yth mas Tohir.

Saluran masuk (ingate) untuk casting tanpa atau dengan penambah atas diletakkan langsung direct ke casting. Biasanya didaerah yang tipis agar tidak menaikkan modul daerah tersebut. Sedangkan untuk yang berpenambah samping, ingate diletakkan ke penambah agar dihasilkan penambah panas. Dibelakang ingate ada runner atau sering juga disebut saluran terak yang berfungsi untuk:
a. mengalrkan cairan menuju daerah2 yang diberi ingate.
b. menjebak terak (slag trap) yang terbawa saat penuangan.
Dan dibelakang runer adalah down sprue dengan pouring basin diatasnya.
Maka jika maksud Anda untuk cost reduction itu dengan menghilangkan runner, jelas risikonya adalah slag masuk ke casting. Jadi slag inclussion defect Anda berisiko naik. Berarti cost reduction Anda gagal.

Semoga berguna.

11 02 2013
tohir

maaf pak,,,, apa gak ada cara yang lain untuk menjebak slag/terak agar tidak masuk ke casting tanpa harus membuat runner?biar tetep mempertahankan cost reduction …..terima kasih

11 02 2013
R. Widodo

Yth mas Tohir.

Sepertinya runer itu sudah cara yang paling murah untuk menjebak terak. Lebih murah dari pemakaian filter ataupun penggunaan bottom ladle. Sebab runner akhirnya akan menjadi return scrap yang Anda butuhkan juga pada proses peleburan.

Semoga membantu.

16 05 2013
abdurrachman yusuf

asalamualaikum..boleh tau sumber pustaka dari tulisan diatas enggak?
saya sedang tugas akhir..dan butuh referenai tentang pengecoran
terimakasih🙂

16 05 2013
abdurrachman yusuf

asalamualaikuum..

pak saya mau tanya..konstanta pada rumus perhitungan waktu penuangan apa berlaku untuk pengecoran aluminium??
bila berbeda, untuk pengecoran aluminium harus seperti aapa..
karena saat saya hitung, nilai yang saya dapat sangat kecil, yaitu selalu sekitar 0,5 detik..
mohon penjelasannya..
terimakasih pak🙂

16 05 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Yusuf rumus2 diatas sepertinya berasal dari Wlodawer, Gelenkte Erstarrung von Gusseisen. Dan memang khusus untuk menghitung besi cor sehingga tidak dapat diaplikasikan untuk aluminium.

Untuk TA Anda saya sarankan Tata Surdia: Teknik Pengecoran Logam

Semoga membantu.

26 05 2013
tohir

assalamualaikum…
pak saya pernah membaca sebuah artikel, dimana disitu dijelaskan bahwa bentuk – bentuk dari sistem saluran itu antara lain : step ingate, wedge ingate, branch/finger ingate, pencil ingate, bottom ingate, wheel ingate, horn ingate, whirl ingate, horse shoe ingate, top ingate, singel ingate, saxophone ingate, connor ingate, dan key ingate.
tolong pak klw boleh dijelaskan satu persatu dari bentuk-bentuk sistem saluran tersebut mengingat artikel yang saya baca kurang lengkap.
terimakasih atas bantuannya. jawaban dari bapak sangat saya harapkan untuk TA ku dan klw bisa sekalian dicantumkan referensi dari jawaban bapak,,,,, matur nuwun

28 05 2013
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Tohir.

Coba Anda lihat Tata Surdia. Kenji Chijiiwa, Teknik Pengecoran Logam. Sepertinya disitu cukup lengkap.

Semoga membantu.

9 06 2013
izam

Pak,mau tanya untuk jurnal dan referensi tentang pengaruh sprue pengecoran alsiCt terhadap sifat mekanis apa ya? makasih

10 06 2013
R. Widodo

Yth mas Izam

Ada banyak journal pengecoran logam yang dapat Anda gunakan sebagai referensi. Silakan browsing jurnal2 tersebut di:

http://www.castingarea.com/research/magazines.htm

Mudah2an penelitian yang berhubungan dengan apa yang Anda tanyakan diatas dapat ditemukan. Bila belum maka itu bisa menjadi peluang penelitian bagi Anda.

Semoga membentu.

18 07 2013
Rd

Pak, saya mau tanya. Kalau saya mau buat barang coran yang padat dan tebal kok sering kempot ya di permukaannya (cope)? terutama material Steel dan FCD.. Kempot sering terjadi di area gate masuk nya.. Padahal kami sudah coba perbesar saluran masuknya.. Alhasil tetap saja barang coran kami permukaan nya (cope) tidak datar, tetapi kempot (cekung).. Apa saja pak yang harus dipertimbangkan? trims pak

19 07 2013
R. Widodo

Yth mas Rd.

Kempot yang terjadi pada produk casting(coran) Anda kemungkinan disebabkan oleh shrinkage. Hal ini sering terjadi pada coran yang masiv (padat dan tebal).

Srinkage adalah rongga susut yang terjadi saat proses solidifikasi (pembekuan). Karena udara sekitar memiliki tekanan 1 Atm, sedangkan rongga susut memiliki tekanan jauh dibawahnya, maka udara dari luar akan menekan permukaan coran yang dibagian dalamnya berongga sehingga menjadi kempot.

Shrinkage merupakan fenomena yang “pasti” terjadi, yaitu ditempat2 yang akan membeku paling akhir (daerah paling panas), sehingga agar tidak terjadi pada coran, dipindahkan keriser (penambah/feeder)

Solusinya, tambahkan riser pada sistim penuangan, letakkan didekat tempat kempot. Ingate masuk kedalam riser sehingga riser akan membeku paling akhir.

Semoga membantu.

19 07 2013
Rd

Ingate masuk ke dalam riser, maaf pak, maksud nya seperti apa? Untuk riser nya sendiri, besar nya harus seberapa besar pak? Antara gate masuk sm riser letaknya berdampingan ya pak di daerah kempot? Trims

7 02 2014
RAHMAN

kepada YTH.Bpk widodo
asalamualikum wr wb..
pak saya mau bertanya cara pembuatann gatting system pada cetakan dimulai dari ingate,runner, dan sprue, dari setiap step tersebut apa saja yang ditentukan telebih dahulu pertama kali dari ingate,,
mhon penjelasanya ya pak
terimakasih
wassalamualikum wr wb

7 02 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Rahman

Yang pertama kali harus Anda tentukan adalah jenis dan ukuran ingate. Jenis ingate ada beragam sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan ukuran ingate (lihat cara penghitungannya diartikel diatas), dibutuhkan sebagai basik menentukan runner maupun sprue nya. Dalam hal ini untuk pressurised gating sistem, dimana cairan memasuki cavity dengan tekanan yang besar, digunakan perbandingan ingate:runner:sprue = 1 : semakin besar : semakin besar. Sedangkan untuk nonpressurised justru kebalikannya.

Semoga membantu.

10 02 2014
RAHMAN

kepada Yth. bpk widodo
assalmualikum…
pak saya mau tanya lagi ni klo kita sudah menemukan luas penampangnya ingate, dgn cara rumus yang diatas. itu kan hanya luas penampangnya saja. lalu ukuran ingate, misal bentuk penampang yang kita ambil persegi panjang, nah menentukan ukurannya pada penampang persegi panjang itu kita asumsikan kan saja, hingga menyamai ukuran luas penampang dari yang kita cari melalui rumus diatas, atau gimna pak.? mohon penjelasnnya lagi ya pak
terus pada rumus tersebut ada G ( G ini adalah berat benda cor, berat benda cor yang dimaksud meliputi apa saja pak )
terimakasih,
wassalmualikum wr wb

12 02 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Rahman

Tebal ingate biasanya disesuaikan dengan tebal produk atau dimana ingate itu ditempatkan, selanjutnya tinggal menghitung lebarnya untuk mendapatkan luas penampang yang telah dihitung. Untuk prosuk tebal, ingate dibuat tipis untuk mencegah modul besar pada area ingate. Hal ini sering memunculkan shrinkage pada area ingate.

G yang dimaksud tentu berat benda cor plus sistem saluran dan penambahnya, sebab t (waktu tuang) dihitung sampai dengan penuangan berakhir (cawan tuang penuh).

Semoga membantu.

13 02 2014
RAHMAN

asalmualaikum.wr wb
kepada Yth. bapak widodo
pak saya mau tanya,
Material baja cor
dik berat produk 20,14 Kg
volume casting 2582,4 Cm3
modul yg paling besar pada casting 0,9
penambah yg diambil penambah atas dengan D = 4.53 X M dan V = 1.04 D3
perbandingan Mp : Mlp : Mb = 1,2 : 1,1 : 1
maka Mp = 1,2 x Mb
= 1,2 X 0,9 =1.08
V = 1,04 X Mp
= 1.04 x 1,08 = 122.3 cm3

kemudian untuk Vf = s x Vc / x – s
= 0,09 x 2582,4 / 0,2 – 0,09
= 2112,8 Cm3
efisiensi penambah 20 %
yang mau saya tanyakan volume yang dibutuhkan 2112.8 sedang pada penambah atas volumenya cuma 122,3 cm3, Itukan tidak mencukupi dari volume yang dibutuhkan, maka yang harus saya lakukan untuk meletakkan penambah pada cetakan nantinya agar bisa menyuplai volume yang dibuthkan sebesar 2112,4 cm3. gmna pak,apa penambah yg saya letakkan pada cetakan nantinya dengan volume 122,3 cm3 apa saya besarkan dulu volumenya dengan memperbesar diameter agar volumenya paling tidak menyamai volume yang di butuhkan, atau sya perbanyak jumlah penambah dengan volume masing masing penambah tetp 122,3 atau bagaimna pak,mohon penjelasannya y pak
banyak saya lihat hasil perhitungan dari refrensi berbeda beda jadi saya sedikit kesulitan untuk menentukan yang pasti.
terimakasih
wassalammualikum wr wb

13 02 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Rohman

Coba Anda hitung lagi dimensi penambah Anda, namun V yang digunakan adalah Vf. Sebab sejumlah itulah yang harus dimiliki oleh penambah Anda untuk mengisi rongga susut. Bila Anda mengacu pada modul terbesar pada benda, maka ya hanya sebegitu yang akan mampu difeeding nya.

Semoga membantu.

1 03 2014
Aditya Pradipta

asslmkm pak widodo,,

saya mau menanyakan sebagai orang awam,,
potensi-potensi apa saja sih yang berpengaruh terjadinya 1. flowline dan 2. keropos ?? pada alumunium, material yg di pakai HD2 pak..
sekian dan terimakasih.

2 03 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Aditya

Flowline pada pengecoran aluminium selalu terjadi bila debit penuangan terlalu rendah (cairan yang memasuki cavity kurang banyak), sebab dipermukaan aluminium selalu terdapat lapisan tipis oksida yang kalau alirannya lemah maka tentu akan menjadi banyak. Flowline adalah jejak2 aliran oksida ini.

Sedangkan keropos, tentu harus didefinisikan telebih dahulu jenisnya, sebab keropos itu ada beberapa jenis, a.l: shrinkage yang disebabkan oleh penyusutan saat kristalisasi, gas yang dapat timbul dari udara dalam cavity dalam pasir cetak/cetakan ataupun dalam cairan Al itu sendiri dan inclusion yang merupakan pengotor baik terak ataupun partikel lainnya.

Semoga membantu.

13 03 2014
Lutfi

Assalamualaikum pak R. widodo
Saya mau menanyakan pak kalau penyaring terak/filter yang beredar dipasaran untuk baja dan besi apakah jenisnya unsur pembentuknya sama atau berbeda? serta kalau untuk baja yang cocok mengunakan filter apa?

Terimakasih

14 03 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Lutfi

Ceramic filter untuk baja berbeda dengan untuk besi cor. Sayangnya yang saat ini beredar dinegara kita adalah untuk besi cor, karena demand nya besar.

Semoga membantu.

1 09 2014
Erikson Setiawan

Permisi pak widodo
kalau mencari kecepatan aliran logam ke cetakan dan kecepatan pembekuan logam serta neraca kalor logam bagaimana ya pak?

2 09 2014
R. Widodo

Yth mas Erikson

Untuk menghitung kecepatan aliran logam kecetakan, Anda dapat mulai dari hukum bernoulli dan kontinuitas. Sedangkan untuk menghitung kecepatan pembekuan logan dan neraca kalor dapat Anda mulai dengan hukum perpindahan panas dan hukum 1 termodinamika.

Sebagai referensi saya sarankan Anda buka ASM Metals Handbook vol 15: Casting serta Perry’s Chemical Engineers Handbook section 4: Thermodynamics dan section 5: Heat and Mass Transfer.

Semoga membantu

5 09 2014
Erikson Setiawan

Sebelumnya saya terima kasih atas penjelasan bapak. maaf saya mengganggu bapak lagi dikarenakan saya belum mengerti dalam mencari kecepatan pembekuan dan neraca kalor pada peleburan logam.
Kebetulan saya mahasiswa tingkat akhir di politeknik negeri di medan dan mempunyai tugas akhir dalam pengecoran logam aluminium pak. dalam tugas akhir itu saya menggunakan cetakan pasir dan permanen. Pada tugas akhir saya, seorang dosen bertanya sama dengan yang saya tanyakan kepada bapak. Jujur saya sama sekali belum pernah belajar tentang ini pak.
Karena itu pak bisakah bapak memberi tahu saya rumus mencari kecepatan pembekuan dan neraca kalor pada peleburan logam.
Trima kasih

19 10 2014
Sarifuddin

Saya mau tanyak hasil cor C.steel sering keropos atau berlubang ,apa faktor utama yg menyebabkan hal tersebut

20 10 2014
R. Widodo

Yth mas Sarifuddin.

Lubang keropos pada pengecoran baja karbon umumnya dikarenakan shrinkage porosity dan gas hole.

Shrinkage (rongga susut) terutama disebabkan oleh besarnya penyusutan saat solidifikasi (perubahan fasa cair menjadi padat) yang ditunjang oleh suhu penuangan yang harus tinggi. Untuk mengatasi hal ini tentu diperlukan penerapan sistem saluran maupun penambah yang tepat.

Sedangkan gas terjadi karena baja karbon dengan kandungan C semakin rendah, akan semakin rentan terhadap oksidasi (reaksi dengan kelembaban, H2O). Reaksi ini menghasilkan oksida logam (FeO, Fe2O3) dan H2. Kelembaban berasal dari udara (rongga cetakan), kandungan air pada cetakan atau bahkan udara sekitar pada saat proses peleburan. Untuk mengatasinya dilakukan proses degassing pada saat peleburan serta mengurangi peluang kontak cairan dengan air baik dirongga cetakan maupun dari pasir cetak.

Semoga membantu.

21 11 2014
nana

assalamualaikum wr, wb
buat pak widodo : pak punten saya mau bertanya kalo berat produknya 10 kg perbandingan gating systemnya yang 4:3:2 apa yang 4:8:3 ….
terus kalo yang di maksud G berat produk saja apa berat produk sama penambah+ lher penambah+ gating system ?
soalnya kan gating system di hitungnya belakangan setelah waktu tuang

21 11 2014
R. Widodo

Waalaikumsalam

Yth mas Nana

G yang dimaksud adalah berat total cairan yang dibutuhkan. Jadi termasuk sistem saluran dan penambah. G bisa diasumsikan berdasarkan berat benda dibagi dengan casting yieldnya. Untuk besi cor casting yield 70-75%. Perbandingan gating sistem tidak ada pakemnya. Yang perlu Anda terapkan adalah, apakah:
a. Pressurished gating system, dimana ingate:runner:sprue perbandingannya membesar (misalnya 1 : 1.5 : 2), atau
b. unpressurished gating system, dimana ingate:runner:sprue perbandingannya mengecil (misalnya 1 : 0.75 : 0.5)

Pressurished menghasilkan tekanan yang besar dan nyaman untuk proses penuangan namun terjadi turbulensi sehingga lebih tepat diterapkan pada besi cor. Sedangkan unpressurished sebaliknya dan diterapkan pada baja cor.

Semoga membantu.

1 12 2014
nana

maf pak mau tanya lagi, bukankah perhitungan yield di hitung setelah gating system ada pak ?

4 12 2014
R. Widodo

Yth mas Nana.

Itu benar. Tapi dalam menghitung gating sistem agar waktu tuang dapat ditentukan perlu asumsi yield.

Semoga membantu.

9 12 2014
nana

maf pak mau tanya lagi, pak kata bapa asumsi yiled untuk besi cor 70-75% . trus 70-75% itu apakah sudah tetapan apa engga pak ? klo misalkan sudah tetapannya segitu nah itu ngambil dari buku ap pak soalnya saya buat TA pak,

10 12 2014
R. Widodo

Yth mas Nana

Tidak ada ketetapan casting yield. Asumsi 70-75% untuk besi cor didasari oleh rata2 pengecoran logam ditanah air. Bahkan ada beberapa pengecoran besi cor yang memiliki yield diatas 80%.

Semoga membantu.

16 12 2014
n4n4_supriy4tn4@yahoo.co.id

pak widodo
maf pak mau tanya lagi , pak klo dalam perhitungan sistem saluran saya mengasumsikan untuk G berat benda dibagi 75%yielnya .
nah setelah perhitungan sistem saluran saya menghitung yield hasilnya tidak 75% gmna pak ?

17 12 2014
R. Widodo

Yth mas Nana

Secara umum sudah tidak akan memiliki efek terhadap arah pembekuan. Namun Anda akan mengalami kerugian karena penetapan perbandingan saluran masuk : terak : turun plus pouring basin Anda terlalu besar Tentu harus Anda iterasi lagi perhitungan Anda.

Semoga membantu.

24 12 2014
nana

pak maaf mau tanya lagi, kalo untuk besi cor casting yield 75% terlalu besar terus idealnya berapa pak asumsi yield untuk G

28 12 2014
R. Widodo

Yth mas Nana

Coba saja dengan 75% dulu. Mudah2an itu tidak terlalu besar buat Anda. Sebab beberapa teman sy mampu bekerja dengan casting yield 80% tetapi ada juga yang hanya 70% bahkan 65%.

Semoga membantu.

27 05 2015
yuri

Selamat Siang

Pak WIdodo saya mau tanya terkait penggunaan rumus saluran masuk, disitu ada nilai tinggi penuangan atau h.
yang ingin saya tanyakan bagaimana menghitung nilai h untuk cetakan yang akan menggunakan cetakan bertingkat? karena kan parting line nya akan ada lebih dari 1..
mungkin contoh yang ada d kampus polman adalah pembuatan pintle chain.

Terima Kasih

27 05 2015
R. Widodo

Yth mas Yuri

Karena tinggi saluran turun (h) dihitung sejak posisi saluran masuk keatas, idealnya maka setiap belahan cetakan bertingkat memiliki h yang berbeda2, sehingga luas penampang nya pun akan berbeda2 (semakin keatas semakin besar). Namun demikian agar pembuatan masing2 belahan cetakan dapat menggunakan pola yang sama, maka biasanya luas penampang saluran masuk dihitung berdasarkan h terpendek. Dengan konsekuensi luas penampang saluran masuk untuk belahan paling bawah akan terlalu besar, namun aman untuk keseluruhan belahan.

Semoga membantu.

9 07 2015
yuri

Selamat siang..

pak widodo saya mau tanya mengenai
1. satuan yang digunakan pada perhitungan waktu tuang dan saluran masuk
a. mengapa perhitungan pada waktu tuang yang menggunakan satuan rumus kilogram bisa menghasilkan satuan detik?
b. untuk saluran masuk ditulis di atas untuk menyesuaikan satuan didapatkan angka 22,6 sebetulnya angka tersebut dari mana ya pak?

2. kalau boleh tau buku apa ya pak yang bisa menjadi referensi perhitungan seperti diatas? dan buku apa yang membahas mengenai cacat pada coran?

Terima Kasih

28 07 2015
R. Widodo

Yth mas Yuri

Penentuan waktu tuang dilakukan secara empirik (pendekatan). Rumus2 yang disarankan oleh Czickel, Nielsen, Wlodawer maupun yang lainnya adalah rumus empirik.

Angka 22.6 bisa Anda peroleh dengan memasukkan harga g = 981 cm/det2 dan G (kg) menjadi 1000 g (satuan cgs). Jadi 1000/V(2 x 981) = 22.6.

Rumus tersebut diturunkan dari hukum Bernaully dan Toricelly, dibuku “Gelenkte Erstarrung” nya Wlodawer itu dibahas. Sedangkan untuk cacat coran Anda bisa gunakan “International Atlas of Casting Defect” dan “Analysis of Casting Defect” keduanya dikeluarkan oleh AFS.

Semoga membantu.

21 09 2015
mustofa

assalamualaikum yth pk R widodo saya mustofa dr ceper mau bertanya soal perancangan cara menentukan tinggi hidrolis itu bagaimana.
terimakasih sebelumnya.

22 09 2015
R. Widodo

waalaikumsalam…

Yth mas Mustofa.

Tinggi hidrolis (h) menentukan seberapa besar tekanan yang terjadi pada ingate. Tekanan dan debit cairan yang keluar nantinya dihitung menjadi luas penampang saluran masuk.

Dengan demikian tinggi hidrolis (h) dihitung:
a. Untuk pressurished ingate (besi cor), dari mulai permukaan atas drag sampai saluran masuk.
b. untuk nonpressurished ingate (baja dan paduan), dari mulut ladel sampai saluran masuk.

Yang dimaksud pressurished adalah bila perbandingan luas penampang saluran turun : pembagi : masuk adalah mengecil (misalnya 1.5 : 1.2 : 1). Sedangkan non pressurished adalah kebalikannya.

Semoga membantu.

31 12 2015
lala

pak perbandingan sprue, runner dan inggate untuk besi cor berapa?

4 01 2016
R. Widodo

Yth mBak Lala

Yamg penting Anda paham konsep penuangannya. Untuk besi cor diterapkan pressurished gatting sistem dimana luas penampang area sprue:runner:ingat adalah mengecil. Jadi bisa diterapkan 1.2 : 1.1 : 1, atau 1.5 : 1.2 : 1 atau berapapun yang penting masih mengecil serta hemat return scrap.

Semoga membantu.

13 02 2016
Hamid R

Yth Pak Widodo,

apakah rumus diatas bisa untuk menghitung saluran untuk Alumunium Casting? Jika iya apa saja yang diubah selain massa jenis? Terimakasih.

15 02 2016
R. Widodo

Yth mas Hamid.

Silakan gunakan rumus diatas, juga untuk menghitung ingate pada pengecoran Aluminium.

Semoga membantu.

24 02 2016
sumpena

yth Bpk. R. Widodo
Saya mau tanya tentang rumus menentukan Ukuran saluran masuk (Asm) peleburan aluminium, cara menentukan harga tp dan h bagaimana ya pak?
misall sy mau pengecoran AL massa 1500 gr, nah utk harga tp dan h bagaimana cara mengetahuinya? karena sy mau cari berapa diameter saluran masuk tersebut. terima kasih.

26 02 2016
R. Widodo

Yth mas Sumpena.

Coba Anda gunakan, yang ini:

tp = 0,32 . w . G^0,4

Dimana:

tp = waktu cor [detik]

w = ketebalan dinding dominan [mm]

G = berat coran total [kg]

Semoga membantu.

15 04 2016
dita nirmala sari

Yth. Bapak Widodo
Saya mau bertanya, jadi gini pak TA saya mengambil tentang analisa pembuatan produk pola lost foam menggunakan gabus sebagai pembanding pola sand casting menggunakan akrelik pada proses pengecoran logam dengan rumusan masalah volume tuang coran, bagaimana cara menghitung volume corannya pak.. Dan saat saya sudah melakukan uji coba ternyata pola saya dua duanya mengalami masalah, yang pola gabus dimensi ukuran menjadi lebih kecil, sedangkan dimensi ukuran pola akrelik menjadi lebih besar, kira kira itu penyebabnya apa yaa?? Mohon dijelaskan.

11 07 2016
Simon oi

permisi pak mau tanya
apakah tebal dinding cetakan berpengaruh terhadap laju pendinginan benda cor?

11 07 2016
Simon oi

permisi pak numpang tanya
apakah tebal dinding berpengaruh terhadap laju pendinginan coran?
terima kasih

15 07 2016
R. Widodo

Yth mas Simon.

Laju pendinginan ditentukan oleh volume benda dan luas permukaan benda yang melepas panas. Sedangkan luas permukaan pelepas panas ditentukan pula oleh geometri benda, dalam hal ini tebal maupun luas penampang. Maka jelas tebal benda akan berpengaruh terhadap laju pendinginan.

Semoga membantu.

19 07 2016
Simon oi

terima kasih pak atas penjelasanya

2 10 2016
bee HD

Yth pak R. Widodo

saya mau menanyakan 2 hal. saya sebagai orang awam dalam pengecoran pak.
1. kenapa dalam pembuatan penegecoran logam harus ada saluran penambah (riser), sedangkan sebelumnya sudah ada perhitungan shrinkage allowane?
2. kenapa pada pengecoran sand mold casting itu tidak perlu adanya pemanasan untuk pasirnya, sedangkan pada pengecoran dengan cetakan permanen itu perlu dipanaskan?
terimakasih pak, mohon bantuannya dan juga kalau bisa ada sumber pendukung yang membantu.

3 10 2016
R. Widodo

Yth mas Bee

Untuk pertanyaan pertama: Ini saya kutip dari ASM Metals Handbook vol 15: Casting. Shrinkage terdiri dari:
a. Liquid shrinkage: The liquid metal loses volume as it gives up superheat and cools to its solidification temperature.
b. Solidification shrinkage: The metal freezes, changing from a liquid to a higher density solid. For pure metals, this contraction will occur at a single temperature, but for alloys it will take place over some temperature range or freezing interval.
c.Solid shrinkage: The solid casting cools from its solidification temperature to room temperature.

Shrinkage allowance yang Anda berikan pada pattern, baru mengakomodiasi “solid shrinkage”. Sedangkan “solidification shrinkage” dan “liquid shrinkage” harus diatasi melalui casting design yang terdiri dari riser design dan ingate design termasuk didalamnya pengaturan suhu penuangan.

Untuk pertanyaan kedua: Temperatur losses pada proses penuangan terutama terjadi karena penyerapan panas oleh mold. Bila losses ini terlalu besar, maka cairan tidak akan mampu mengisi cavity secara sempurna (keburu beku). Maka pada die casting (cetakan permanen) yang cetakannya terbuat dari logam. Butuh pemanasan mold untuk mencegah panas merambat dari cairan ke mold dengan cepat (Delta T semakin tipis), sehingga losses dapat dikurangi. Ingat:
Q = m.c.DT. Sedangkan c pada mold logam >> c pada mold pasir. Maka pemanasan mold pasir tidak diperlukan.

Semoga membantu.

4 10 2016
18111991

mas waktu tuang itu berpengaruh tidak sama komposisi dari material tsb..??thanks

6 10 2016
R. Widodo

Yth mas 18111991

Fiscositas cairan ditentukan oleh (salah satunya adalah) komposisi cairan. Perbedaan “signifikan” dari suatu komposisi dengan komposisi lainnya tentu akan menghasilkan viscositas yang signifikan berbeda pula, sehingga menghasilkan faktor hambatan alir yang berbeda. Maka untuk luas penampang yang sama, waktu tuang akan berbeda.

Semoga membantu.

12 10 2016
Mor El Fataa (@morelfataa)

Yth Pak Widodo . Apakah perhitungan sistem saluran investment casting sama dengan sand casting ? apakah bapak tahu referensi baik standar maupun handbook yang membahas investment casting ? Terimakasih sebelumnya .

13 10 2016
R. Widodo

Yth mas Mor.

Prinsip perhitungan sistem saluran sama, yang membedakan adalah parameter2 nya, misalnya faktor hambatan alir dan tekanan metalostatik. Ada buku/handbook tentang investment casting, namun umumnya tidak membahas sistem saluran. Coba Anda cari:
James E Sopcak; Handbook of Lost Wax or Investment Casting.
Wilburt Feinberg; Lost Wax Casting.

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: