Peleburan Dengan Tanur Induksi

1. Pendahuluan.

Penggunaan tanur induksi di industri pengecoran logam dewasa ini telah semakin berkembang. Hal ini terutama karena tanur induksi menjanjikan beberapa kelebihan antara lain:

  • Hasil peleburan bersih.
  • Mudah dalam mengatur/mengendalikan temperatur.
  • Komposisi cairan homogen.
  • Efisiensi penggunaan energi panas tinggi.
  • Dapat digunakan untuk melebur berbagai jenis material.

Namun demikian terdapat pula hambatan/kendala yang perlu diperhatikan yaitu:

  • Infestasi biaya beban tetap yang cukup besar menuntut loading yang tinggi.
  • Biaya operasi yang besar menuntut tingkat kegagalan yang rendah.
  • Dibutuhkan operator maupun teknisi berpengalaman dalam mengoperasikannya.
  • Tingkat bahaya besar, mengingat tanur ini menggunakan enerji listrik yang sangat besar.
  • Biaya perawatan besar.

Dengan demikian walaupun tanur induksi menjanjikan banyak keuntungan namun menuntut perlakuan dan pengoperasian yang BENAR meliputi:

  • Keterampilan operator.
  • Penggunaan bahan baku dengan spesifikasi jelas.
  • Preventive maintenance yang intensiv.

2. Prinsip proses peleburan dengan tanur induksi.

Tanur induksi bekerja dengan prinsip transformator dengan kumparan primer dialiri arus AC dari sumber tenaga dan kumparan sekunder. Kumparan sekunder yang diletakkan didalam medan mahnit kumparan primer akan menghasilkan arus induksi. Berbeda dengan transformator, kumparan sekunder digantikan oleh bahan baku peleburan serta dirancang sedemikian rupa agar arus induksi tersebut berubah menjadi panas yang sanggup mencairkannya.

Sesuai dengan frekuensi kerja yang digunakan, tanur induksi dikatagorikan sebagai tanur induksi frekuensi jala-jala (50 Hz – 60 Hz) dengan kapasitas lebur diatas 1 ton/jam dan tanur induksi frekuensi menengah (150 Hz – 10000 Hz) untuk tanur dengan kapasitas lebur rendah.

Frekuensi jala-jala pada tanur induksi frekuensi menengah diubah terlebih dahulu dengan menggunakan thyristor menjadi freukensi yang lebih tinggi sebelum dialirkan kekumparan primer.


gambar-16-rSkema tanur induksi frekuensi menengah2.

Secara umum tanur induksi terdiri dari 2 jenis yaitu:

  • Tanur induksi jenis saluran, yang digunakan sebagai holding furnace (hanya berfungsi untuk menahan temperatur cairan agar tidak turun).
  • Tanur induksi jenis krus, yang digunakan sebagai tanur peleburan.

gambar 2Prinsip pemanasan tanur induksi jenis saluran2.

Pemanasan hanya dilakukan pada bagian saluran cairan. Bahan cair yang panas akan bergerak keatas, sedangkan bahan cair yang dinggin bergerak kebawah mengisi saluran. Dengan demikian cairan didalam tanur akan mengalami sirkulasi.

gambar 3Potongan melintang tanur induksi jenis saluran2.

gambar 41Prinsip pemanasan tanur induksi jenis krus2.

gambar 5Potongan melintang tanur induksi jenis krus2.

Tanur induksi jenis krus dikonstruksi sedemikian rupa disesuaikan dengan ukuran dan jenis bahan yang dilebur, sehingga terdapat tanur induksi frekuensi jala-jala, tanur induksi frekuensi menengah dan tanur induksi frekuensi tinggi.

gambar 6Daerah kerja frekuensi terhadap kapasitas muat tanur2.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih frekuensi kerja tanur induksi adalah hubungannya dengan ukuran minimum bahan baku yang dapat ditembus oleh frekuensi tersebut, sebagai berikut:

gambar rumusdimana:

δ = kedalaman penetrasi elektromagnetik [m].

K = Konstanta bahan baku.

f = Frekuensi kerja [Hz].

Ukuran minimum bahan baku yang dapat dilebur tanpa bantuan cairan adalah:

D = 3,5 x δ

Oleh Brown Bovery Co. ditabelkan sebagai berikut.

Min bahan bakuDimensi minimum bahan baku [mm]

Dengan demikian bahan baku peleburan pada tanur induksi dengan frekuensi kerja terpasang yang memiliki dimensi lebih kecil dari harga yang tertulis pada tabel diatas, harus dilebur dengan bantuan sisa cairan didalam tanur.

Pada tanur induksi frekuensi jala-jala (50 Hz), mengingat dimensi bahan baku minimumnya sedemikian besar, maka peleburan pertama selalu dimulai dengan bahan berukuran besar sebagai starting-block serta selalu disisakan sekurang-kurangnya 1/3 cairan didalam tanur untuk membantu proses peleburan berikutnya.

Akibat dari adanya arus induksi yang terus menerus mengalir didalam cairan maka akan terjadi pergerakan cairan yang disebut sebagai stirring. Kualitas dan kuantitas stirring ditentukan oleh tinggi atau rendahnya frekuensi kerja dan jumlah fasa listrik yang digunakan.

gambar 7Stirring pada 1 fasa (a) dan 3 fasa (b).

Sedangkan frekuensi kerja yang semakin rendah akan mengakibatkan stirring secara kualitatif menjadi semakin besar namun kuantitatif sedikit sehingga akan muncull sebagai gejolak cairan. Frekuensi kerja yang semakin tinggi akan mengakibatkan stirring yang terjadi kecil namun merata disetiap bagian dari cairan, sehingga cairan akan tampak lebih tenang.

3. Pemuatan bahan peleburan.

Proses peleburan dengan tanur induksi akan semakin efisien bila menggunakan bahan baku yang masif (berukuran besar) dan kompak. Keuntungan yang diperoleh dari bahan masif adalah:

  1. Bahan yang dilewati oleh medan induksi lebih banyak sehingga menghasilkan enerji panas yang lebih besar.
  2. Permukaan bahan yang bersentuhan dengan udara sedikit sehingga mengurangi efek oksidasi.
  3. Bahan homogen dengan komposisi yang serupa sehingga mengurangi faktor kesalahan peramuan.
  4. Mengurangi kemungkinan bahan asing dan kotoran ikut terbawa pada saat pemuatan sehingga lebih dapat menjamin pencapaian komposisi yang dikehendaki serta mengurangi terak ataupun bahaya-bahaya lain yang ditimbulkannya.

Ketersediaan cairan didalam tanur juga akan dapat meningkatkan kecepatan peleburan. Maka dalam hal pemuatan bahan kedalam tanur indsuksi berlaku urutan sebagai berikut:

Tanur induksi frekuensi jala-jala:

  1. Sarting blok untuk awal peleburan.
  2. Sisa cairan, yaitu 1/3 dari kapasitas tanur untuk peleburan lanjutan.
  3. Besi kasar.
  4. Bahan daur ulang.
  5. Besi bekas.
  6. Baja bekas.
  7. Carburisher (bersama baja bekas).
  8. Bahan paduan, dimana padfuan dengan kehilangan terbakar (melting loss) tinggi dimuatkan paling akhir.

Poin 1 merupakan tuntutan wajib bagi tanur induksi frekuensi jaringan, sebab tanpa starting block proses peleburan tidak dapat berlangsung. Sedangkan poin 2 adalah upaya untuk meningkatkan efisiensi enerji peleburan. Poin 3 sampai 8 merupakan urutan prioritas bila bahan-bahan tersebut digunakan.

Tanur induksi frekuensi menengah dan tinggi:

  1. Sarting blok untuk awal peleburan (bila tersedia).
  2. Besi kasar.
  3. Bahan daur ulang.
  4. Besi bekas.
  5. Baja bekas.
  6. Carburisher (bersama baja bekas).
  7. Bahan paduan, dimana padfuan dengan kehilangan terbakar (melting loss) tinggi dimuatkan paling akhir.

Poin 1 lebih baik dilakukan walaupun tanpa sarting blok proses peleburan dengan tanur induksi frekuensi menengah sampai tinggi tetap dapat dilakukan. Sedangkan poin 2 sampai 7 merupakan urutan prioritas bila bahan-bahan tersebut digunakan.

Rangkuman.

  1. Tanur induksi digunakan pada proses peleburan besi, baja cor dan sedikit nonferro.
  2. Enerji peleburan diperoleh dari bahan bakar listrik.
  3. Tanur induksi terdiri dari dua jenis yaitu jenis saluran (untuk proses penahanan temperatur) dan jenis krus (untuk proses peleburan).
  4. Ukuran bahan baku sangat ditentukan oleh frekuensi kerja tanur induksi.
  5. Kualitas peleburan sangat ditentukan oleh lining tanur induksi.

Efisiensi peleburan akan naik bila bahan baku yang digunakan berukuran besar dan masif (kompak).

Dari berbagai sumber.

104 responses

19 01 2011
dandi

artikel ini bagus banget, sangat membantu dalam penelitian saya…
kalo boleh ngasih saran sumbernya dimasukkan sekalian aja biar lebih bagus.. thnk ya..

1 02 2011
Miftahul Munif

Terimakasih buat HAPLI…
Tambahkan lagi pak artikel tentang pelebuan Bronze Casting (BC)

14 03 2011
alex yohanes siswanto

Untuk penelitian yang lebih serius . . .
saya punya prototype tungku induksi 8kVA.
(ay_siswanto@yahoo.co.id)

28 09 2013
dwi

selamat malam pak. alex

apa boleh sya bergabung untuk penelitian pengecoran pak, kebetulan sekripsi saya tentang manufacturing ??

apa ada nomer tlpn yg bisa dihubungi pak ??

terimakasih pak.

21 12 2013
Leo Karisoh

Yth pak Alex
email yg anda berikan tidak valid, bisa diupdate utk email yg valid?

14 03 2011
alex yohanes siswanto

di bengkel saya ada prototype tungku induksi bekas uji coba peralatan. kapasitas daya 8 kVA.
rakitan sandiri. dulunya pesanan rekan. tp stlh lihat barang dia g sambung lagi. mungkin merasa mampu bikin sendiri. tp kl gagal g perlu malu untuk konsultasi lg(dari nol lg)tentunya
ay_siswanto@yahoo.co.id

15 01 2012
anton

disini bangyak pasir besi bisa untuk meleburnya ngak mas kalau bisa kita kerjasama saja.

9 04 2012
mleduk

Mas, saya tertarik dengan tungku 8 kW nya. Masih ada ? atau bisa pesan?

17 06 2011
fian_sacthzie@yahoo.com

Bos, pengoperasian Tanur tuh bijimane ?? ane bingung nih :(

8 07 2011
sunardi

Bos, kalo hitungan pencapaian panas dalam tanur Medium Frekwensi, gimana?

8 07 2011
R. Widodo

Yth mas Sunardi

Frequensi kerja tanur induksi tidak muncul dalam perhitungan kalor peleburan. Jadi untuk frekuensi tanur yang mana saja, perhitungannya adalah:

Q = Q1 + Q2 + Q3

Dimana Q1 adalah kalor pemanasan dari T ruang sampai T lebur,
Q2 adalah kalor yang dibutuhkan untuk mengubah fasa padat logam menjadi cair, dan Q3 adalah kalor pemanasan dari T lebur sampai T tapping yang Anda inginkan.

Untuk menghitung Q1, 2, 3 gunakan rumus:

Q1 = m.C1.DT1

Dimana m adalah masa bahan yang dilebur, C1 adalah kalor spesifik bahan dan DT1 adalah kenaikan suhu dari suhu ruang sd suhu lebur.

Q2 = m.L

Dimana L adalah kalor laten bahan yang dilebur

Q3 = m.C2.DT2

Dimana C2 adalah kalor spesifik bahan dalam keadaan cair dan DT2 adalah kenaikan suhu dari suhu lebur ke suhu tapping.

Semua Q akan muncul dalam satuan Joule. Tinggal Anda konversi ke kWh (1 kJ = 0.000278 kWh). Lalu lihat, berapa kW daya terpasang pada tanur (P), serta ukur dulu efisiensi (ef) proses peleburan Anda, maka:

Q . 0.000278 = P.t.ef

Dimana t adalah waktu yang dibutuhkan pada proses peleburan Anda.

Semoga membantu.

10 12 2011
dodik

kalau mau cari produsen tungku induksi dimana ya pak?

14 12 2011
dodik

mau buka pengecoran logam apa langkahnya?
berapa biayanya?
tolong dibantu?
makasih

14 12 2011
R. Widodo

Yth mas Dodik.

Coba Anda pastikan dulu:

1. Produknya apa (bahan, berat rata2, geometri umum).
2. Kapasitasnya berapa besar (jumlah pesanan/bulan).
3. Proses akhirnya apa (hanya as cast atau smp finish produk)
4. Dimana lokasi pabrik Anda.
5. Bagaimana rencana pengembangannya.

Dari 5 hal diatas sepertinya Anda baru bisa mulai berhitung hingga akhirnya muncul biaya infestasi, biaya proses, profit margin, BOP, ROI serta NPV untuk dasar analisa kelayakan usaha yang akan Anda bangun.

Semoga Anda termotivasi.

2 01 2012
asep

ass.

sy mw nanya kelebihan dan kekurangan antara tanur listrik & tanur induksi dan juga tempat pembuatan tanur listrik dan tanur induksi?
posisi sy di bandung, material yang di cor kuningan kadar Cu 65, terima kasih

4 01 2012
R. Widodo

Yth mas Asep

Secara teknis, kedua jenis tanur ini mampu menghasilkan cairan kuningan dengan kualitas yang sama baiknya. Kelebihan tanur induksi dalam hal ini hanya karena stirring yang terjadi akan menghasilkan cairan yang lebih homogeny serta efisiensi penggunaan enerjinya lebih baik. Namun demikian tanur induksi memerlukan infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan tannur listrik sehingga menuntut investasi dan utilisasi yang lebih tinggi.

Di Indonesia belum ada perusahaan yang mampu membuat tanur induksi, namun ada banyak yang mampu membuat tanur listrik. Untuk kedua jenis tanur ada banyak supplier yang mampu menyediakan. Silakan Anda googling dengan kata kunci induction electric melting furnace, maka Anda akan segera mendapatkannya.

Semoga membantu.

3 02 2012
hendra

sy pengen membuka peleburan slag timah dgn kadar 8-12% di daerah sumatra, cuma kesulitan mencari org yg mengerti betul tentang pembuatan tanur yg benar, sekiranya bapak mengetahui tlg hub sy

hendra

30 10 2012
nuruls amien

pak kalo melebur slag timah pakai peleburan biasa aja pakai bhan bkr olie bekas.

23 02 2012
Stefanus

yth. bpk R.Widodo

pak,pada peleburan baja di tanur induksi, apakah ada unsur/material yang mudah didapat untuk mengikat/membersihkan terak pada permukaan cairan baja?sehingga mempermudah dalam pengikatan terak…seperti halnya pada peleburan besi cor menggunakan Slag Removal.
terima kasih.

23 02 2012
R. Widodo

Yth mas Stefanus

Pada prinsipnya, slag removing pada besi cor dan baja sama saja. Ya dengan dibantu slag remover itu. Hanya saja karena melting temperature peleburan baja jauh lebih tinggi, maka slag yang terjadipun lebih cair dan lebih sukar untuk diremoval.

Slag muncul dari: (a) lining tanur yang terkikis dan atau bereaksi dengan cairan, (b) kotoran yang berasal dari bahan baku dan (c) oksidasi, atau reaksi antara O2 diudara dengan unsur logam dalam cairan. Jadi untuk memudahkan penyingkiran slag, maka langkah awal adalah dengan cara menyedikitkan produksi slag, yaitu dengan:
a. memilih lining tanur yang sesuai dengan bahan yang dilebur,
b. menggunakan bahan baku yang bersih dan
c. mengurangi oksidasi (misalnya: mengeliminasi kontak antara cairan dengan udara, frekuensi kerja tanur maupun daya harus tinggi dsb)

Pada peleburan dg tanur induksi, semakin sedikit slag yang terjadi, maka removalnya akan lebih mudah.

Semoga membantu.

24 02 2012
Stefanus

terima kasih pak atas jawabannya, terutama point (b) memang cukup banyak berpengaruh pada foundry dimana saya bekerja, dan kontak langsung permukaan tanur induksi dengan udara.
saya pernah mendengar bahwa untuk membantu pengikatan terak di permukaan cairan pada peleburan menggunakan tanur induksi, dapat ditaburkan alumunium murni (mengganti slag remover yg dijual di pasaran) pak, memang saya sudah coba, dan membantu pengikatan terak…hanya saja, apakah itu benar dan sesuai? terima kasih pak.

16 04 2012
R. Widodo

Yth mas Stefanus

Aluminium pada peleburan baja berfungsi sebagai deoksidator. Al akan mengikat O2 sehingga mencegah terjadinya oksidasi terhadap logam2 lain dalam cairan. Dengan demikian proses Anda akan menghasilkan terak lebih sedikit, selain itu Al2O3 yang terbentuk dari reaksi adalah oksida dengan titik lebur yang sangat tinggi (sekitar 2300 oC) sehingga pada proses Anda akan berupa terak yang kental dan relatif lebih mudah untuk disingkirkan.

Penggunaan Al sebagai deoksidator pada proses peleburan berkisar antara 0.1-0.15%, semakin rendah kandungan C maka kebutuhan Al semakin meningkat.

Semoga berguna.

28 03 2012
sukamto

kalu ada yang jual dapur induksi 500 Kg second info dong

HAPLI:
Forum ini merupakan forum diskusi teknik pengecoran logam. Untuk mendapatkan informasi seperti seperti yang Sdr inginkan diatas, silakan menghubungi:
HAPLI:
Gedung Manggala Wanabakti
Blok IV lt 3 ruang 303A
Jl Jend. Gatot Subroto Senayan
Jakarta Pusat 10270
Phone: 021 5733832
Fax: 021 5721328

15 04 2012
Berry

saya mahasiswa teknik produksi dan proses manufaktur POLMAN ASTRA mengucapkan terima kasih dengan adanya forum ini,sangat membantu mahasiswa belajar.tambah ilmu lagi tentang peleburan logam,

5 06 2012
Halim

Saya mau menanyakan macam dapur induksi menurut frekuensi dibagi menjadi tiga. Tinggi, menengah dan rendah. Masing2 jenis tersebut berkisar antara berapa ya frekuensinya pak?
Terimakasih

6 06 2012
R. Widodo

Yth mas Halim.

Pada umumnya tanur induksi didesign dengan frekuensi kerja rendah (50-150 Hz) untuk besi cor, medium (500-10000 Hz) untuk baja dan nonferro) dan tinggi (>10000 Hz) biasanya digunakan di laboratorium penelitian bahan.

Semoga berguna.

21 06 2012
ashofi

Yth Pak Widodo,
Ditempt kerja saya ada tanur induksi dengan Alumina sbg liningnya….apakah memungkinkan bila induction furnace tsb digunakan untuk melebur sponge/pelet biji besi yg sudah terlebih dahulu direduksi?
2. kira2 kriteria dan parameter sponge yg seperti apa yang bisa di lebur di Induction furnace(%Fe,%Si) shg tidak merusak liningnya..(kita menggunakan scap besi sebagai bahan pancingannya).
3. Kira2 prosentase perbandingan optimum untuk scrap dan sponge yang dimasukkan dlm IF berapa pak?
terimakasih untuk bantuannya.

21 06 2012
R. Widodo

Yth mas Ashofi.

Sponge/pelet biji besi walaupun sudah mengalami proses reduksi tetap saja masing mengandung besi oksida yang sangat banyak. Jadi melebur bahan tersebut sama dengan melebur besi oksida. Oleh karena itu harus “dipancing” dengan scrap besi (besi oksida adalah bahan bukan logam yang tidak dapat cair oleh arus induksi).

Hasil peleburan Anda akan tetap berupa besi oksida cair yang membutuhkan suhu tinggi agar tetap cair, atau Anda akan menghasilkan cairan besi (pancingan) yang tercampur banyak sekali oksida besi. Lining alumina (85%), cukup mampu menahan suhu peleburan tidak lebih dari 1720 oC, maupun reaksi kimiawi akibat banyaknya oksida besi.

Kesimpulannya: Tanur induksi memang tidak untuk melebur sponge/pelet biji besi. Sebaiknya gunakan blast furnace yang menghasilkan gas CO sebagai sarana reduksi besi oksida menjadi besi.

Semoga berguna.

22 02 2014
Ulysses

Pak Widodo, menurut referesi yang saya lihat di internet sebetulnya di India sudah banyak yang menggunakan dapur IF untuk melebur Sponge Iron. Kebetulan sekarang ini kami sedang mencoba melakukan hal tersebut pada perusahaan kami. Secara praktek memang perlu beberapa penyesuaian terutama perlu unsur C yg cukup tinggi dalam cairan untuk mereduksi FeO dan perlu kontrol bahan baku scrap dengan unsur sulfur yg serendah mungkin. Memang masih terlalu dini untuk diambil kesimpulan tapi sejauh ini (kurang lebih 1 bulan) kami cukup optimis melihat hasilnya. Semoga ada saran dari bapak.
Terima kasih.

12 07 2012
naili

Kami memerlukan tungku induksi kapasitas 200 kg. Mohon informasi berapa harganya dan dimana dapat kami beli. Terimakasih

30 07 2012
ina retnaningtyas

Asslm, mau tanya gan gimana caranya meleburkan timah 99,8% dalam bentuk ingot
Dan cetakan dari bahan apa yang bagus supaya gampang dilepas hasilnya.
Terimakasih

31 07 2012
R. Widodo

Yth mbak Ina

Timah memiliki titik lebur hanya sekitarv 230 oC sehingga dapat cair bahkan diatas kompor biasa. Tentu saja agar proses peleburannya cepat, maka ingot harus dipotong kecil2 menyesuaikan ukuran panci yang digunakan.

Untuk skala produksi, gunakan krusibel grafit dengan pemanasan menggunakan burner.

Cetakan biasanya dibuat dari besi/baja yang dicoating dengan ceramic coating atau cukup grafit. Mudah atau tidaknya lepas dari cetakan ditentukan oleh kehalusan permukaan cetakan dan kemiringan tepi2 geometrinya.

Semoga berguna.

6 12 2012
Yuli Dwi Atmojo

YTH. Pak Widodo
mohon info buku-buku yang bisa dijadikan acuan tentang tanur induksi seperti yang di atas.
terima kasih

7 12 2012
R. Widodo

Yth mas Yuli.

Silakan Anda cari:

1. Teknik Pengecoran Logam, Tata Surdia
2. Foundry Technology, Peter Beeley
3. ASM Metal Handbook Vol 15. Casting.

Semoga membantu.

12 12 2012
Yuli Dwi Atmojo

Terima kasih Bapak Widodo

12 12 2012
hadi

sumbangan yang bagus. Memperluas pengetahuan

20 01 2013
amin

Yth. Bpk R. Widodo
APakah sistem induksi dan listrik bisa digunakan untuk peleburan tin (timah)?
trmakasih

20 01 2013
R. Widodo

Yth mas Amin.

Tentu tanur induksi bisa digunakan untuk melebur timah. Demikian juga dengan tanur listrik (thermo elemen).

Monggo.

24 01 2013
joko prayogo

Yth :pak Widodo

Mohon informasi tungku pengecoran besi kapasitas kecil (home industri) dapat dibeli dari mana

Terima kasih

Joko

28 01 2013
R. Widodo

Yth mas Joko.

Untuk yang ini silakan digoogling saja dengan kata kunci tanur induksi agar forum ini tidak menjadi forum komersial.

Semoga berhasil.

25 01 2013
amin

terima kasih jawabannya pak, saya sebenarnya orang lingkungan. saya lagi mengkaji dampak yang ditimbulkan dari aktivitas peleburan timah. saya ingin berdiskusi lebih lanjut dengan bapak, kalau boleh saya minta contack person bapak, alamat email saya aminridhoni@gmail.com. terimakasih

28 01 2013
R. Widodo

Yth mas Amin.

Forum ini merupakan tempat yang sangat baik untuk berdiskusi, jadi silakan gunakan forum ini saja. Bila Anda perlu diskusi yang agak spesifik, silakan hubungi HAPLI ke alamat hapli@indosat.net.id.

Semoga berguna.

8 02 2013
Wijaya

Yth. Bapak R. Widodo

Sudah lama saya mencari di berbagai media dan juga sudah tanya sana-sini tapi belum membuahkan hasil yang maksimal.
yang saya cari adalah referensi mengenai.
“HOLDING MOLTEN METAL” (pada Induction Furnace)
saya ingin tahu lebih mendalam,
Apa yang dimaksud dengan holding, Untuk keperluan apa saja holding dilakukan, bagaimana caranya (tekniknya) dsb. yang berhubungan dengan holding.
Mohon pencerahannya Pak, untuk referensi tentang holding.
kalau bisa yang berbahasa inggris, syukur-syukur bahasa indonesia.
karena saya pernah dapat yang berbahasa jepang.

Terimakasih.

8 02 2013
R. Widodo

Yth mas Wijaya.

Holding molten metal pada proses peleburan dg tanur induksi diberlakukan pada peleburan besi cor dengan lining asam. Ini berkaitan dengan adanya keseimbangan reversible reaction:

(SiO2) + 2[C] [Si] + 2{CO}

Dibawah suhu keseimbangannya akan terbentuk senyawa SiO2 sedangkan diatas suhu keseimbangan akan terjadi proses self deoxidation yang mengurai SiO2 menjadi Si dan CO yang kemudian keluar dari cairan sebagai gas. Sumber SiO2 pada reaksi tersebut adalah lining asam dan terak yang terdapat dalam cairan.

Penjelasan ttg ini (suhu keseimbangan maupun suhu didih untuk keperluan holding) dapat Anda baca di ASM Metals Hanbook vol 15, pada chapter Solidification of Eutectic Alloy: Cast Iron. Sedangkan aplikasinya ada di VDG-Merkblatt Grupe S yang menguraikan ttg berbagai teknik proses peleburan, juga ada di Giesserei Lexikon, Vachverlag Schiele & Schoen. Saya kira perpustakaan yang memiliki buku2 ini ada di Jurusan Pengecoran Logam Polman Bandung karena saya pernah meminjamnya untuk menuliskan beberapa artikel tentang proses peleburan. Sayangnya berbahasa Jerman. Referensi berbahasa Indonesia tidak saya temukan.

Semoga membantu.

10 04 2013
sunarditonorudjis

Yth P. Wiododo

kalo saya punya billet besi pada saat di roughing terjadi pecah membelah itu penyebabnya apa ya pak?

Terima kasih
Sunardi

10 04 2013
R. Widodo

Yth mas Sunardi

Kalau pecahannya kasar dengan warna gelap kemungkinan itu berasal dari shrinkage (centre line shrinkage) yang sering terjadi pada pengecoran bilet. Shrinkage akan tertutup rapat saat bilet mendapat perlakuan forming (rol ataupun forging).

Kalau pecahannya bersih kemungkinan disebabkab oleh internal stress yang dimiliki bilet pasca pengecoran yang tidak diikuti dengan proses heattreatment.

Semoga membantu.

1 05 2013
jonal

informasinya menarik dan enak dibaca. selain itu, narasumber dalam diskusi online always merespon dengan baik. saya yakin keadaan sprti ini ilmu tu tidak akan lekang oleh waktu, dari generasi ke generasi apalagi manfaat untuk jangka panjang.. diskusi ma baca buku suasanay bedaa..

terima kasih HAPLI….

16 06 2013
Riko

pak dmn tempatnya jika saya ingin membuat tungku induksi peleburan aluminium dengan kapasitas kecil ?? mohon info nya pak

Terimakasih.

17 06 2013
R. Widodo

Yth mas Riko

Untuk peleburan aluminium kapasitas kecil, pilihannya bukan tungku induksi, namun cruicible furnace baik elektrik, gas/oil atau bahkan cukup dengan arang.

Semoga berguna.

9 07 2013
Rd

Pak, saya mendapatkan “Top Cap”, sebagai penutup furnace ketika charging.. yang saya mau tanyakan, apa cukup efektif pak memakai penutup furnace/top cap? Saya mendapat info untuk menjaga agar suhu tetap stabil dan mengurangi produksi slag di dalam cairan, harus pake tutup furnace nya ya pak? Bila efektif, apalagi kelebihan saya memakai tutup? Apakah castable bisa dicor di dalam rumah tutup? Kapasitas furnace saya 1 ton, trims

9 07 2013
R. Widodo

Yth mas Rd.

Fungsi top cap adalah:
a. Mengurangi heat loss keatas.
b. Mengurangi kontaminasi udara ke cairan (O2, H2, N2)
c. Safety.

Dengan menggunakan top cup maka:
a. Efisiensi penggunaan enerji panas naik, sehingga biaya proses lebih murah.
b. Kandungan O2, H2 dan N2 dalam cairan (khususnya baja) rendah sehingga mengurangi proses deoksodasi, degassing serta mencegah terjadinya banyak senyawa nitride.
c. Bagi operator tentu meningkatkan kenyamanan dan jaminan keamanan dalam bekerja..

Jadi, gunakan top cap jika memang tersedia pada furnacenya.

Semoga membantu.

10 07 2013
Rd

Satu lagi pertanyaan saya pak.. Apakah menggunakan castable cocok pak untuk top cap? Atau ada pilihan lain seperti semen coil atau lain2 yang lebih murah, tahan lama, tapi efektif? Karena dari sisi pengusaha, saya juga harus memperhitungkan apapun jenis biaya yang dikeluarkan, trims

11 07 2013
R. Widodo

Yth mas Rd.

Untuk top maupun bottom block memang menggunakan castable refractory dari jenis no/very low cement dense atau extra high strength. Untuk penguatan bisa dicampur dengan stainles steel fibre sekitar 1% volume atau sekitar 3-4% berat.

Semoga membantu.

27 08 2013
huda

mas… pengaruh kalor pada peleburan baja apa ya?

28 08 2013
R. Widodo

Yth mas Huda.

Pengaruh kalor pada proses peleburan (apa saja) adalah:

1. Enerji pemanasan bahan sampai menjelang cair:

Q1 = m . c . Δ T

Dimana:
m = Massa (kg)
c1 = Kalor Jenis bahan keadaan padat (J/kgK)
ΔT1 = Perubahan Suhu bahan (K)

2. Enerji perubahan fasa padat menjadi cair:

Q2 = m . L

Dimana:
L = Kalor laten pencairan (J/kg)

3. Enerji pemanasan setelah cair sampai suhu cor:

Q2 = m . c2 . Δ T2

Dimana:
c2 = Kalor Jenis bahan keadaan cair (J/kgK)
ΔT2 = Perubahan Suhu bahan (K)

Besaran kalor untuk setiap keadaan bahan dapat dilihat diberbagai referensi.

Semoga membantu.

28 08 2013
huda

thx mas widodo
satu lg mas……
klo pengaruhnya terhadap baja/billet nya apa ya mas?
maksudnya klo kalor nya kurang atau lebih dampaknya apa pada baja tersebut?

29 08 2013
R. Widodo

Yth mas Huda…

Kalor peleburan yang rendah akan mengakibatkan proses pemanasan menjadi lama, dengan demikian akan memberikan peluang oksidasi yang lebih banyak. Jadi efeknya:

a. Terbentuk oksida yang lebih banyak baik itu berupa terak yang naik kepermukaan ataupun partikel2 inklusi.
b. Losses yang juga banyak, sehingga unsur2 terkandung yang mudah teroksidasi akan susut lebih banyak.

Pada proses peleburan baja, dituntut kecepatan melting yang tinggi jadi butuh kalor (atau daya listrik) yang besar, dengan demikian cairan akan lebih bersih dan losses lebih rendah (murah).

Semoga membantu.

28 08 2013
jodet

mas!!!
tolong berikan contoh untuk Gambaran masalah yg cocok buat nyusun skripsi , dengan judul “kalor yg dibutuhkan saat operasi tiap lapisan tanur busur listrik pada peleburan baja dari padat ke cair di Electrik arc furnance”
tolong yha mass berikan contoh kata-2 yg pass untuk nyusun Gambaran masalah nya ?

29 08 2013
jodet

pak, tolong berikan contoh tentang gambaran masalah untuk menyusun skripsi yang tepat, dengan judul “KALOR YANG DIBUTUHKAN SAAT OPERASI TIAP LAPISAN TANUR BUSUR LISTRIK PADA PELEBURAN BAJA DARI PADAT KE CAIR DI ELECTRIC ARC FURNANCE”
contoh gambaran masalah yang cocok dengan kata2 yang tepat
tolong ya pak….

30 08 2013
huda

ok mas sangat membantu informasinya..
thx.

9 09 2013
Rivan

selamat malam Pak widodo
pak saya mau menanyakan maksud dan tujuan adjusment tanur induksi dengan pig iron itu untuk mengejar apa?
adakah cara lain Pak adjusment tanur induksi?
terima kasih Pak

11 09 2013
Daniel

Yth mas rivan
setahu saya pig iron memiliki kandungan karbon yang tinggi
bisa jadi tujuan adjusment dengan pig iron untuk mengejar kekurangan karbon pada komposisi cairan
selain itu penggunaan pig iron bisa lebih efisien, karena kita bisa mengurangi penggunaan aditiv karbon, dan lebih mudah mencair
semoga membantu mas rivan

11 09 2013
R. Widodo

Yth mas Daniel dan mas Rivan.

Mas Daniel benar.

Bahan baku peleburan besi cor, seharusnya pig iron, return scrap dan besi tua (disortir berdasarkan ketebalan). Adapun steel scrap hanya digunakan bila kita butuh menurunkan kandungan C (tentu keperluannya hanya sedikit saja). Mengapa demikian?

Penggunaan steel scrap yang berlebihan, karena kandungan unsurnya yang sangat bermacam2, akan menambah unsur2 kandungan yang tidak dikehendaki oleh besi cor, sehingga (karena return scrapnya digunakan kembali) pada suatu saat akan menjadi terlalu tinggi dan membuat komposisi besi cor kita tidak sesuai lagi dengan standar2nya.

Proses peleburan dengan menggunakan bahan baku utama steel scrap, disebut dengan sinthetic melting, tampaknya bersih namun biayanya tinggi serta membuat komposisi besi cor menjadi tidak hanya C, Si, Mn, P dan S.

Semoga menambah wawasan.

27 09 2013
yuda

Selamat malam R. Widodo

saya sedang skripsi tentang tungku induksi, apa bapak R. Widodo bisa membantuh saya untuk membuat tungku induksi ??

terimakasih.

30 09 2013
Firman Ashad

Mohon dibantu Pak, apa indikator coil Induction furnace harus diganti? terima kasih atas jawabannya.

9 10 2013
Ricky

selamat malam bpk. R. Widodo

pak saya ingin menanyakn dimana tempat untuk membuat tungku induksi pelebuaran, klo ada didaerah dijakarta dmn yaa pak ??

terimakasih

11 10 2013
R. Widodo

Yth mas Ricky

Sepanjang pengetahuan sy, di Indonesia belum ada yang memproduksi tanur induksi, namun di beberapa perguruan tinggi terkemuka, telah dilakukan upaya2 penelitian dan pengembangannya.

Semoga membantu.

13 10 2013
iswan

pak pengertian ladle tromol pada tanur induksi ap ya pak…?
kapasitas muatannya berapa…..?

14 10 2013
R. Widodo

Yth mas Iswan

Ladle tomol adalah ladel yang berbentuk silinder horisontal dengan posisi sumbu putar tepat digaris tengahnya. Kapasitas bisa kecil (200 kg) sampai besar (1 t) bahkan lebih sesuai kebutuhan. Kelebihannya adalah gear box kecil (diputar ringan) serta stabil. Namun karena permukaan cairan luas, maka heat loss dan kontaminasi O2 dari udara besar sehingga tidak dapat diaplikasikan pada pengecoran baja.

Semoga berguna.

7 11 2013
anton

mo nanya nie… firebrick jenis apa yang paling cocok untuk digunakan pada tungku kupola dengan tingkat keasaman tinggi (sulfur tinggi)?

8 11 2013
R. Widodo

Yth mas Anton

Untuk mencegah reaksi dengan terak asam (sulfur tinggi) dibutuhkan fire brick dengan sifat asam pula (high silika). Sayang semakin tinggi kadar silika (SiO2) refractorinessnya lebih rendah bila dibandingkan dg higher alumina (Al2O3).

Semoga membantu.

10 12 2013
H. Hasan JC

Misi mas
Mau nanya untuk buka usaha pengecoran logam kuningan kira2 apa langkah2 nya apa dan biayanya brp?
Mohon bantuannya, trims

10 12 2013
H. Hasan JC

Kurang lebih pengecoran perminggunya 1ton

11 12 2013
R. Widodo

Yth mas Hasan

Langkah2nya tentu sbb:
a. Tentukan produk sasaran dan kapasitas produksi.
b. Hitung kapasitas peleburan yang dibutuhkan (1 t/minggu = 200 kg/hari = 40 kg/jam), tentukan jenis proses peleburan.
c. Hitung kapasitas mold (tergantung ukuran maupun performa produk), tentukan jenis proses molding (sand casting, die casting, investment casting)
d. Rencanakan fasilitas penunjang, kebutuhan SDM, bangunan dan infrastruktur lainnya.
e. Hitung total investasi, tetapkan margin.
f. Hitung BEP. NPV, PBP dan lain2 sehubungan dengan business plan.

Dari situ, berdasarkan peralatan yang Anda pilih (terdapat berbagai opsi harga dan kualitas) Anda dapat hitung sendiri berapa investasi yang dibutuhkan. Bisa dibawah 50 jt sdh jalan tapi bisa juga sampai ratusan juta rupiah.

Semoga membantu.

18 12 2013
m ilar rusdi

Yth, Pak R Widodo, Saya punya slag timah pb bekas bakaran Accu , dari hasil Lab masih mengandung timah 10 s/d 20 %. saya olah pertama saya giling sehalus pasir kemudian saya coba pisahkan memakai meja gravitasi .
dan selanjutnya saya lebur ditungku kovensional pakai blower dan arang kayu . hasilnya tidak sesuai dengan hasil lab cuma sekitar 5 %. mohon dibantu solusinya pak , thanks.

19 12 2013
R. Widodo

Yth mas Rusdi

Pb yang terbaca dari analisa lab bukan merupakan Pb bebas, melainkan senyawa Pb terutama PbO. Maka untuk mendapatkan kembali Pb perlu reaksi reduksi yang cukup.

2PbO + C –> 2Pb + CO2

C berasal dari bahan bakar (arang). Jadi untuk mendapatkan Pb lebih banyak diperlukan waktu reduksi lebih lama, misalnya tungku cerobong.(seperti kupola).

Semoga membantu.

30 12 2013
m ilar rusdi

yth Pak R. Widodo
Thanks jawaban tentang Pb dan mau tanya yang lain saya ada pasir mengandung besi 20%, Au =7 ppm, Ag = 600 ppm,Cu,Mo,Zr masing2 30 ppm, dengan cara apa untuk mengambil Au dan Ag yang efektif ?dan bila bisa lansung memakai tungku , yang model apa ? mohon bantuannya tentang proses yang harus dilakukan . klo bisa saya mau menghindar dari kimia.
Sebelumnya terima kasih banyak pak Widodo.

2 01 2014
R. Widodo

Yth mas Rusdi

Yang paling murah memang kimia. Disini Anda hanya butuh HCl, HNO3 dan sendawa yang untuk 1 ton bahan galena dengan kadar Au/Ag seperti milik Anda tidak lebih dari Rp 50.000. Anda tidak akan dapat memisahkan kedua bahan tersebut langsung dalam tungku peleburan.

Semoga berguna.

19 12 2013
sutarno

yth pak R Widodo, saya mau membakar galena, yang bagus dan evisien pake apa dan bahan bakar apa? tnks

19 12 2013
R. Widodo

Yth mas Sutarno

Menentukan metode peleburan galena, tentu sangat tergantung dari kapasitas yang diinginkan. Untuk kapasitas produksi hanya 100-200 kg/hari, tentu cara tradisional menjadi pilihan, mengingat biaya investasi yang rendah. Sedangkan bila kapasitas yang diinginkan sudak 1 t/jam, tentu blast furnace solusinya. Metode mutakhir yang dikembangkan untuk kapasitas industri (besar) adalah teknik separasi yang mengaplikasikan peleburan dan metode separasi fisik. Ini tentu memerlukan biaya investasi yang cukup besar.

Semoga membantu.

21 12 2013
Leo Karisoh

Yth, Pak Widodo
saya membutuhkan rincian data utk kapasitas produksi 1Ton/jam
sekiranya memungkinkan kita bisa kerjasama utk proses peleburannya, mengingat kita harus menyiasati kebijakan export pemerintah tahun 2014 nanti.

mohon respon secepatnya pak..trims

22 12 2013
R. Widodo

Yth mas Leo

Tergantung bahan yang akan dilebur apa. Untuk produksi kadang2 steel/aloyed steel kadang2 cast iron, sy sarankan medium frequenz 1000-1500 Hz daya 750 kW. Tapi kalau hanya cast iron frequensi jaringan (50 Hz) daya 600-750 kW.

Semoga membantu.

5 01 2014
Gono Martono

Yth Pak Widodo

Saya dapat info sekarang ada tungku untuk melebur batu tembaga (Coppwe Ore) ukuran 10 cm – 12 cm langsung ke tungku peleburan, dan kandungan logam jadi CuO, apa benar dengan cara demikian bisa berhasil? bila benar di mana dapat saya pesan tungku itu. Trima kasih

6 01 2014
R. Widodo

Yth mas Martono

Maaf, tujuan melebur copper ore menjadi copper okside (CuO) cair apa ya…?

6 01 2014
Gono Martono

ya benar cair, jadi blister copper

8 01 2014
R. Widodo

Yth mas Martono

Untuk yang ini silakan digoogling saja dg kata kunci: flash smelting furnace.

Semoga membantu.

14 01 2014
Gatiz

Yth Bp.R.Widodo

Diskusi-diskusi di atas sangat menarik sekali. Ilmu yang baru buat saya. Pk.Widodo, apakah Tanur Induksi bisa untuk mengolah/melebur slag Tin yang berkadar Sn 12%-14%? mohon penjelasannya.
Jawaban dari peserta diskusi ada yang mengatakan pakai olie bekas juga bisa, maksudnya bagaimana ya? apakah ini benar? maaf saya masih sangat awan tentang ilmu ini. Terimakasih Pak Widodo.

Salam Lebur jadi satu

15 01 2014
R. Widodo

Yth mas Gatiz

Tanur induksi merupakan salah satu jenis dari tanur berbahan bakar listrik. Digunakan untuk melebur semua material yang dapat dialiri oleh medan magnet induksi. Medan magnet tersebut diubah menjadi arus listrik (Edy crrent) yang karena adanya tahanan listrik pada material, maka terjadilah panas. Material tersebut adalah logam. Jadi, mengingat slag Tin (SnO) bukan logam, maka dia tidak dapat dialiri medan magnet induksi sehingga tidak akan terjadi panas.

Oli bekas, bbm, bbg digunakan sebagai bahan bakar pada tanur krusibel. Daya leburnya lebih rendah dari tanur induksi, namun prinsipnya hanya mengubah bahan bakar menjadi panas yang digunakan untuk memanaskan bahan apa saja. Ketika panas yang terjadi lebih tinggi dari titik cair bahan, maka bahanpun mencair. Slag Sn memiliki titik cair relativ rendah sehingga dapat dicairkan dengan tanur jenis ini.

Semoga berguna.

15 01 2014
Mart Go

Yth Pak Widodo

Apakah bisa rekomendasikan yang membuat tanur dengan kualitas yang bagus?.Bisa pesan dimana?

Salam GM

16 01 2014
R. Widodo

Yth mas Mart

Bagus atau tidaknya suatu equipment termasuk tanur induksi sangat ditentukan oleh peruntukannya. Sebab:
a. Tahur bagus peruntukan keliru hasilnya buruk.
b. Tanur kurang bagus peruntukan benar bisa menghasilkan yang baik.
c Tanur bagus peruntukan benar barulah menghasilkan yang terbaik.

Jadi untuk merekomendasikan tanur, tentu perlu diketahui dulu peruntukannya, misalnya:
a. material baja, besi cor, non ferro (apa…?)
b. kapasitas yang diperlukan
c. cara operasional (kontinyu atau tidak)
d. jenis pengecoran (manual, masinal, sand casting, die casting…)
e. infrastruktur pendukung…
f. dsb

bila semuanya sdh ditetapkan, mudah menentiukan tanurnya.

Semoga berguna.

16 01 2014
Gatiz

Terimakasih inputnya Pak R.Widodo,
Saya jadi sangat tertarik sekali nin mau belajar soal peleburan.
Pak Widodo, nanyak lagi ya >>>> Pada kondisi tin slag mencair , bagaimana caranya untuk menangkap Sn agar recoverynya spt yang diharapkan? saya pernah mendengar dengan melalui proses tertentu kemudian ditambahkan HCL, sn tsb bisa ditangkap. Kemudian dijadikan logam (tentunya tidak bisa 100%), apakah hal tsb memungkinkan? (maaf back ground saya bukan metalurgy / kimia).

13 03 2014
Ashadi

Yth Pak Widodo

Saya mohon info untuk tungku peleburan bijih (Ore) nickel dengan kapasitas home industri 5-10 toin/hari,dimana dapat saya pesan tungku tersebut. Trima kasih

19 03 2014
Muchammad Azhar Arif

Yth. Bp. Widodo

Saya minta penjelasan apakah pin hole pada billet dapat mengakibatkan besi beton pada rolling menjadi terkelupas (seolah-olah seperti kulit ari yang mudah dikelupas). Pin hole menyebar disekeliling penampang pinggir billet.

Mohon petunjuknya, terimakasih.

20 03 2014
R. Widodo

Yth mas Arif

Banyaknya pinhole dipermukaan mengindikasikan banyaknya pula oksida disana sehingga ketika mengalami proses pengerolan lapisan oksida akan terkelupas sebagaimana kulit yang mengelupas. Untuk menghindari oksida, lakukan proses deoksidasi (bisa menggunakan Al) pada cairan sebelum dicor menjadi billet.

Semoga membantu,

22 04 2014
amir

Yth. Pak Widodo,
Mohon saran dan petunjuknya Pak, saat ini kami sementara uji coba pembuatan NPI/ingot ferronikel dari raw material kadar rendah Ni 1.4% Fe 45% dengan menggunakan Induction Furnace untuk skala mini smelter, sebelum di lebur di tungku IF, raw material kami reduksi langsung menghasilkan Sponge dengan kadar Ni 2% Fe 60% setelah di lebur di IF mengasilkan NPI Ni 6% Fe 75% Up, Tungku Reduksi memakai daya 15.000 Watt, untuk IF kami menyediakan daya 350 KVA, kapasitas produksi NPI 60 Ton / bulan, bahan bakar oli bekas, bagaimana caranya agar produk NPI yang di hasilkan kadar Ni bisa mencapai 12% pak? atas saran dan petunjuknya kami ucapkan Terima kasih

22 04 2014
Slamet

Yth. Pak Amir…kami bergerak dibidang usaha yang sama,…apa kami dapat memperoleh nomor kontak HP bapak…mohon diemail di javanusantaralogam@yahoo.co.id

30 04 2014
amatullahradyah6

Yth.bapak widodo
saya saat ini sedang dalamkesulitan mencari kalorjenis dan temperatur leleh pada ferro silikon,ferro mangan,pig iron-b, stub scrap, dan cast iron

30 04 2014
amatullahradyah6

Yth.bapak widodo
saya saat ini sedang dalam kesulitan mencari kalorjenis dan temperatur leleh pada ferro silikon,ferro mangan,pig iron-b, stub scrap, dan cast iron yang digunakan pada tungkuinduksi…
apakah bapak tau??
kalau tau tolong beritahu saya pak..
terimakasih banyak

1 05 2014
R. Widodo

Yth mbak Radyah

Untuk mengetahui kalor jenis suatu paduan (anggap saja biner) maka Anda bisa lihat kalor jenis unsur masing2 kemudian Anda kalikan masing2 persentase kandungannya, sebagai berikut: kalor jenis C 0.703, Fe 0.456, Mn 0.486 dan Si 0.729 kJ/kgK

Dengan demikian, bila FeMn yang anda gunakan mengandung Mn 80% dan Fe 20% kalor jenisnya adalah:
80% x 0.486+ 20% x 0.456 = 0.480 kJ/kgK, untuk FeSi (biasanya mengandung Si 75%) dan besi cor baik scrap maupun pig iron (asumsi mengandung C 3.6%, Si 2% dan Mn 0,7%, sisanya Fe) dapat Anda hitung dengan cara yang sama.

Titik lebur suatu bahan paduan dapat dilihat dari diagram binernya untuk bahan FeMn80 sekitar 1300 oC, FeSi75 sekitar 1250 oC sedangkan besi cor dengan CE 4,3% adalah 1150 oC. Diagram biner dapat Anda temukan diberbagai referensi.

Semoga membantu.

9 05 2014
HENGKI

Selamat Pagi..
Mohon dibantu bapak-bapak untuk proses kerja Induction Furnace HF (High Frekuensi) 50-400 HZ. 3 ton 2000KW dengan trafo 20 KV/625V kapasitas trafo 2500KVA.Untuk Proses kenapa dengan naiknya frekuensi menyebabkan naiknya KW? terima kasih.

10 05 2014
R. Widodo

Yth mas Hengki

Tanur induksi dengan frequensi 50-400 Hz masih tergolong pada low freq. Daya 2000 kW untuk kapasitas 3 ton termasuk besar, mengingat tanur jenis ini hanya baik digunakan untuk peleburan besi cor (karena stirring yang besar) dan secara empirik besi cor membutuhkan enerji peleburan sebesar 650 kWh/ton.

Tentu bila ferquensi dinaikkan maka kW akan ikut naik sebab sebagian daya akan digunakan untuk menaikkan frequensi tersebut).

Semoga membantu.

12 05 2014
HENGKI

Dear R, WIDODO
Thanks atas penjelasannya pak.yang saya tanya kan adalah bagaimana proses kenaikan KW ketika frekuensi naik hubungan antara frekuensi dengan KW itu apa ya pak?trus mengenai tonase yang bapak sebutkan 650 kWh/Ton nilai 650 didapat darimana?maaf mengenai frekuensi yang benar adalah 50 – 250 HZ 3 Ton 2000 kw.memang betul untuk besi cor.trafo 20 kv/625v kapasitas trafo 2500 kva.

5 06 2014
Yan Sulaeman

Yth. Pak Widodo
Saya akan membangun tungku kupola untuk pengolahan dan pemurnian bijih nikel, apa dapat membantu saya memberikan desain dan saran-2 agar mendapatkan hasil out put FeNi Spong atau Nikel Pig Iron..
Terima kasih.
Yan Sulaeman

8 06 2014
R. Widodo

Yth mas Yan.

HAPLI memiliki anggota2 yang berpengalaman dibidang tersebut. Silakan hubungi sekretariat dialamat ini: http://hapli.wordpress.com/story/halaman-keanggotaan/

Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: